RAHASIA KOTOR SUAMI ABUSIVE

RAHASIA KOTOR SUAMI ABUSIVE
BAB 13 | MELIHATNYA SENDIRI


__ADS_3

"Hana kau baik-baik saja? Apa yang terjadi tadi malam?" Seera bertanya hati-hati, sejak mendengar perkataan Soobin kemarin, Hana menjadi sangat pendiam.


"Menurutmu apa yang harus kulakukan?" Hana akhirnya menangis. "Kau tahu kan? selama ini aku selalu menerima semua tindak kekerasan yang Jinyoung lakukan padaku, karena aku percaya dia melakukannya karena terlalu mencintaiku. Dia yang telah menyelamatkan hidupku yang terpuruk dulu, dia membuatku menggapai cita-citaku. Jika benar dia telah selingkuh, apa yang harus kulakukan? apa yang bisa kulakukan?"


Seera tak mampu berkata-kata, dia hanya bisa memeluk Hana, agar Hana tidak merasa sendiri.


"Maafkan aku, aku mungkin tidak dapat mengerti perasaanmu, tapi saranku lebih baik kau pastikan sendiri. Bisa saja Soobin yang polos salah mengartikan kejadian. Tapi ..., jika benar Jinyoung berselingkuh, lebih baik kau tinggalkan saja dia Hana."


Hana hanya terus menangis dalam pelukan sahabatnya. Jantung berdetak lebih cepat sejak kemarin, dia merasa belum siap untuk mengetahui kenyataan yang akan datang. Hatinya terlalu rapuh, Jinyoung telah menghancurkannya berkali-kali, dan kini Hana tidak siap jika harus mendengar bahwa suaminya berselingkuh darinya entah sejak kapan.


...----------------...


Apa yang diperlihatkan diluar, tidak dapat diartikan keseluruhan tentang apa yang ada di dalam.


Jinyoung, dia memiliki pamor seorang produser musik jenius dan juga pekerja keras. Seorang family man dan juga berwibawa. Namun siapa sangka dibalik itu semua, Jinyoung adalah seorang penjahat kela*min, Memanfaatkan kekuasaannya dna kepintarannya untuk meniduri banyak wanita, bahkan memaksa gadis di bawah umur untuk melayaninya.


"Jika kau terus bersikap naif seperti itu, aku benar-benar akan membuatmu takkan pernah berkarir di dunia musik seperti yang kau impikan," bentak Jinyoung pada gadis yang berusia 19 tahun.


Dia adalah seorang penyanyi pendatang baru dari sebuah agensi kecil. Managernya menyuruhnya untuh menemui Jinyoung, agar dia bisa menjadi penyanyi yang sukses. Namun gadis itu itu kini ketakutan, masalahnya jinyoung menyuruhnya bernyanyi sambil melepas pmseluruh pakaiannya. Tentu saja gadis itu itu takut dan segera menolak.

__ADS_1


"Jika kamu memang tidak berniat untuk menjadi penyanyi, tolong segera keluar! Masih banyak hal yang harus aku kerjakan.


"T-tapi tuan, a-aku takut ..." suara gadis itu parau karena menahan tangis.


" Lakukan atau pergi dari sini!" Jawab Jinyoung Acuh.


Dengan berat hati gadis itu membuka pakaiannya satu persatu sampai tidak tersisa satu helai benangpun.


Jinyoung memperhatikan bagaimana gadis muda dan cantik itu membuka seluruh pakaiannya. Tidak bisa dipungkiri, Jinyoung benar-benar kagum dengan bentuk lekuk tubuh gadis itu.


"Benar-benar sempurna."


Gadis itu mendekat sambil berlinang air mata. Rasa takut dan juga malu bercampur dalam jiwanya. Setelah gadis itu duduk, Jinyoung dengan cepat mencoba menyentuh area sensitif gadis itu. Membuat gadis itu ketakutan sambil menjauh dari Jinyoung.


"Sial, jangan buat aku marah dan melakukan hal kasar padamu. Kau benar-benar akan menyesalinya. Sekarang mendekatlah dan jafilah gadis penurut, aku bisa menjamin karirmu, selama kau mampu melayaniku dengan baik." Jinyoung menarik lengan gadis itu dengan kasar dan mendudukkannya di pangkuan Jinyoung.


"Sekarang, diamlah dan berhenti menangis!!! Atau aku akan merobek mulutmu jika aku samoai mendengar tangisan bodohmu itu. Paham?" Jinyoung mencengkram erat pinggangnya.


"P-paham tuan," gadis itu dengan susah payah menahan tangisannya, dia sangat takut dengan ancaman Jinyoung.

__ADS_1


Jinyoung mulai mencium gadis itu, perlahan mulai membaringkannya. Namun suara pintu yang di buka keras membuat Jinyoung dan gadis itu terlonjak kaget.


"H-hana," Jinyoung tidak mempercayai apa yangbdilihatnya sekarang.


Istrinya sedang berdiri di hadapannya dengan mata merah dan bengkak.


"S-sayang ini tidak seperti yang kau fikirkan, gadis ini menggodaku dan terus memaksaku untuk menyentuhnya," Jinyoung mencoba mengahmpiri Hana.


Hana melihat ke arah gadis yang sedang memeluk tubuhnya yang polos sambil menangis.


"Sayang, ayo kita pulang dan bicarakan hal ini baik-baik," Jinyoung meraih tangan Hana, namun dengan cepat dihempasnya.


"Cukup!!! Aku tidak ingin bicara denganmu. Berhenti menyentuhku!!!"


Hana hendak pergi, namun langkahnya terhenti saat Jinyoung berlutut dan memeluk kakinya.


"Hana aku mohon dengarkan aku, aku benar-benar di jebak. Tiba-tiba saja saat aku menyuruhnya rekaman. Dia langsung bertelan*jang dihadapanku, aku menolaknya berulang kali. Namun dia dengan gila terus menggodaku, sungguh sayang. Aku tidak mungkin berkhianat padamu." Jinyoung menangis sambil terus bersimpuh.


"Tolong lepaskan kakiku! Beri aku waktu untuk sendiri, untuk berfikir dengan tenang.Aku tidak ingin bicara pasa siapapun dalam beberapa hari." Hana mendorong Jinyoung dan terus pergi tanpa menoleh pada Jinyoung yang berteriak.

__ADS_1


"Hanaaaa, jangan tinggalkan aku!!! Aku bisa gila tanpamu, ku mohon dengarkan aku!!!"


__ADS_2