
Vol 1 Chapter 10.4
Semua sudah tersusun, putri akan melanjutkan perjalannya untuk menemukan sosok naga yang di carinya.
Putri meninggalkan tenda dari tempat berkumpulnya kesatria kekaisaran Demon.
Putri melanjutkan perjalanannya dengan tiga raja.
Saat Putri berada di tenda tiga raja tidak bisa secara langsung melindungi putri, mereka menyuruh beberapa hewan buas yang di bawah kendalinya untuk melindungi wilayah Tenda tersebut.
"Hori.. Moyi... Orici...., Apa kalian tetap menyembunyikan keberadaan Kalian? Kita sudah cukup jauh dari tenda itu", putri memanggil tiga raja saat putri melanjutkan perjalanannya di tengah hutan yang banyak hewan buas.
"Aku tidak bersembunyi... Aku hanya sedang mengamati sekitar kita, kali saja ada beberapa kesatria putri yang mengikuti untuk melindungi mu", Moyi menjawab panggilan putri dan keluar dari bayangan putri.
"Jadi gimana? Ada yang mengikuti kita?".
"Sepertinya tidak, mereka sangat patuh terhadap mu putri, itu luar biasa, putri juga sangat di kagumi oleh banyak orang di sana", Moyi memuji putri secara berlebihan.
"Dasar kau ini Moyi... Lihatlah wajah putri jadi memerah, jangan menggoda putri secara terus menerus", Hori menyela omongan Moyi.
"Tapi aku berbicara fakta, mereka sangat menyukai putri, aku berharap putri mendapatkan pria yang bisa melindungi putri", Dengan semangat Moyi melanjutkan pujiannya ke putri.
"Sebelum menjadi pasangan putri, dia harus menghadapi kita dahulu agar kita bisa mengukur kekuatannya", Orici tiba tiba menyela percakapannya lalu keluar dari bayangan putri.
"Duh Kalian ini meributkan hal yang bahkan aku tidak memikirkannya", Putri merasa malu dengan pipinya yang memerah.
"Hey Hori, apa kau akan tetap di dalam bayangan putri?... Keluar lahh dan lindungi putri dari luar", sindiran dari Moyi.
Perjalanan menuju sarang naga memakan cukup banyak waktu, kalo bukan karena persediaan makanan minuman dari tenda tadi, mungkin tiga raja sudah memburu hewan untuk menjadi santapan mereka bertiga.
Saat berada di perjalanan, sekelompok elf mengelilingi putri dan masing-masing mereka membawa senjata seperti busur dana ank panah yang di arahkan ke putri.
Saat itu mereka sedang beristirahat, dan ketiga raja berpencar mencari beberapa persediaan, mereka berburu di hutan.
Putri mendirikan tempat untuk beristirahat dan sedikit menyiapkan beberapa bumbu untuk memasak, bahan yang di berikan oleh bangsawan tadi tidak terlalu cukup untuk ketiga raja, akhirnya mereka memutuskan untuk mencari lebih banyak.
Tapi saat ketiga raja pergi, putri di serang oleh sekelompok elf.
__ADS_1
Saat putri sedang menggaduk bahan makanan putri merasakan hawa keberadaan orang lain di sekitar "tidak usah bersembunyi, aku tau kalian ada di sini".
"Untuk seekor manusia kau cukup hebat bisa mengetahui keberadaan kami", mereka menghapus mantra tidak terlihatnya.
"Aku adalah Putri dari kekaisaran Demon, aku harap kalian tidak keberatan menerima kehadiran ku di sini", putri mencoba memperbaiki kondisi agar tidak ada kesalah pahaman.
"Aku tidak peduli kau dari mana, intinya sekarang kau mendekati wilayah kami, ini adalah sebuah ancaman yang harus kami tindak", komandan dari elf tersebut menyudutkan putri.
"Jadi sekarang kalian ingin menangkap ku?", Putri sudah tau dia akan di tangkap.
"Tentu saja, Jangan terlalu banyak melawan ikuti apa yang kami suruh", komandan elf itu mendekati putri.
"Tapi tunggu lah, aku sedang memasak sesuatu, jika kalian mau aku bisa berbagi dengan mu, setidaknya beri aku waktu untuk membuat masakan untuk terakhir kalinya", putri berusaha mengulur waktu sampai ke tiga raja datang.
Elf yang berbelas kasih akhirnya memberikan putri kesempatan memasak.
Bahan yang di berikan di bangsawan, akhirnya di pakai semua oleh Putri agar semua elf menikmatinya.
Saat makanan jadi, semuanya di bagi rata, salah satu elf mengecek di dalam makanan ada racun tidak, namun putri tidak memasukkan racun atau bahan berbahaya lainnya.
Semua mengikuti elf yang kegembiraan itu dan yang lainnya ikut memakannya.
Tiga raja tiba, namun putri menahannya untuk tidak ikut campur dalam urusannya.
Tiga raja akhirnya mengikuti rencana putri dan bersembunyi.
"Ini sangat nikmat, Terimakasih hidangan yang kau berikan, Sekarang ayo ikut dengan kami untuk menghadap ke ketua", dengan pelan elf mengikat tangan putri dan membawanya ke tempat ketua.
"Arggg elf Sialan, dengan siapa dia memperlakukan putri seperti kriminal", Orici sangat marah, namun Hori menahannya.
Jika Orici sampai lepas kendali, rencana putri akan kacau.
Saat putri di bawa oleh kelompok elf, tiga raja mengikutinya dari belakang.
Saat sampai di sana, putri kagum dengan rumah rumah yang di buat di atas pohon, banyak elf di mana mana, dari anak kecil dan yang tua.
Tiba di rumah ketua, putri berdiri di depan anggota dewan.
__ADS_1
"Hey putri, jangan terlalu banyak bergerak, dengarkan apa yang mereka katakan dan jawab saja apa yang kau tau", salah satu elf yang di beri makan putri sedang membuka ikatan tali putri dan menggantinya dengan ikatan rantai di kaki.
"Maaf aku melakukan ini, aku percaya kamu seorang putri, hati mu sangat baik kepada kami, jadi kumohon jika ras kami melakukan kesalahan tolong jangan masukkan hati", putri sangat bingung dengan perilaku salah satu elf yang tiba tiba berbisik padanya.
"Baiklah, di sini kami menemukan sosok anak manusia yang mendekati hutan terdalam dan menuju ke wilayah elf", suara kencang dari samping dewan, sepertinya itu elf yang bertugas menjelaskan situasi.
"Baiklah semua tenang", suara gemuruh di dalam ruangan yang di hadiri para orang penting.
"Bunuh dia, dia melanggar aturan sang pencipta, kita harus mengikuti aturan yang sudah di berikan oleh sang pencipta" salah satu petinggi Menggambil pendapat.
"Jika bukan karena aturan, kita bisa menguasai negara luar dengan kekuatan kami, tapi ini gara gara sebuah aturan itu, namun lihatlah ada anak manusia ini", semuanya belum tau kalo putri adalah anak iblis.
Semuanya tenang lah, dewan akan berbicara dengan anak ini.
"Hey anak manusia, apa keinginan mu sampai mendatangkan diri mu ke tempat ini", salah satu dewan memberikan pertanyaan.
"Aku sedang menuju ke hutan terdalam dan bertemu dengan sang naga", putri menjawabnya dengan santai.
Tiba tiba di ruang hening, setelah itu beberapa elf tertawa setelah mendengar bahwa anak manusia ingin bertemu dengan naga.
"Kau sedang mencari mati anak manusia?", Salah satu dewan bertanya lagi.
"Tidak", putri menjawab dengan jujur.
Semua semakin tertawa dengan kata kata putri.
"Baiklah anak manusia, karena kami berbaik hati, kami akan membunuhmu sebelum kau terbunuh oleh naga", dewan tertawa saat berbicara.
"Kau membunuh ku?...", Putri terdiam.
"Apa ada yang salah?...", Anggota dewan berhenti berbicara dan menatap nya.
Wajah manis putri dengan senyumannya mata yang tertutup di arahkan ke dewan "Dengan senang hati"...
"Mu-mukanya seperti meledek ku", suara hati paradewan.
Putri akan di eksekusi mati besok saat malam hari di depan alun alun yang banyak penduduknya.
__ADS_1