Putri Yuen Rho Dan Kisah Sang Naga

Putri Yuen Rho Dan Kisah Sang Naga
Pencarian Biksu Tua


__ADS_3

"Ya Tuhan! Apa yang terjadi dengan rambutku? Kenapa tubuh dan juga kukuku memancarkan sinar? Panglima Han, apa yang terjadi dengan diriku?" Aku bertanya pada Panglima Han.


Aku tak dapat duduk tenang, aku melihat ke tangan, tubuh, dan juga rambutku. Ini semua membuatku panik.


"Sabar, Tuan Putri, kita akan mencari tau tentang ini semua! Besok pagi, kita harus mencari seorang biksu tua di sebrang pegunungan Kowloon, aku rasa dia mengetahui segalanya. Tenang lah putri!" Panglima Han, menarik tanganku, tubuhku terjatuh di dada bidangnya.


"Panglima Han?" Aku berusaha melepaskan genggaman dan rangkulan dari Panglima Han. Akan tetapi, hati serasa enggan melepaskan, kedua mata kami saling beradu pandang jantungku berdetak tak karuan rasa mau meledak.


"Istirahatlah! Besok kita harus berangkat pagi-pagi menemui biksu tua di kuil yang berada di sebrang gunung Kowloon." Panglima Han melepaskan pelukannya, tiba-tiba sikapnya berubah kembali menjadi dingin.


"Baiklah," ucapku melangkah pergi meninggalkan Panglima Han.


Ketika aku sampai di kamar, Ayura sudah tertidur lelap. Akupun berusaha memejamkan mataku, karena esok pastinya akan lebih berat.


****


"Ku .. ku .. ruyuk!" Suara ayam pejantan membangunkanku, tampak di kasur sudah tidak ada Ayura, aku pun terbangun tergesa-gesa.


Wuaduh! Jangan-jangan aku kesiangan nih, pasti panglima Han akan marah kepadaku, ah! Harus gerak cepat nih, biar dia tidak lagi menatapku dengan tatapan sinis. Aku bergerak ke arah kamar mandi, pancuran air dari sebuah bambu, membuat tubuhku lebih segar, apalagi airnya sangat dingin.


Setelah selesai mandi dan berseka, seorang wanita dari rombongan pedagang, bertanya kepadaku apakah ada baju pengganti yang di bawa oleh emban pengasuhku?


Aku menggeleng, wanita itu lekas memberikan sutranya untuk aku pakai.


"Ini memang bukan baru, tapi aku yakin akan sangat terlihat indah bila tuan putri yang memakainya." A Fung nama wanita itu.


Kainnya bagus sekali, corak ulyang ditampilkan sangat indah seekor merak yang sedang menundukkan kepalanya. Jaman dahulu tidak sembarang orang yang bisa memakai baju atau jubah bermotif burung merak, yang melambangkan keindahan dan kejayaan.


Bagi kami yang memakai baju dengan motif burung merak konon akan membawa pengaruh energi chi yang sangat kuat, menandakan keberuntungan akan selalu bersama si pemakai baju atau jubah tersebut.


A Fung merias rambutku dengan tatanan yang unik, di sela-sela menata rambutku ia bertanya, "bagaimana bisa rambut Tuan Putri berubah menjadi berwarna putih semua?"


"Entahlah! Saat bulan purnama semalam, ketika itu aku menghabiskan waktu menikmati keindahan bulan, tiba-tiba saja ada pendar cahaya yang keluar dari tubuhku, setelah itu aku menjadi seperti ini."

__ADS_1


A Fung yang kaget mendengar ceritaku, sampai sisir yang dipegangnya terlepas dari tangannya.


"Ya Tuhan! Mimpi apa aku bisa bertemu dengan Dewi Moon (Dewi bulan). Tuan Putri, tahukah anda saat sinar purnama menyinari sosok yang terpilih maka ia akan berubah menjadi putih entah rambutnya atau tubuhnya, tapi sepengetahuan aku itu semua terjadi bila sang Dewi bertemu dengan pujaan hatinya. Maafkan aku yang lancang berkata seperti itu pada Tuan Putri," ucapnya sambil memukul mulutnya.


"Tidak A Fung perkataanmu tidak salah, mungkin perasaan ku lah yang salah .. sudahlah! Aku harus segera berangkat. Terimakasih A Fung, jasamu akan selalu ku kenang!" Aku berdiri menghadap ke arah cermin dan memperhatikan diriku. Setelah aku merasa semua sudah rapi, aku bergegas menuju ke arah meja makan.


Di sana kami semua makan sarapan bersama, tak ada satupun yang di bedakan, tetapi Ayura dan yang lainnya tampak kaget melihat perubahan yang ada padaku.


"Wuah! Tuan Putri anda cantik sekali, silahkan duduk!" Seorang prajurit menarik kursi untukku.


Aku pun menikmati hidangan yang di suguhkan. Acara makan pagi telah selesai, kami berpamitan untuk berpisah dengan rombongan pedagang, awalnya kami hendak ke kota Pangeran Tan, sayangnya aku harus pergi bersama Panglima Han ke pegunungan Kowloon.


****


Singkat cerita kami telah sampai di pegunungan tersebut. Kamu melihat kuil yang sangat besar, berada di dalam hutan dan di seberang pegunungan Kowloon.


Iring-iringan kami beristirahat di bagian bawah kuil. Sedangkan kami masih harus menaiki anak tangga yang berjumlah ratusan. Ya di kuil ini sangat terkenal dengan anak tangganya yang banyak.


Dengan bantuan dari prajurit akhirnya, aku bisa menaiki tangga, lalu bertemu dengan sang biksu.


Ia memberikan penyambutan akan kedatanganku. Para biksu lain berdoa memohon kesehatan dan kejayaan untuk diriku. Karena, berdasarkan ramalan dari sang biksu tua jalanku akan banyak sekali rintangan.


Semua para biksu berhenti berdoa saat sang biksu tua mengangkat tangannya.


"Sembah sujudku untuk keturunan Kaisar Yuen!" Mereka semua para biksu bersujud di hadapanku.


"Bangunlah, Biksu. Hormatmu aku terima." Setelah aku mengucapkan kata-kata itu para Biksu itu bangun dari sujudnya.


"Putri Yuen Rho, aku tau ada yang membuat hatimu gamang, baiknya kita bicara bertiga di dalam dengan panglima Han." Ucapan dari sang biksu tua membuatku mengikuti ke mana langkah kaki biksu ini.


Setelah ada di suatu ruangan meditasi, biksu itu bertanya.


"Apakah tuan Putri Yuen sudah bertemu dengan pujaan hati tuan putri? Karena setau saya Perubahan Tuan Putri Yuen menjadi sosok Dewi Moon atau Dewi bulan, saat ia bertemu dengan kekasihnya, tapi hati mereka tak dapat disatukan walaupun takdir ikatan benang merah terikat di kaki kalian."

__ADS_1


Aku sangat kaget dengan perkataan biksu tua itu, bagaimana ia bisa mengetahui segalanya, bahkan perihal benang merah yang ada di kakiku.


"Biksu Tua, apa yang harus aku lakukan selanjutnya, dan apakah perubahan ini akang menguntungkan aku ke depannya?"


"Takdirmu memang sudah di pilih sebagai pembawa energi Yin yang terbesar di muka bumi ini. Perubahanmu pun sudah digariskan oleh langit, tetapi tenaga dalam dan imu yang harusnya kau miliki belum nampak di dalam dirimu. Untuk itu kau harus menemukan 3 barang pilihan yang bisa membunuh sang naga dan mengirimkannya kembali ke akhirat."


"Apa itu Biksu?" tabyaju


"Yang pertama adalah Tuan Putri harus menemukan cermin sakti, sang nenek cermin. Kehidupan Nenek cermin sebatang kara, ia menginginkan seorang anak perempuan. Mungkin dari sini kau tahu putri harus berbuat apa."


"Baiklah Biksu Tua, lalu apa yang ke dua?"


"Yang ke dua adalah, bunga seribu tahun. Bunga seribu tahun ini hanya akan mekar sekali dalam seribu tahun yang dianggap sebagai pembawa keberuntungan bagi sang raksasa batu yang menjaga gua batu. Tentunya ini tak akan mudah mendapatkannya. Mengalahkan raksasa gua ini bukan dengan kekuatan fisik tapi dengan kekuatan pikiran. Itu adalah kuncinya!"


"Lalu, Biksu bagaimana dengan yang ke-3 di mana aku bisa mendapatkan benda pusaka yang ke-3 ini?"


Biksu tua itu menarik napas panjang, lalu menghembuskan perlahan.


"Hufft ..."


Dia melihat ke arahku, lalu bertanya.


"Apakah, kau sudah siap kehilangan apa yang kau miliki Tuan Putri?" Sang biksu tua itu menatap penuh tanda tanya kepadaku.


"Ehm .. maksud Biksu apa? Saya tidak mengerti?" Lagi-lagi aku bertanya padanya.


"Baiklah, akunakan menjelaskan pusaka yang ke-3, pusaka ini sangat amat sulit di dapatkan, pemiliknya adalah warga desa di antah berantah, tidak semua orang bisa memasuki desa tersebut, hanya orang terpilih dengan hati yang tulus yang bisa memasuki desa itu. Mereka adalah para warga kurcaci cilik, tubuh mereka hanya setengah orang dewasa, tapi usia mereka sudah tua bahkan, ada yang mencapai ratusan tahun. Mereka mempertahankan pusaka keluarganya sudah sejak ratusan tahun lamanya, bagaimana Tuan Putri apakah kau masih mau mendapatkannya?"


"Kalau boleh tahu Biksu, apa nama pusaka ini?"


"Dia adalah sisik naga emas, dan ekor pari perak! Bila semua nya digabungkan menjadi satu senyawa racun ini adalah racun paling mematikan di dunia, sehingga tidak ada lagi penawarnya." Biksu tua itu mengapitkan kedua tangannya dan berucap "amitabha Budha sancai .. sancai .."


Setelah mendapatkan semua informasi mengenai ke-3 pusaka itu, aku akan mencarinya walaupun aku harus ke ujung dunia.

__ADS_1


__ADS_2