Putri Dari Kekaisaran Iblis

Putri Dari Kekaisaran Iblis
Vol 1 Chapter 11


__ADS_3

Vol 1 Chapter 11


Perjalanan berlanjut menuju sarang Naga.


Sebelum pergi, putri menitipkan pelatihan para elf pada ke empat dewan.


Putri meminta mereka untuk bersiap untuk membantu putri merebut kembali Kekaisaran Iblis dari tangan kekaisaran Humaniora.


..


...


....


"Apakah Dewi tidak lelah?", Salah satu elf bertanya dalam perjalanan menuju sarang Naga.


Semenjak kejadian itu, putri memiliki julukan baru sebagai Dewi anak Nun.


Ini terlalu mendadak dengan sebutan yang tiba tiba berubah, yang sebelumnya di panggil manusia busuk oleh elf sekarang mendapatkan sebutan Dewi.


Ya walaupun putri adalah mantan manusia, putri juga sadar kalau manusia itu busuk.


Walaupun kemampuan sudah melebihi batas normal, putri masih tetap belajar ilmu ilmu baru dan menciptakan sihir baru.


Sedikit dari arahan Yui, Putri akan menjadi Anak Nun yang di hormati.


Jika saja Yui tidak datang, mungkin putri sudah menyerah untuk memasuki sarang naga dan kembali ke tenda memakai pasukan kekaisaran dan kekuatan tiga raja yang di jadikan bawahan putri.


Putri masih bisa mendapatkan banyak pasukan di berbagai ras.


Putri juga berencana menemui adik nya saat putri masih menjadi Humaniora.


Perjalanan putri masih amat sang panjang tapi rencana balas dendam sudah ada di depan mata.


Putri melanjutkan perjalanan hingga memakan banyak hari.


Dan dari hari ke hari putri sudah melampaui batas wajar seseorang makhluk ciptaan.


Putri sudah setara pasukan langit yang menjaga gerbang gerbang univers.


Alam semesta ini sangat luas, banyak sekali yang putri tidak ketahui dengan jelas.


Semenjak mengenal Yui, kehidupan normal Putri sudah tidak ada lagi, putri sudah menjadi anak Yui, Dewi yang akan membantu Yui untuk mengatur.


Semua itu sebenarnya masih terlalu cepat untuk mengumumkan ke banyak orang apalagi seluruh ras bahwa putri adalah anak Dewi.

__ADS_1


Ini bisa menyebabkan perperangan antara malaikat dengan iblis, bahkan ras Dewa juga akan mengangkat senjata.


Pengakuan putri sebagai Dewi Asli, sama saja merendahkan ras Dewa yang di anggap suci.


Ras Malaikat yang menganggap mereka adalah penjaga gerbang gerbang univers juga merasa tersinggung.


Mereka harus Sujud kepada sosok iblis, bahkan darah Iblis tidak mungkin menjadi Dewi Asli.


Setelah ini berakhir putri dan Yui menyuruh elf atau seseorang yang tau kalo putri Arabel adalah Dewi untuk tutup mulut.


Ini semua bisa kacau kalo dua kekaisaran lain ikut melawan putri.


Untuk sekarang menghancurkan Kekaisaran Humaniora adalah prioritas utama putri, dan melepaskan rasa penyiksaan yang di berikan humaniora Kepada penduduk kekaisaran iblis.


Perjalanan berlanjut menuju hutan terdalam, Putri dan lima pengikut berjaga di sekitar.


Putri harus tetap waspada, di dalam hutan masih ada beberapa ras yang tinggal di hutan Naga kekuasaan Kekaisaran Alirga.


Putri yakin ada beberapa ras yang mengincar mereka, sepertinya ada yang mengawasi.


Ke esokannya putri dan Lima pengikutnya kembali berjalan menuju sarang Naga.


Ini lebih gelap dari yang di bicarakan, goa menuju sarang ini sangat tertutup dan sangat gelap, bahkan di dalam banyak sekal makhluk malam yang sedang beristirahat di siang hari.


Dari atrah dalam terdengar beberapa teriakan meminta tolong.


Putri bergegas berlari menuju ke dalam dan ternyata putri menemukan ras peri yang terikat di dalam sarang hewan malam yang sedang tertidur.


Putri meminta tolong kepada Orici untuk meminta hewan itu melepaskan Peri yang meneriakkan tolong itu.


"Terimakasih sudah menyelamatkan ku, Aku adalah peri, aku anak dari ratu peri yang sekarang", peri itu berbicara dengan posisi terbang, dengan ukurannya yang cukup kecil, bahkan tubuhnya bisa di genggaman dengan tangan putri, itu yang pertama kali putri pikirkan.


"Heyy... Heyyyy... Apa yang kalian pikirkan, Kenapa Kalian melihat ku seperti itu", semua menatap peri itu dan melihatnya dengan jelas.


"Aku pikir rumor tentang ras peri yang kecil itu hanya bualan, ternyata ras peri beneran sangat kecil ya", Putri menjelaskan kenapa pada bengong melihat ke arah peri dan semuanya mengangguk.


"Heme heme", semua nya mengangguk secara bersamaan saat putri mengatakan itu.


"AKU TIDAK kECIL!!, aku hanya sedang menggunakan wujud seperti ini, tunggu mana ku kembali, aku akan tunjukkan wujud asli ku", peri itu membantahnya dengan posisi terbang badannya yang naik turun menjelaskan kepadanya.


"Apa yang harus kita tunggu?, Pergi lah kita ingin melanjutkan perjalanan menuju sarang Naga", tangan putri menyingkirkan peri itu dari hadapannya dan ingin melanjutkan perjalanan.


"Hahhh, kau sudah gila ya?, Kau tau kan kau ingin melawan siapa?" Peri itu mengikuti putri dan berbicara dengan putri.


"Siapa yang kau sebut gila?", Orici menyela pembicaraan dan menatap peri itu dengan tatapan membunuh.

__ADS_1


Peri bersembunyi di balik badna putri di dekat rambutnya, "itu menakutkan, tolong hentikan".


"Orici jangi ganggu peri lemah ini", putri coba menasehati Orici.


"Siapa yang kau sebut lemah?" Peri itu tidak Terima.


"Kalo bukan lemah terus apa?, Kau tertangkap hewan buas itu dan kamu seakan sangat kuat di depan kami yang menolong mu", putri menjelaskan secara singkat mengapa penilai putri sangat kurang terhadap peri itu.


"Aku tidak lemah! Aku hanya lengah, aku bisa melawannya jika aku di berikan kesempatan", dengan pedenya peri itu menaikkan dadanya dan bersikap kuat.


"Orici!", Orici langsung paham maksud putri.


Orici memanggil makhluk yang menangkapnya tadi dan menyuruh peri itu bertarung.


"Tunggu sebentar... Kalau menyuruh ku melawannya? Kalian mengorbankan nyawa seseorang yang kalian selamatkan, aku ini anak ratu peri loh", peri itu bersembunyi lagi di belakang putri.


"Jangan salah paham, aku tidak ada urusan dengan ras mu, lagi pula hewan buas itu adalah bawahan Orici, jadi tidak ada alasan mengorbankan nyawa mu untuk keselamatan kami", putri melanjutkan perjalanan dengan peri yang tertahan oleh hewan buas itu.


"Tunggu... Aku minta maaf, tolong suruh hewan ini berhenti mengaum dan menetaskan air liurnya saat melihat ku, aku seperti makanan baginya".


Putri berbalik badan dan menyedot peri itu memasuki dimensi lain ,itu seperti ruang, di dalamnya memilik sepuluh dimensi dalam.


Dimensi sepuluh hingga ke satu demensi siksaan atau di di sebut dimensi trial neraka.


Ada dimensi trial surga yang memiliki 8 dalam dan kenikmatan yang di janjikan 10 Nun dan Ilahi.


Putri memiliki ini saat menyiksa para elf , dan itu pemberian Yui.


Putri memasukkan peri itu ke dalam dimensi trial neraka dan itu di dimensi sepuluh , dimensi yang siksaannya masih ringan.


"Ayo lanjutkan, kita sudah mau sampai", setelah memasukan peri itu ke dalam dimensi trial neraka, sekitar menjadi lebih tenang.


"Putri apa kami tidak apa-apa memanggil mu dengan sebutan yang kami mau? Kamu bahkan menyuruh kami menyebut ku dengan sebutan Arabel", pembicaraan elf dengan putri.


"Aku tidak masalah dengan sebutan yang kalian pakai untuk ku".


"Aku tidak menyangka akan bertemu anak Nun sang Dewi", ini adalah hal baru di dunia ini.


"Aku masih termasuk manusia biasa yang memiliki tubuh iblis dan kekuatan pencipta", putri sangat rendah hati dan tidak terlalu ingin memamerkan kekuatannya.


"Aku pikir dengan kekuatan putri, putri bisa merebut kembali Kekaisaran Iblis dengan mudah", elf itu berusaha memuji dan memberikan fakta bahwa putri itu sangat kuat.


"Sebelum menemukan kalian, aku kehilangan Nun ke sepuluh di dalam kehidupan ku, aku membutuhkan bantuan banyak ras untuk membantu ku, sebelumnya aku berniat bersujud demi bantuan ras lain, namun aku berhasil menjinakkan Hori Moyi dan Orici, aku fikir aku bisa bernegosiasi dengan ras lain dan bertarung bersama tiga raja ini", putri menjelaskan semuanya, tidak ada yang putri tutupi.


Sementara itu kekaisaran Humaniora..

__ADS_1


__ADS_2