Putri Dari Kekaisaran Iblis

Putri Dari Kekaisaran Iblis
Vol 2 Chapter 5


__ADS_3

Vol 2 Chapter 5


Malam yang cukup cerah di perbatasan Kekaisaran Alirga dan Kekaisaran Demon.


Putri Arabel yang sedang beristirahat di tenda nya tiba tiba masuk salah atu kesatria.


Kesatria datang membuka tenda, putri yang kaget langsung berdiri dari duduknya "maaf karena lancang memasuki tenda".


"Tidak apa-apa, aku tau pasti ada hal penting yang ingin kamu sampaikan, beri tau aku", putri yang mendekat ke kesatria.


"Ada seseorang yang ingin menemui ratu, dia seperti orang dari Alirga, orang itu menyebut dirinya yaka", putri yang terkejut, langsung berlari ke tempat yang di maksud.


Seseorang yang sedang di interogasi sambil menuduk seperti sedang menunggu seseorang.


Dia adalah pangeran Yaka, pangeran yang akan mewariskan tahta Kekaisaran Alirga.


"Yaka?", Nafas yang terengah-engah, putri menghampiri yaka yang sedang di interogasi.


Kesatria yang menahan yaka, melihat putri dan langsung menundukan kepalanya.


"Aku ingin menemui mu Arabel, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan", pangeran memegang tangan Arabel.


"Masuklah, aku akan mendengarkan mu di dalam", putri mengantar pangeran menuju tenda tempat istirahat.


Pangeran menceritakan apa yang terjadi di istana, pangeran juga menceritakan saat di perjalanan menuju ke sini, tiba tiba ada barisan tenda seperti camp untuk berperang, pangeran menduga kalo putri Sudah tau rencana dari ayah pangeran.


"Aku tidak tau rencana yang di ambil kaisar, tapi aku berterimakasih kepada mu pangeran karena sudah memberikan informasi ini, aku baru saja ingin pergi ke Medan perang di kekaisaran Humaniora, ternyata benar kaisar Alirga akan mengambil tindakan", putri berjalan menuju meja startegi.


"Jadi sekarang apa rencana mu Arabel?", Tanya pangeran sambil mendekati Arabel.


"Rencana ya...?, Bagaimana menurut mu?", Arabel menuduk.


"Aku akan mengikuti mu Arabel, walaupun harus Menghianati negara ku sendiri", tangan pangeran yg mengepal tangan putri Agara yakin dengan keputusannya.


"Aku akan melawan negara mu, apa kamu baik baik saja pangeran?", Arabel menunduk.


"Aku mencintai mu lebih dari negara ku", kepala putri yang di dekati ke dada pangeran, sembari mengelus rambut putri, pangeran mencoba meyakinkan putri.


"Ayo wujudkan mimpi mu itu, aku akan mengikuti mu dari belakang, kamu sosok hebat yang terlahir di dunia ini", kepala putri yang sedikit mengangkat untuk melihat wajah pangeran, sembari tersenyum setelah mendengar kata kata pangeran.


°°°°°


Setelah itu putri mengadakan rapat, di dalam rapat ada para komandan pasukan dan beberapa bangsawan, dan tertua dari naga.


Putri menceritakan apa yang di ceritakan oleh pangeran ke orang yang berada di dalam rapat.

__ADS_1


Semuanya terlihat santai, tidak ada yang takut atau kaget.


"Kalian sepertinya baik baik saja ya, apa kalian sudah tau?", Putri merasa bingung.


"Apa yang kamu bingung kan ratu?, Ada nya kita di sini pasti untuk menggalang pasukan kekaisaran Alirga menuju Medan perang di humaniora, kita juga menghindari dari serangan dadakan dari arah belakang z ini semua sesuai rencana putri bukan??", Prajurit lain mengangguk angguk kepalanya seakan mereka setuju dengan pendapat salah satu bangsawan.


Rapat selesai sampai di situ, putri dan pangeran melanjutkan mengobrol nya di dalam tenda ratu.


"Sekarang apa yang mau kamu lakukan pangeran?", Putri berjalan menjauh dari tempat duduknya.


"Aku?.. aku akan ikut berperang bersama mu, bukannya itu hal wajar? Berjuang untuk melindungi orang yang kita sayang", pangeran berdiri dari duduknya, dan mendekati putri.


"Apa yang kamu maksud", putri tersipu malu, pipinya yang merona, tidak bisa di sembunyikan dengan kata kata.


"Apa kamu lupa?, Saat pertama kali kita bertemu, dan yang kedua kalinya aku menyukai mu Arabel", pangeran mengelus pipi putri, yang memerah, tatapan mereka saling bertemu.


"Pangeran...... ", Tatapan mata saling memandang.


"Arabel....", perlahan kedua bibir hampir berdekatan.


..


...


....


"Kyaaaaaaa!!!!", Teriak putri dari arah jauh.


"Aku mendengar sesuatu orang yang teriak", pangeran yang sedang menunggangi kuda mengarah ke istana, tiba tiba berhenti.


"Apa yang kamu lakukan pangeran?, Ayo bergegas ke istana, yang mulia kaisar menunggu mu", dua pengawal sekaligus teman seumuran pangeran yang di tugaskan sebagai teman bermain pangeran.


"Tunggu, aku akan segera kembali, ada yang harus aku ambil di tempat tadi", pangeran mengarahkan kuda nya ke arah hutan.


"Apa yang pangeran ambil? Kenapa dia ke hutan?", Kedua temannya bingung.


"Kita tunggu saja di sini".


"Tolong siapapun tolong aku", teriak putri saat baru mau memulai perjalanan mencari naga.


Saat mulut macan mendekat, saat taringnya hampir menyentuh wajah putri, dari arah selainnya pangeran datang dna menegaskan pedang nya di leher macan itu.


Saat itu putri Sangat lemah, sulit bagi putri jika menggunakan sihir secara terus menerus.


Sebelumnya putri di serang berkali-kali pasukan monster, dan saat itu adalah tenaga terakhir putri.

__ADS_1


Jadi saat itu putri tidak bisa melawannya lagi.


Tapi sang pangeran datang untuk menyelamatkan putri.


Setelah macan itu mati, pangeran mengarahkan tangannya untuk membantu putri berdiri.


Mukanya yang tampan dengan rambut kuning ke emasan, pangeran Alirga adalah harta dunia dengan jumlah laki laki tertampan di dunia.


"Apa yang kamu lakukan di hutan ini", pangeran melihat ke sekitar, pangeran melihat banyak mayat hewan hewan buas yang sudah kalah.


"Ini kamu yang membunuhnya?", Pangeran seperti orang bingung sambil bertanya.


"Ah .. ini hanya latihan", putri tidak menjawab hal yang sebenarnya.


"Latihan menggunakan monster sungguhan?", Pangeran melihat beberapa mayat dan menyentuh tubuhnya.


"Monster ini untuk latihan?", Pangeran memegang kepalanya yang sudah terputus untuk menunjukkan ke putri.


"Hehehe, aku sebenarnya hanya latihan, tiba tiba mereka menyerang ku, mereka memanggil banyak bantuan hingga sampai akhir", putri menunjuk macan yang di bunuh pangeran.


"Hahahaha.. kamu sangat unik ya, kalo tidak salah kamu orang yang bersama gadis itu ya", pangeran mengingat pertama kali kita bertemu.


"Ah.. pangeran yang saat itu? Yang berpura-pura menjadi kesatria biasa?", Putri menepuk tangannya dan menunjuk jarinya saat menyebut pangeran.


Saat itu mereka saling berkenalan, dan pangeran kagum dengan putri sebagai perempuan, pangeran Belum tau kalo perasaannya adalah cinta atau menyukai lawan jenis.


"Baiklah aku pergi dulu, lain kali berhati-hati saat latihan", pangeran pergi meninggalkan putri.


..


...


....


Dari arah pintu tenda tiba tiba terbuka.


"Ratu, pasukan Alirga menyerang orang orang kita yang sebagian adalah mata mata atau pengawas di atas pohon", kesatria melihat putri dan pangeran berciuman saat masuk.


"Ehhh", Putri terlihat terkejut dan melapaskann dirinya dari pelukan pangeran.


"Maaf terlah menganggu waktu Kalian berdua", kesatria itu menunduk dan memalingkan tatapannya ke bawah.


"Ti..ti...ti.. ti.... Tid.. tidak sa..ma sekali, kamu tidak menggangu kami", pelayan itu menghembuskan nafasnya, dan berkata di dalam hati "tapi kelihatannya aku memang mengganggu waktu ratu bersama orang ini".


"Aku memerintahkan mu untuk mengumpulkan orang-orang penting ke dalam tenda ku untuk berdiskusi", putri memulai rencan ulang untuk menyelamatkan kesatria yang di tahan.

__ADS_1


__ADS_2