Putri Dari Kekaisaran Iblis

Putri Dari Kekaisaran Iblis
Vol 1 Chapter 15


__ADS_3

Vol 1 Chapter 15


Pagi yang indah, mungkin akan cukup cerah sepanjang hari, aku harap ini menjadi hari yang baik, sekiranya putri mengharapkan hal seperti itu.


220 KK kalender Kekaisaran, sudah beberapa tahun berlalu setelah kebebasannya kaisar Demon, dan bangkit kembali dengan ratu yang memimpinnya.


Pertemuan, perjalanan, pertualangan sang putri sudah sampai di titik awal dan akhir, mungkin saja ini baru saja di mulai.


Ini cerita putri yang baru saja bangkit dan duduk di kursi tahtanya sebagai ratu Kekaisaran demon.


Apa yang di butuhkan sosok ratu untuk kerajaannya?, Tentu saja keturunan untuk melanjutkan kekuasaannya.


Sang pencipta Yui juga sudah cukup lama tidak bertemu dengan putri, semenjak putri menolak tawaran Yui, sang pencipta itu sudah jarang menemui putri.


Apa ini akhir?....


Perjalanan putri sudah berakhir?...


..


...


....


"Tidakkk", putri terbangun dari tidurnya, putri menatap kedua tangannya dengan mata yang berkaca-kaca.


Saat itu Yui memberikan pilihan ke putri, kebahagiaan yang putri cari atau naik ke atas bersama Yui sebagai anak Dewi.


Namun jika putri menerima tawaran untuk naik ke atas, putri harus meninggalkan kekuasaannya sebagai ratu.


Jika ini terjadi, Kekaisaran Rapunsel ataupun Alirga akan menyerang karena Kekaisaran Demon di anggap ancaman besar.


Bahkan Kekaisaran Humaniora pun bisa melakukan Serangan ke dua untuk menguasai kekaisaran demon lagi.


Sudah cukup lama saat itu, saat putri bertemu kembali dengan Reina, saat putri berpidato di alun alun Kekaisaran.


°°°°°


Saat putri bertemu dengan Reina.


"Seseorang menunggu mu di dalam Reina", percakapan elf dengan Reina yang mengantarnya.


"Tolong titip anak ini", Reina memberikan anaknya ke elf.


*Tok tok.

__ADS_1


"Iya silahkan masuk", putri memberikan izin untuk masuk.


"Apa anda memanggil saya?", Tanya Reina sambil melihat ke arah sekitar lalu melihat ke arah putri lagi.


"Iya aku memanggil mu, senang bisa bertemu dengan mu putri Reina", Reina sedikit terkejut dengan panggilan tersebut.


"Apa maksudmu mu?, Aku hanya rakyat biasa, tidak perlu ada embel-embel 'putri', itu tidak pantas dengan ku", Reina berusaha menolak panggilan yang di berikan.


"Apa kamu melupakan seseorang kakak", putri berjalan mendekat dan menatap kedua mata Reina.


"Apa maksudmu?", Reina memalingkan wajahnya.


"Apa aku harus menceritakan semuanya?", Putri kembali ke tempat duduknya.


Saat itu putri menceritakan semuanya, dari kisah Reina dan putri saat masih menjadi keluarga di bangsawan Ileva.


"Apa kamu melupakan kakak mu?... Oh iya apa aku harus memanggil mu putri Reina dari Bangsawan Ileva", putri berusaha mengorek info yang bisa putri dapat.


"Aku tidak tau apa maksudmu putri, namun jika tidak ada hubungannya dengan ku, aku pamit undur diri, anak ku membutuhkan ku", Reina memundurkan kursi nya dan berdiri.


*Brakk, suara putri memukul meja.


"A...a..aaanak?", Dengan rawut wajah kaget sekaligus bingung putri terlihat seperti orang aneh.


"A..a..aapa maksud mu dengan aaanak?", Putri mencoba memperjelas.


Namun itu terhalang ketika tangan Reina sudah memegang gagang pintu.


"Tu.. tunggu sebentar!!", Putri berlari ke arah Reina dan memegang pundak nya, sebenarnya ga nyampe atau kurang nyaman akhirnya megang tangannya.


"Apa aku punya keponakan!!", Reina terkejut, apa yang putri katakan.


"Apa maksudmu mu putri?", Reina Sangat bingung.


Putri dan Reina kembali duduk, putri menceritakan apa yang terjadi pada dirinya.


"Apa kamu mengerti sekarang?", Putri menaikkan dadanya seperti orang percaya diri yang tinggi.


*Hikss... Hiksss..., Suara tangis Reina.


"Eh... Aku tidak bermaksud membuat mu menangis", putri mencari sapu tangannya.


Putri mengelapnya ke pipi Reina yang menetaskan air mata.


"Akhirnya kita ketemu lagi Reina...", Suara yang halus sambil mengelap air mata Reina putri mengelusi kepala Reina.

__ADS_1


Reina memeluk putri dan menangis sekencang kencangnya di pelukan putri.


Saat Reina sudah baikan, akhirnya Reina menceritakan kehidupannya setelah kabur dari kejaran bangsawan.


Saat itu Reina masuk ke dalam hutan yang amat gelap, Reina mencari pertolongan ke pemukiman atau desa yang mungkin dekat dengan tempat itu.


Namun naas nyata Reina di serang sekelompok serigala hitam dengan taring lancipnya.


Reina tertahan, saat itu Reina tidak pernah berfikir akan selamat, mungkin ini udah saatnya.


Namun saat Reina sudah Ingin menyerah, saat serigala berlari dan Ingin mengigit Reina, di detik-detik saat mau tergigit Reina mengatakan "maaf kak, aku telah gagal memenuhi janji kita".


Namun saat Reina memejamkan matanya, tidak ada serangan ataupun suara dari aungngan dari serigala.


Reina selamat, saat itu Reina di selamatkan oleh pemburu dan anaknya yang masih seumuran Reina.


"Lihatlah pah, aku menemukan sosok gadis", anak pemburu itu menunjuk ke Reina, pemburu yang selesai melihat jasad serigala, dia menuju Reina dan anaknya.


"Apa kamu baik baik saja nak?", Pemburu itu membantu Reina dan menolongnya dan di bawa pulang.


Saat di rumah Reina menceritakan situasinya ke pemburu dan anaknya.


"Itu sangat kejam sekali", anak pemburu sedikit tidak terima atas perilaku dari para bangsawan.


"Aku tau kamu sekarang tidak memiliki rumah, apa kamu ingin tinggal di sini? DNA menjadi teman anak saya, oh iya perkenalkan nama saya Jak dan anak saya koira", pemburu itu mengenalkan diri dan anaknya.


"Senang juga mengenal Kalian, aku Reina Ileva, mungkin untuk saat ini panggil saja aku Reina", Dengan menundukkan kepalanya dan memperkenalkan diri, Reina akhirnya menjalani kehidupan dengan nyaman.


Reina bertugas untuk memask dan membersihkan rumah Jak dan koira bertugas mencari kayu bakar dan hewan buruan.


Dari tahun ke tahun berlalu, saat itu hak meninggal saat berburu di dalam goa sendirian untuk obat Reina.


Saat itu Reina kena racun dari buruan Jak, saat Reina sedang mengelola daging nya, tiba tiba Kepala dari binatang itu masih bergerak, Reina tergigit dan sakit selama satu bulan.


Saat itu hujan deras, koira bertugas menjaga Reina dan Jak mencari obat herbal tanaman untuk mengobati racun yang tertanam di badan Reina...


Namun dua hari berlalu tanpa kabar, Jak menghilang tanpa ada pesan.


Koira memberanikan diri untuk pergi ke goa yang di maksud, namun saat pertengahan jalan di mulut goa, terlihat jasad seseorang seperti Jak, dan ternyata beneran itu Jak, namun kepergian Jak membawakan tanaman herbal di dalam kantong kain yang di bawa Jak, lalu di tanah tertulis sesuatu seperti "aku tau kamu akan mencari ku anak ku, maaf membuat mu menunggu, tapi ayah tidak bisa pulang, aku berharap kamu bisa menemukan ku secepatnya, karena tanaman ini harus segera di olah dan di berikan ke Reina, ayah tau kamu menyukainya, jika sampai Kalian menikah dan memiliki anak, ayah ingin sekali menggendongnya, tapi jangan paksakan Reina memilih mu, tapi biarkan Reina yang memilih mu melalui hati, ayah sangat menyayangi kalian berdua seperti anak ku sendiri, walaupun aku tidak merasakan saat kalian sudah menikah, tapi kita seperti keluarga yang bahagia, jadi untuk Ayah mu, tolong selamatkan Reina, tolong sampaikan permintaan maaf ayah, karena ayah, Reina terkena racun, Dann....


Sampai situ tulisan berakhir, masih banyak yang ingin Jak katakan, tapi waktunya tidak banyak.


"Ini semua bukan salah ayahh, Reina juga pasti menganggap seperti itu, aku sangat menyayangi ayah, Reina juga pasti menyayangimu ayah", koira mengusap air matanya dan mengambil obat yang di kantong kain tersebut, koira langsung merebusnya.


Akhirnya Reina bisa terselamatkan.

__ADS_1


next story >>>>


__ADS_2