
Vol 1 Chapter 10.2
Setelah istirahat selama dua hari, putri melanjutkan perjalanannya bersama tiga raja.
"Aku ingin sedikit cerita tentang aku ke Kalian", putri yang tiba-tiba berbicara ke tiga raja dengan nada memelas.
"Apa yang ingin putri ceritakan?", Orici bertanya tanya.
"Apapun ceritanya, kami siapa mendengarkan apa saja yang putri ingin ceritakan", mereka bertiga mengelilingi putri , putri berbaring di badan Moyi.
Akhirnya putri menceritakan apa yang terjadi dengannya, dari kehidupan menjadi Humaniora sampai menjadi Demon.
Dan pada akhirnya mereka semua tertidur bersama sang putri.
Selagi mereka tertidur beberapa hewan buas menjaga di sekitar di balik pepohonan tanpa di ketahui putri, agar tiga raja dan putri aman.
..
...
....
Perjalanan ini cukup jauh, memakan waktu cukup lama untuk sampai ke tengah hutan.
__ADS_1
Selama perjalanan terdengar suara teriakan dan beberapa keributan di dalam hutan.
Putri berlari ke arah suara itu dan menemukan seperti putri bangsawan dan beberapa pasukan kekaisaran, dari pakainya itu seperti dari kekaisaran Iblis.
Putri menyuruh tiga raja memasuki ruang dimensi dan menghilang, agar mereka tidak ketakutan.
Putri menghabisi beberapa hewan buas, goblin dana beberapa oreg.
1 kumpulan pasukan sangat kagum dengan kekuatannya, namun mereka tidak tau kalo itu sang putri.
"Apa kalian tidak apa apa?", Putri menghampiri putri bangsawan tersebut setelah mengalahkan goblin dan lainnya.
"A.. aku tidak apa apa kok", karena takjub sampe tidak bisa berkata-kata.
"Kamu tau kalo kita dari kekaisaran demon?", Tanya putri bangsawan.
"Aku dulu tinggal di kekaisaran Demon", putri berusaha menyembunyikan identitasnya.
"Tunggu....., putri Arabel?...", Suara dari salah satu pasukan yang tiba-tiba ngomong.
"Eh?... Putri?...", Semua pasukan bertanya
"Apa maksudmu mu dengan putri?.. apa dia putri yang kita cari?...", Tanya putri bangsawan ke kesatria yang berbicara tadi.
__ADS_1
Kesatria itu mendatangi putri dan berkata "Kaisar Ayahnda putri di penjara di bawa tanah sedangkan permaisuri di suruh berada di samping kekaisaran Humaniora yang sekarang dan di suruh mewariskan anak dari darah humaniora dan iblis, kami membutuhkan mu putri untuk kembali, walaupun hanya kekuatan yang kecil pasti kami siap mempertaruhkan apapun demi putri dan kekaisaran ini", kesatria itu menunduk dan memohon ke putri.
"Kau gila?.. ", Putri bangsawan itu menyela pembicaraan.
"Prioritas kita sekarang adalah melindungi putri, karena putri yang sedang di incar oleh kaisar humaniora", jawab tegas dari putri bangsawan.
"Aku tidak tau apa yang terjadi, aku harus mempercayai siapa?", Putri terlihat pucat, karena terlalu sering menggunakan mana dan tiba tiba bertarung, mungkin kondisi putri menurun.
Dalam suatu itu putri jatuh pingsan, para pasukan membawa putri ke markasnya.
Saat putri masih berbaring, beberapa percakapan antara kesatria dan putri bangsawan yang saling menyalahkan.
Tiba tiba dari balik kain tenda datang sosok seperti pemimpin sosok bangsawan.
"Sudahlah kalian jangan ribut, Kalian akan menggangu putri jika ribut", Bangsawan itu memarih keduanya.
"Ayah akhirnya kita menemukan putri, sekarang langkah apa yang harus kita ambil?", Putri bangsawan itu bertanya tanya.
"Apapun yang di perintahkan putri, itu adalah perintah sang kaisar, kita harus mematuhinya", sang bangsawan itu menegaskannya.
"Tapi ayah?.. putri sepertinya seumuran dengan ku 13 tahun", meragukan putri.
"Ayah tau itu, tapi jangan meragukan keturunan kekaisaran kau paham putri ku?"
__ADS_1
"Baiklah ayah"....