
Hana baru saja menyelesaikan 5 pasien pertamanya di pagi hari yang mendung ini. Bersantai meminum kopi sambil menulis catatan resume pasien, saat pintu ruangannya tiba-tiba terbuka.
“Hai Hanaku …” ucapnya ceria. Itu See-Ra teman Hana sejak bekerja di klinik.
“Selamat pagi See-Ra. Bukankah ini terlalu pagi untuk kamu datang ke ruanganku?”
“Aku ingin memeriksa keadaanmu. Bukankah dia memukulmu lagi? Iya kan? Lihat pipimu bengkak!” See-Ra dengan hati-hati menangkup wajah kecil Hana. Hana telah berusaha menutupi lebamnya dengan lebih banyak menggunakan concealer, tapi tentu saja bengkak tidak bisa disembunyikan dengan baik.
“Aku baik-baik saja, kamu tidak perlu khawa-“
“Bajingan itu!!! Kenapa kau tidak melaporkannya saja Hana? Ini adalah tindak kekerasan, bisa-bisa kamu akan mati ditangannya jika dia terus-menerus menjadikanmu samsak.” See-Ra kesal sambil mengusap lembut rambut Hana, dia merasa kasian pada sahabatnya itu yang telah bertahun-tahun mengalami kekerasan dalam rumah tangganya.
“See-Ra … aku sungguh baik-baik saja, ini salahku karena pulang larut malam dan tidak mengabarinya. Sudah lupakan, sekarang aku ingin mendengar bagaimana teman kencanmu semalam? Apakah kalian berhubungan se*ks?”
“Ohh siaaaaal Hanaaaa.” See-Ra langsung mencicit dan buru-buru duduk di sofa ruangan Hana, benar-benar melupakan perdebatannya tentang suami temannya itu. “Dia sangat seksi!! Dan dia ternyata adalah ketua dari JinSang Entertainment!!”
"Wow! Bagaimana kamu bisa bertemu orang seperti itu??" Hana tercengang. Dia tahu sahabatnya bisa sangat menawan, tapi tetap saja dia terkejut bisa bertemu seseorang yang begitu besar.
"Oh, kami baru saja bertemu di bar beberapa hari yang lalu sebelum tadi malam, dan langsung merasa cocok!" See-Ra terkikik. "Tapi aku tahu aku bisa merasakan dialah orangnya."
“Tentu saja, aku harap kalian bukan hanya bermain-main.” Hana tertawa sambl menggelengkan kepalanya.
Terdengar suara ketukan pintu beberapa kali. "dr.Kim, Direktur Jeon ingin bertemu denganmu," kata seorang perawat wanita sambil mengintip ke dalam pintu.
“Oh, baiklah aku akan segera kesana. Terima kasih.”
__ADS_1
...----------------...
"Halo, bisakah saya masuk Direktur Jeon?" Hana mengetuk pelan.
"Tentu saja, Hana. Masuklah!" SangHo juga membungkuk sebelum duduk lagi.
Sangho menatap Hana dan menghela nafas dalam-dalam. “Aku tahu suamimu akan memukulmu lagi ketika aku menyadari kita pulang terlalu larut tadi malam.” Matanya mengacu pada pipi Hana yang terlihat bengkak.
“Oh tolong. Lain kali saya perlu membeli concealer yang lebih bagus. Merek ini tidak berfungsi.” Hana memutar matanya.
“Hana, aku tidak suka kamu terluka hanya karena kesalahpahaman suamimu yang tidak masuk. Aku merasa sangat menyedihkan karena tidak bisa berbuat apa-apa tentang itu.”
“Aku baik-baik saja Sangho. Tolong jangan membicarakannya lagi. Kami sudah berbaikan, aku baik-baik saja sekarang.”
“Baiklah jika kamu berkata begitu. Tapi tolong ketahuilah bahwa aku disini untukmu kapan saja, meskipun dulu kamu adalah mahasiswa bimbinganku. Tapi, aku menganggap kita berteman, ingat itu!”
“Ah ya. Ini tentang adikku, dia mengeluh tentang giginya pagi ini. Aku ingin kau menanganinya besok. Jadi kuharap kau bisa mengosongkan jadwal untuk praktek sesi pagimu.”
“Adik? Yang kau pernah ceritakan akan menjadi penyanyi itu?”
“Benar! Dan dia sudah menjadi idol yang lumayan dikenal. Itu sebabnya aku memintamu untuk mengosongkan jadwal besok pagi. Dia tidak ingin ada orang lain yang mengenalnya.”
“Oh baiklah, aku akan melakukan pekerjaan dengan baik besok.” Hana tersenyum.
“Baiklah, kau boleh pergi Hana. Terima kasih.” Sangho sedikit membungkuk pada Hana yang akan pergi.
__ADS_1
...----------------...
“Jadi kau pendatang baru?” Tanya Jinyoung pada seorang gadis remaja yang duduk dengan gugup disampingnya. Tangannya terus memegang erat ujung bajunya.
Ruangan Jinyoung cukup untuk dibilang luas, dengan berbagai alat musik yang berada didalamnya. Kertas-kertas yang berserakan di atas meja, Jinyoung adalah orang yang sangat menyukai musik, dan bekerja keras untuk menciptakan music-musik yang spektakuler.
“I-iya tuan.” Jawabnya singkat. Gadis itu semakin gugup karena Jinyoung terus menatapnya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dia ingin segera debut, dan agensinya menyuruhnya untuk menemui Jinyoung, produser musik terkenal yang telah banyak melahirkan lagu-lagu bagus dan juga sukses membuat penyanyi dibawah didikannya terkenal.
“Tapi itu tidak murah, kau tahu kan? Ada harga, ada kualitas.”
“Ya tuan, aku tahu. Untuk masalah harga, mungkin managerku yang lebih tahu tentang ini, kau bisa langsung membicarakan itu dengannya.” Gadis itu merasa cukup tak nyaman pada Jinyoung yang terus memandangnya dengan cara yang aneh.
“Aku akan memberikan lagu bagus untuk debut pertamamu, aku yakin kau akan berhasil dengan lagu itu. Tapi …”
Gadis itu cukup terkejut dengan tangan Jinyoung yang tiba-tiba mengelus pahanya. Dia hanya menggunakan rok pendek dan hotpants di dalamnya. Gadis itu menatap Jinyoung yang tampak tidak terganggu sama sekali dengan keterkejutan gadis itu.
“Aku bisa saja memberikanmu dua lagu sekaligus hari ini, aku dapat menjamin itu sangat sesuai denganmu. Kamu bisa mulai debut dalam beberapa bulan lagi. Tapi tentu saja ada harga yang harus kau bayar.” Jinyoung menyingkap rok gadis itu. “Kau mengerti kan? Aku rasa kau sudah cukup dewasa untuk bisa mengerti.” Jinyoung tersenyum jahat sambil terus mengelus paha gadis yang kaku karena terkejut dan takut. Dia hanya seorang gadis 18 tahun yang bercita-cita untuk menjadi seorang penyanyi dengan bakat yang dia punya. Dia tidak tahu dia harus membayar dengan harga mahal untuk itu.
“Bagaimana? Kau mau lagu itu hari ini?”
Gadis itu bahkan belum mampu menjawab, saat Jinyoung dengan kasarnya menyusupkan tangannya ke dalam hotpants gadis itu.
“Bersikaplah baik jika kau ingin terkenal.”
Dan Jinyoung pun kembali berbuat hal kejam pada gadis remaja itu. Gadis itu adalah salah satu dari banyaknya idol remaja pendatang baru yang diperdaya oleh Jinyoung, dengan memanfaatkan kuasanya sebagai Produser music terkenal. Jinyoung telah banyak merenggut kepolosan para idol remaja wanita, bahkan diantara mereka juga ada yang masih dibawah umur. Namun Jinyoung yang bejat tidak mempedulikan itu, dia akan tetap meniduri anak dibawah umur sebagai setengah bayaran untuk lagunya. Mungkin jika mereka berani untuk angkat bicara, Jinyoung bisa dijebloskan ke dalam jeruji besi dengan tindak pidana pemerkosaan, karena pada dasarnya Jinyoung adalah orang yang memaksa korbannya, tidak meminta persetujuan.
__ADS_1
Gadis-gadis remaja yang masih murni dan polos, akan terjatuh dalam jeratan Jinyoung. Mereka bahkan mungkin akan menganggap hal itu adalah normal, untuk menjadi seorang idol yang terkenal.