Putri Dari Kekaisaran Iblis

Putri Dari Kekaisaran Iblis
Vol 1 Chapter 10.3


__ADS_3

Vol 1 Chapter 10.3


Saat putri siuman, putri tidak melihat siapa pun di sekitarnya, putri berdiri dan keluar dari tenda.


Putri melihat segerombolan pasukan kekaisaran Demon yang bersembunyi di hutan Alirga.


Saat putri keluar pasukan yang melihat memerintahkan semuanya untuk menunduk untuk menghormati putri.


Dari arah para pasukan datang sosok seperti bangsawan menghampiri putri.


"Hormat kami para bangsawan kepada Putri Arabel", di ikut semuanya seraya menyebutkan hal yang sama "Hormat kami untuk Putri Arabel".


Keadaan di mana saat kekaisaran mulai runtuh beberapa bangsawan di biarkan keluar untuk menyelamatkan diri dan membangun ulang kekuatan kekaisaran Demon.


Namun itu udah cukup lama, Sekarang pasukan sudah mulai pulih, namun jumlah kekuatan tidak terlalu berkembang.


Pasukan yang selamat hanya sedikit dan beberapa anak dan remaja yang mewariskan dara Kesatria mereka ikut bergabung untuk pelatihan.


Ini mungkin sedikit buru-buru, namun Pemimpin dari pasukan itu menyerahkannya ke putri dan siap menerima perintah dari putri untuk serangan balas dendam.

__ADS_1


°°°°°


Tepat saat kekaisaran di ambang kehancuran, Ayahnda Putri kaisar meminta salah satu bangsawan untuk membawa sisa pasukan yang bisa berkembang ke dalam hutan kekaisaran Alirga buat lah beberapa benteng di sana.


Walaupun itu kekuasaan dari kaisar Alirga, tapi Mereka tidak mengingkari janji untuk tidak pernah menginjakkan hutan yang di jaga sang naga.


Bangsawan itu membawa keluarganya dna memimpin pasukan untuk pergi dari kekaisaran, secara perlahan mereka keluar dari kekaisaran, dan bertahan sampai sekarang.


Kaisar juga meminta untuk siapkan pasukan, setelah pasukan sudah siap, carilah putri Arabel, dia memang bukan sosok laki-laki tapi Kaisar yakin jiwa Pemimpinnya mengalir di darah daging putri.


Saat sudah bertemu, semua serahkan keputusannya ke putri, aku tidak pernah tau langkah apa yang akan di ambilnya, jika dia seperti ku , mungkin aku memilih balas dendam saat pertama kali aku bertemu dengan mu, entah pasukan sudah pulih sepenuhnya atau hanya setengahnya.


Tapi jalan pikirannya mungkin berbeda, tolong ikuti langkah putri kecilku, aku akan sangat berterimakasih jika kamu ingin membantunya.


Bangsawan itu menceritakan semuanya ke putri, putri sedikit bingung apa yang harus di lakukan.


Namun sesuai dengan tujuannya, putri tetap memutuskan untuk melanjutkan langkahnya bertemu dengan naga, walaupun kekuatan putri bertambah karena adanya pejuang dari pasukan kekaisaran demon.


Tapi bangkit untuk melawan kekaisaran Humaniora yang sudah memiliki power lebih besar mungkin akan susah.

__ADS_1


Penduduk humaniora kebanyakan beralih menjadi kesatria dan para ras demon sebagai budak yang di pekerjakan oleh mereka.


Ini sama seperti penjajahan, dan udah saatnya bendera kekaisaran Demon kembali berkibar.


Namun itu harus menunggu, putri masih ada urusan penting di dalam hutan.


"Perkumpulan saat ini adalah membahas tujuan utama putri", bangsawan itu mengumpulkan orang-orang penting dan membahas bersama putri.


"Aku tidak terlalu mengerti tentang peperangan, namun darah ku hanya berfokus untuk balas dendam", putri mengeluarkan aura membunuhnya.


"Apa yang akan putri lakukan?... Langsung menyerang mereka? ... Kami siap membantu mu putri", cetus dari komandan pasukan.


"Ti-tidak... Tetaplah di sini dan kumpulkan kekuatan kalian, sebelum kita berperang aku pikir Kalian harus lebih bersiap-siap", Putri memerintahkan untuk para petinggi yang menanggung hidup para pasukan.


"Ini sedikit dari ku", putri mengeluarkan kantong emas besar yang 1 emas nya senilai 2juta rupiah.


"I-iii-ini.... Sebanyak ini? Apa ini hasil ?".... Semua di ruang tercengang.


"Ahh iya... Ini hasil aku menjadi petualangan, tolong pakai ini dan persiapkan pasukan kalian, maaf jika jumlahnya tidak banyak" putri menunduk kepalanya.

__ADS_1


"Iniiii sangat banyak putri, kami sangat berterimakasih atas perhatian putri terhadap kami", semua orang yang di tempat itu menundukkan kepalanya ke putri.


"Bukan apa apa, ini adalah tugas ku untuk menggantikan ayah, aku harus bisa mendukung pasukan ku dan menyemangati mereka", senyum manisnya membuat seluruh ruangan terkagum kagum dengan sosok putri.


__ADS_2