RAHASIA KOTOR SUAMI ABUSIVE

RAHASIA KOTOR SUAMI ABUSIVE
BAB 12 | CURIGA


__ADS_3

"Bajingan itu seharusnya tidak menyentuh Hana-ku! Aku bersumpah akan membunuh mereka berdua jika aku tahu mereka saling bercinta!! Aahh! Sialan!!" Jinyoung berteriak.


"Hei, aku sedang bekerja di sini!! Apakah kamu hanya marah atau kamu menyukai pekerjaanku, sayang? Karena aku tidak merasa seperti kamu menikmatinya" Ucap Aerin sambil menatap kesal pada Jinyoung.


"Maaf. Aku terganggu. Cukup untuk saat ini, bangunlah."


Aerin menyeka mulutnya dan bangkit dari lantai. "Hana lagi? Akhir-akhir ini kamu selalu stres bersamanya. Kita bahkan tidak bisa menyelesaikan satu lagu pun selama seminggu ini."


"Kamu pikir aku bisa menulis lagu sambil memikirkan istriku sedang ditiduri orang lain?" Jinyoung membentak Aerin. "Sial! Kenapa dia menjadi begitu cantik dan seksi sehingga semua orang ingin mencicipinya?"


"Yah, dia seorang dokter. Seorang yang sangat cantik. Kalau itu belum cukup menarik, dia punya posisi tinggi di tempat kerjanya. Jadi pada dasarnya, dia bisa mendapatkan siapa pun yang dia suka."Aerin menjawab acuh tak acuh.


"Wow, terima kasih. Kata-katamu sangat membantu untuk membuatku semakin setres."


Ponsel Jinyoung berbunyi bip, dan segera dia membaca pesan masuk, "Hana mengirim pesan. Aku akan mengakhirinya, Aerin. Aku harus menebus sikap kasarku tadi siang. Aku akan membujuknya. Sampai jumpa besok."


"Tunggu! tapi kamu tidak lupa tentang janjimu yang akan mengajakku liburan ke LA kan?"


"Ya, tentu saja aku akan menepati janjiku. Mari pergi dan bercinta sepuasnya. Sampai jumpa." Jinyoung mengecup pipinya sebelum pergi.

__ADS_1


...----------------...


Flash back


Taejin menarik tangan Seera sampai terduduk dipangkuannya, dan dengan cepat mencium Seera. Mereka berciuman dengan penuh gairah, sampai tidak sadar bahwa ada orang yang menonton kegiatan panas mereka.


"Waaah, bukankah setidaknya kalian harus mengunci pintu terlebih dahulu?" Hana berseru sambil menutup pandangan Soobin dari kegiatan yang tak sepantasnya dia lihat.


"Oh hei Hana," Seera dengan gugup bangun dari pangkuan Taejin dan menghampiri Hana. "Hallo Soobin, bibi merindukanmu," Seera tersenyum sambil mengusap lembut kepala Soobin.


"Kenapa bibi memasukkan lidah ke dalam mulut paman itu?" Tanya Soobin polos sambil menunjuk ke arah Taejin yang hanya tersenyum.


"Ohh, emmm itu, karena bibi adalah dokter gigi, jadi bibi hanya sedang membersihkan mulut paman itu," Seera gugup dan malu menjawab pertanyaan Soobin.


"Jadi begitu ..., tapi ayah bukan dokter gigi kan? Kenapa Soobin pernah melihat ayah membersihkan mulut tante Aerin?"


"APA???" Hana dan Seera hampir berteriak bersamaan mendengar ucapan Soobin. "Soobin apa yang kamu katakan? Apa maksud dengan ayah membersihkan mulut tante Aerin?" tanya Hana sambil sedikit mengguncang bahu putranya.


"Iya ibu, aku pernah melihat ayah membersihkan mulut tante Aerin, seperti yang dilakukan bibi Seera pada paman itu. Mungkin ayah meskipun bukan dokter, dia belajar cara merawat gigi dari ibu?" Soobin menatap Hana dengan matanya yang polos.

__ADS_1


Hana tidak mampu menjawab, jantungnya berdebar kencang, dia tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Dia sakit dan juga malu karena Seera serta Taejin juga harus mendengarnya. Seera melihat bagaimana sahabatnya yang langsung pucat.


Dengan segera Seera membuat Soobin fokus menghadapnya. "Dengar bibi! jika kamu melihat ayahmu melakukan hal seperti itu lagi pada Aaerin atau siapaun, Soobin harus segera menelfon ibumu mengert? atau kau pukul saja kepala ayahmu dengan keras, sial dia tidak boleh melakukan itu."


"Sayang .., jangan ajari dia berbuat kekerasan!" Taejin menghampiri Soobin dan Seera, melihat suasana menjadi serius. "Mungkin kau bisa menimpuknya dengan bantal? itu tidak akan terlalu sakit, oke jagoan?"


"Oke paman."


"Sayang ..., kau mendengarku? hei Hana!!!" Suara Jinyoung meninggi yang membuat Hana tersadar dari lamunannya.


"I-iya? maaf aku tidak mendengar," Hana berusaha sebisa mungkin untuk tidak menatap Jinyoung, perasaanya benar-benar kacau saat ini.


"Kau kenapa? kulihat sejak aku sampai disini, kau terlihat pucat sayang. Kau sakit? Aku akan mengantarmu ke dokter sekarang juga." Jinyoung dengan khawatir menempelkan telapak tangannya pada dahi Hana.


"Aku baik-baik saja, aku hanya terlalu lelah." Hana berbaring dan memunggungi Jinyoung.


Diam-diam air matanya mengalir, entah apa yang harus dia lakukan. Hana berfikir, bagaimana jika benar suaminya telah mengkhianatinya selama ini?


"Tapi ..., bukankah lebih baik aku memastikannya sendiri? Soobin masih kecil, bisa saja dia mengartikan satu hal berbeda dengan persepsi yang sama." Hana mencoba terus menenangkan dirinya sendiri, dia berfikir untuk suatu rencana. Dia akan memastikannya sendiri tentang suatu kebenaran.

__ADS_1


__ADS_2