
Vol 2 Chapter 3
Pagi hari yang cukup cerah, di kekaisaran Demon, di ruangan tahta, perkumpulan orang orang penting dari kekaisaran Demon mendiskusikan masa depan.
Putri sebagai ratu duduk di singgasana, dan melihat keadaan yang cukup berisik karena sedang kacau.
Ratu yang mengumumkan akan angkat senjata untuk membantu Humaniora, itu terdengar ke seluruh rakyat dan para bangsawan.
Semua cukup terkejut dengan keputusan yang putri ambil, bahkan di alun alun putri menyatakan, seseorang yang menolak keputusan putri silahkan datang dan bertemu di ruang tahta kerajaan untuk berdebat.
Semuanya seperti berkumpul, setiap organisasi boleh memiliki satu perwakilan, dari rakyat kecil dan wakil lainnya berkumpul untuk memastikan informasi dan rencana a apa yang putri buat.
Tepat waktu hampir siang, putri memulai perkumpulanya.
"Baiklah, ada yang ingin bertanya atau mengajukan pendapat kepada ratu?", Seorang dengan baju kesatria di samping putri, berbicara untuk ketertiban perkumpulan.
Banyak orang orang yang mengangkat tangan, untuk bertanya ke putri dan apa tujuan putri.
Ini rencana gila yang dapat menghancurkan Kekaisaran Demon dalam sekejap.
"Tunggu, sebelum memulai pertanyaan kalian aku ingin mengatakan sesuatu, yang mungkin akan mengubah sudut pandang kalian dan tidak akan menanyakan lebih lanjut atau merasa keberatan dengan keputusan ku", putri yang mengangkat tangan sambil berbicara di depan banyak orang.
"Tujuan ku saat ini adalah untuk menyatukan dunia di satu Kekaisaran, ada sesuatu yang akan Kalian tau untuk masa depan nanti, kemungkinan besar aku akan pergi dari dunia ini", putri sambil menundukkan kepalanya.
Semua orang terheran heran, kenapa ratu mengatakan hal itu, banyak yang geram, dan banyak orang yang marah atas perkataan putri yang berkata sesuatu seperti mati dengan pengucapan yang lembut.
Ruangan mendadak ramai lagi dengan pertanyaan pertanyaan dari banyak orang.
Namun putri mengangkat tangannya dan melanjutkan berbicara.
"Apa kalian percaya nun?, Apa kalian ingat ajarannya?, Jadi kalian tak perlu takut akan kematian jika di jalan yang benar, aku janjikan surga jika kalian berjalan di jalan yang benar, ingat lah.. Sudah berapa banyak nyawa yang di cabut oleh kekaisaran Humaniora, Alirga, Rapunsel... Kekaisaran yang memandang ras dengan tatapan yang berbeda beda, mereka mengistimewakan salah satu ras, dan ada ras yang sangat di benci, bahkan terjadi banyak pembunuhan, peraturan yang kejam dari salah satu kekaisaran, kita menegakkan keadilan dan mengayomi masyarakat, aku sebagai ratu akan merebut semua daratan di atas tinta merah, aku mengatakan ini karena aku memiliki masa depan yang indah untuk semuanya, percayalah... Aku berjanji tidak akan mengecewakan kalian", putri yang lelah dengan pidatonya, membuat putri terjatuh dan lemas.
__ADS_1
Semua orang mulai berbicara dan berbisik, mereka mulai percaya dengan ucapan putri, dan mulai menyatukan keyakinan untuk memenangkan pertempuran.
Kali ini Kekaisaran demon, bukan hanya melawan satu Kekaisaran namun dua Kekaisaran terkuat.
Ini akan menjadi sejarah panjang, ini akan tertulis sampai ke kuping anak cucu Kekaisaran.
°°°°
"Apa yang ratu siap kan untuk rencana ini", salah satu perwakilan bertanya ke ratu.
"Sudah ku bilang, rencana kita menjadi sekutu humaniora dan membantu mereka, jika ada pergerakan dari kekaisaran Alirga, aku akan turun tangan sendiri untuk menyerang Kekaisaran Alirga", saat kata turun tangan sendiri putri menarik pedang nya, dan mengangkat pedangnya ke langit langit.
Semua tampak terkejut, orang yang mendengar juga sangat khawatir dengan Putri.
"Tolong jangan paksakan diri mu ratu, kita masih membutuhkan sosok mu di sini, bertindak sebagai pemimpin untuk memimpin pasukan untuk menyerang adalah taruhannya nyawa", salah satu wakil yang melarang putri.
"Kekaisaran Alirga Sangat kuat, jadi aku sendiri yang harus turun tangan, aku akan di temani Tertua naga, aku pikir ini cukup aman", ucap putri sambil menunjuk tertua naga yang sedang bengong.
"Aku mohon bantuannya, tolong selamatkan warga humaniora dan siapkan bantuan untuk menyerang Kekaisaran Rapunsel", putri menuduk layaknya rakyat biasa dan memohon kepada wakil yang berada di tempat, untuk membantu ratu dalam rencananya.
"Kau tidak perlu menuduk ratu, kami akan membantu ratu, dalam segala apapun kami akan melakukan yang terbaik, ini sebagai tanda terimakasih kami atas kerja keras mu untuk kesejahteraan rakyat", wakil itu mendekati ratu dan memohon ratu untuk berdiri kembali.
Ratu yang mulai berdiri di sambut sorakan dan dukungan dari para wakil, dan teriakan masyarakat yang mendengar dari keristal sihir terdengar sampai memasuki istana.
°°°°°
Pasukan Kekaisaran Humaniora sedang berhadapan langsung dengan Kekaisaran Rapunsel, di perbatasan pemimpin dari Kekaisaran Humaniora terpaksa mundur.
Wilayah perbatasan utama berhasil di ambil oleh kekaisaran Rapunsel, perlahan ini bisa membuat pasukan Rapunsel sampai ke ibukota.
Ini sangat membahayakan masyarakat, ada beberapa masyarakat yang kabur ke Kekaisaran demon.
__ADS_1
Di perbatasan, dan pasukan yang tersisa.
Semua korban tewas di tempat dengan luka bakar yang sangat parah, serangan yang terus menerus di berikan dari pihak musuh tidak kunjung berhenti.
"Pergilah ke sisi gerbang, kita akan aman di wilayah kekuasaan Kekaisaran Barat", dengan badan yang penuh luka, sosok kesatria mengarahkan sejumlah pasukannya untuk mundur..
"Benar perkataan ratu, kesatria humaniora datang ke wilayah kekaisaran Demon untuk meminta bantuan, terlebih mereka mencari nona Reina mantan bangsawan Kekaisaran Humaniora untuk kembali mengambil tahta", salah satu tertua terkagum kagum dengan sosok putri.
"Apa yang harus ku lakukan?, Ratu sedang berjaga di perbatasan Kekaisaran Alirga, sesuai keputusan ratu, kita akan mengawal putri Reina menuju ke pusat Kekaisaran Humaniora untuk mengambil ahli tahta", sebelumnya ini semua sudah di bicarakan dengan Reina, dan Reina setuju dengan keputusan ratu.
Dengan beberapa pasukan, kekaisaran demon menggunakan pasukan tercepat untuk sampai ke ibukota Kekaisaran Humaniora.
Pasukan utama Kekaisaran demon bergabung dengan pasukan kekaisaran Humaniora dari belakang.
"Lihat... Ada pasukan kekaisaran demon, sial kita sudah Tamat...", Ucap salah satu pasukan yang terkepung dari sisi depan oleh kekaisaran Rapunsel dan belakang Kekaisaran Demon.
"Tunggu... Lihat .... Itu Bender Kekaisaran Humaniora, di bawa pasukan kekaisaran demon dan bendera itu di bawah bendera kekaisaran demon", semua pasukan bertahan terkejut.
"Apa kita aliansi dengan Kekaisaran demon?", Salah satu perajurit bertanya.
"Apapun itu, aku sangat bersyukur, karena Kekaisaran Demon ingin membantu kita", sorak tangis dari pasukan Kekaisaran Humaniora.
Pasukan Demon tepat waktu dan berhasil memukul mundur pergerakan Kekaisaran Rapunsel.
Pasukan yang terluka langsung di obati.
"Apa yang terjadi di garis belakang?", Salah satu pasukan humaniora bertanya.
"Rakyat Kekaisaran Humaniora memberontak dan terjadi kudeta, beberapa pasukan kekaisaran Humaniora datang ke ibukota Kekaisaran demon untuk meminta nona Reina merebut dan memimpin kekaisaran Humaniora, jika putri Reina menjadi ratu Kekaisaran Humaniora, pasti ratu kami membantu", ucap salah satu pasukan demon yang mengobati pasukan Humaniora.
"Aku sangat beruntung dengan keputusan itu", pasukan Kekaisaran Humaniora mulai banyak yang berpihak kepada ratu Reina.
__ADS_1