Rahim Pengganti Sang Asisten Rumah Tangga

Rahim Pengganti Sang Asisten Rumah Tangga
Eps 3 RPS (ART)


__ADS_3

Setelah selesai menandatangani surat perjanjian pernikahan Cahya segera keluar dari ruangan CO dia yang terburu-buru tidak memperhatikan sekitarnya seketika menabrak seseorang


"maaf maaf tuan saya tidak sengaja" pria yang ditabrak oleh Cahya terpesona melihat kecantikan alami Cahya yang tanpa polesan makeup


"tidak apa, perkenalkan saya Arya Winata"


"Cahya Tuan"


"Jangan panggil saya Tuan panggil saja Arya"


"Ba baik Tu... ech maksud aku mas Arya!" Ucap Cahya tersenyum membuat Arya terpana seketika


"Cantik sekali gadis ini" Gumam Arya


"saya harus bertemu dengan pak Dafa, ini kartu nama saya siapa tau kamu bisa membutuhkan bantuan disitu ada nomor ponsel saya, saya pergi dulu" Arya menyerahkan kartu namanya dan berjalan menuju ruang CO. Cahya menerima kartu nama Arya dan membacanya sekilas ia pun berjalan menuju ke parkiran.


Setelah sampai di parkiran ia memilih berjalan menyusuri trotoar dan tak jauh dari situ ada sebuah taman, Cahya ingin menyebrang namun ada seseorang berteriak dari arah berlawanan dengan tempat berdirinya Cahya


tolong


tolong


tolong


dari Jarak lima belas meter Cahya dapat melihat seorang pencopet sedang berlari ke arahnya ketika pencopet itu semakin dekat Cahya segera bersembunyi di sebelah mobil yang berada di tempat tersebut kemudian Cahya menjulurkan salah satu kakinya pencopet yang tidak memperhatikan Jalannya langsung saja tersungkur ke depan dan tas yang ia copet tadi mendarat tepat di bawah kaki Cahya. Cahya pun segera mengambil


"Makasih ya Nak, kamu udah tolongin Tante dari pencopet tadi" Ucap seorang ibu yang sudah tidak mudah lagi namun masih terlihat Cantik dan elegan sepertinya dia bukan orang sembarang terlihat dari pakaian yang ia pakai dan tas yang hampir saja di bawah kabur sama si pencopet


"Iya Nyonya, sama-sama ini tasnya" Cahya tersenyum dan memberikan tas tersebut kepada pemiliknya


sementara si pencopet sudah diamankan masa dan akan dibawah ke pihak yang berwajib agar dia dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya


"Nama kamu siapa Cantik"


"Cahya Nyonya" Ucapnya dan mengulurkan tangannya menyalami Nyonya pemilik tas


"Jangan panggil Nyonya panggil saja Tante As" Ucap Nyonya Asmirandah yang tak lain adalah Ibunya Dafa


"Iya Tante"


"Boleh ngak temani Tante ke taman" pinta Bu Asmirandah


"boleh Tante, kebetulan aku juga mau ke taman"


Cahya dan Nyonya Asmirandah berjalan ke taman mereka mendaratkan bokong mereka masing-masing di kursi panjang yang ada di sebuah taman

__ADS_1


"Cahya kamu baik dan Cantik Tante suka banget sama kamu gmn kalo kamu Tante Jodohin sama anak Tante" ucap Nyonya Asmirandah to the poin ketika mereka sudah duduk di kursi panjang yang berada di taman tersebut ia menyukai sosok Cahya yang lembut dan baik hati. Cahya terkejut mendengar tawaran Nyonya Asmirandah


"maaf Tante aku udah punya calon" Cahya menolak dengan lembut agar wanita cantik didepannya ini tidak tersinggung dengan penolakannya


"ya! padahal Tante pengen kamu jadi mantu Tante" Nyonya Asmirandah terlihat sedih ketika mengetahui Cahya sudah mempunyai Calon suami


"semoga Tante bisa dapat mantu yang secantik dan sebaik kamu Cahya" Tante Asmirandah mengelus lengan Cahya lembut dan tersenyum kepadanya


"Amin, Insyaallah tante jika Jodoh pasti Takan kemana dan akan ketemu" Cahya tersenyum dan mengelus lengan Tante Asmirandah


"Tante, aku pulang dulu ya"


"Assalamualaikum" Cahya menyalami dan mencium punggung tangan Tante Asmirandah


"waalaikum salam, hati-hati sayang" Balas Tante Asmirandah mengelus kepala Cahya ketika Cahya menyalami dan mencium punggung tangannya


...****************...


Tut


Tut


Tut


Bunyi ponsel Nyonya Asmirandah


"waalaikum salam sayang gimana kabar kamu Nak?" Tanya Nyonnya Asmirandah ketika panggilan telpon tersambung. Panggilan tersebut dari putra kesayangannya siapa lagi kalo Bukan Dafa Abraham


"Baik Mama ku sayang"


"Tumben kamu nelpon ada apa ni"


"Mama sekarang dimana ni, ada hal penting yang harus Dafa sampaikan untuk mama"


"Baiklah, mama sekarang di taman dekat kantor mu jemput mama sekarang"


"ok. mama jangan kemana-mana aku jemput sekarang ya"


"Assalamualaikum ma"


"waalaikum salam"


Lima menit kemudian Dafa sudah sampai ditaman iapun mengedarkan pandangannya menyusuri setiap orang yang ada di taman dan pandangannya tertuju pada wanita cantik yang tak mudah lagi, yang sangat ia sayangi dan hormati yang telah melahirkan dirinya ke dunia ini


"Mama" Dafa memeluk Bu Asmirandah dari belakang

__ADS_1


"sayang kamu sudah datang sini duduk" Bu Asmirandah menepuk tempat duduk di sampingnya. Dafa pun berjalan memutari kursi panjang dan duduk di samping Bu Asmirandah


"Dafa, tadi mama tuh ketemu sama seorang gadis cantik sekali dan baik, sepertinya dia gadis yang mandiri dia nolongin mama tadi ketika tas mama di jambret, aduh mama tuh senang banget sama dia udah cantik, baik, mandiri sopan lagi anaknya. Gimana kalo mama Jodohin kamu sama dia aja" cerita Bu Asmirandah kepada putranya tentang sosok Cahya yang baru saja ia temui namun sudah membuat Bu Asmirandah menyukainya


Dafa hanya tersenyum menanggapi cerita Bu Asmirandah dia penasaran tentang gadis yang di cerita kan mamanya, dia pasti gadis yang istimewa sehingga mamanya senang kepada gadis tersebut pada pertemuan pertama mereka "Ma ada hal yang penting yang akan Dafa sampaikan" Ucap Dafa memberitahukan ia akan menyampaikan hal penting untuk sang mama


"apa itu, sepertinya sangat serius"


"Dafa akan menikah lagi ma" Dafa sengaja tak memberi tahukan kepada Bu Asmirandah tentang tujuan sebenarnya dari pernikahannya dengan Cahya


"menikah Dengan siapa, kamu sudah mengetahui bobot bibit dan bebetnya Jangan asal cari istri ya, kenalin dulu sama mama" Cerocos Bu Asmirandah panjang lebar, ia adalah ibu yang sangat teliti untuk memilih calon menantunya harus dari keluarga terpandang dan bobot, bibit dan bebetnya harus jelas


"Ntar malam Dafa dan Anindita akan mengantarkan Cahya untuk makan malam sekalian mama bisa kenalan"


"Tunggu tunggu namanya tadi siapa"


"Cahya! mama"


"namanya kok sama ya seperti gadis yang tadi nolongin mama dari pencopet, Dafa yang tadi mama ceritain sama kamu" Bu Asmirandah begitu bersemangat ketika mengetahui nama Calon Istri kedua putranya


"ma! yang namanya Cahya itu banyak bukan satu"


"Iya juga sih, Dafa tapi mama berharap gadis tadi bisa berjodoh dengan kamu" Dafa hanya menarik nafas dan tersenyum menanggapi ucapan mama Asmirandah


"mama nanti aku share tempatnya" mama Asmirandah tersenyum ke arah putranya dan mengangguk mengiyakan


"mama udah ngak usah di pikirin ya, Insyaallah pernikahan kedua Dafa ini pasti akan memberikan mama cucu" ucap Dafa menghibur mama Asmirandah yang pengen melihat putra semata wayangnya memeliki anak.


"ma Dafa antar ya"


"ngak usah mama masih disini sebentar lagi mama pulang kok"


"ya udah Dafa duluan ya mama, Assalamualaikum Alaikum" mencium pipi mama Asmirandah dan juga menyalami dan mencium punggung tangan mamanya


"waalaikum salam nak hati-hati" Mama Asmirandah mengelus pucuk kepala Dafa dan mencium dahi putranya


Bersambung................


maaf ya Kaka semua Novel saya lagi di revisi mohon maaf atas ketidak nyamanannya 🙏🥰🤗


...****************...


Mohon dukungannya ya...kini Author sedang mengikuti event/Lomba 🙏🙏😊


Jangan Lupa tinggalkan jejak like, komen dan Votenya. Jangan Lupa tambahkan Novel ini ke dalam daftar novel Favorit para readers ya agar selalu dapat Notifikasi part berikutnya 🤗🥰

__ADS_1


Semoga para readers semuanya sehat selalu dan dimudahkan rezeki dan segala urusannya oleh Tuhan 🤲🤲


makasih semuanya 😘🙏


__ADS_2