
Hari H Pernikahan
Ruang tamu tuan Dafa Abraham suda disulap menjadi tempat akad nikah. dihadiri keluarga terdekat saja karena pernikahan ini akan disembunyikan dari publik tidak ada resepsi hanya ada ijab Kabul saja. Semua tamu undangan telah hadir dari kerabat dekat Dafa.
Nyonya Asmirandah telah hadir di kediaman putra satu-satunya ia pun berjalan menghampiri Dafa yang sedang bercengkrama dengan putri sulung dan juga menantunya
"Dafa sayang" Bu Asmirandah merangkul lengan putranya
"mama! baru datang ya?" Dafa mengecup pipi Mama Asmirandah
"hmmm ! makasih ya sayang akhirnya kamu mau menikah lagi kalo saja dari dulu kamu mau menikah mungkin anak kamu udah besar" Mama Asmirandah tersenyum ke arah Dafa "akhirnya sebentar lagi aku punya cucu lagi, ah senangnya" mama Asmirandah sangat bahagia dengan pernikahan Dafa yang kedua ini
"iya mama" ucap Dafa dan diikuti anggukan kepalanya
"Berlina dimana Cucu ku yang cantik itu" tanya mama Asmirandah kepada putri sulungnya
"di kamar mempelai wanita ma" jawab Berlina mamanya Zahra sahabat Cahya
"ya udah mama mau lihat calon mantu mama dulu pasti dia sangat cantik" Bu Asmirandah meninggalkan anak dan menantunya ia pun menaiki tangga menuju ke kamar dimana Cahya berada sebelum sampai ke atas mama Asmirandah bertemu dengan menantunya Anindita
"mama" sapa Anindita
"hmm Anindita, oh iya mama mau bilang kamu harus bisa mengerti posisi Dafa sekarang jangan halangi Dafa untuk tidur di kamarnya Cahya karena mama ingin segera mempunyai cucu, paham kamu?" Ucap Bu Asmirandah ketus dan berjalan menaiki tangga
Anindita sedih mendengar ucapan mertuanya yang dingin dan ketus kepadanya. Anindita menatap punggung mertuanya yang semakin menghilang dari pandangannya
"aku pastikan mama sebentar lagi akan mendapatkan cucu" batin Anindita iapun melangkah untuk menemui sang suami yang sudah berada di lantai bawa
"Oma" Ucap Zahra ketika melihat Oma Asmirandah di depan pintu
"sayang kamu disini ya, pasti penasaran sama calon istri om kamu kan? wah Cahya kamu cantik sekali" Bu Asmirandah berjalan menghampiri calon menantunya yang sebentar lagi akan sah menjadi istri kedua dari putranya
"aduh Oma aku dan Cahya itukan sahabat, tentu saja aku akan selalu menemani sahabat ku ini di hari bahagianya" ucap Zahra menatap Cahya dengan penuh kasih sayang dan merangkul lengan Cahya
"hah kalian sahabat kok Oma ngak tau sih" Oma Asmirandah kaget ia baru mengetahui jika cucu kesayangannya dan juga calon menantunya adalah sahabat
__ADS_1
"iya mama kami sahabat" ucap Cahya meyakinkan calon mertuanya
"Assalamualaikum Nyonya" sapa Bu Saskia
"waalaikum salam, ini pasti gurunya Cahya ya Bu Saskia" tebak Bu Asmirandah
"iya Nyonya" jawab Bu Saskia Rama
"jangan panggil saya Nyonya, panggil saja mba sepertinya umur kita tidak terlalu jauh berbeda" ucap Bu Asmirandah ramah
"Saskia makasih ya kamu sudah menyayangi dan mendidik Cahya dengan baik, sehingga dia menjadi gadis yang penyayang, santun lemah lembut dan baik" Bu Asmirandah menggenggam tangan Bu Saskia
Bu Saskia terkejut dan salah tingkah dengan sikap calon mertua Cahya ini, orang kaya namun sangat baik dan tidak memandang kasta orang yang lebih rendah dengan sebelah mata "alhamdulilah Cahya mendapat mertua yang baik dan tidak sombong walaupun mereka adalah orang-orang kaya" batin Bu Saskia
"iya mba! Cahya sudah saya anggap seperti putri saya sendiri dia gadis yang baik dan penyayang dan juga gadis yang sangat cerdas, saya sangat bahagia ketika mengetahui Cahya akan menikah akhirnya ada yang selalu menjaga dan melindungi. dia gadis yang sabar dan kuat, sedari kecil dia telah kehilangan kedua orangtuanya karena sebuah kecelakaan" Bu Saskia mengingat bagaimana menderita nya Cahya ketika kecil
Bu Saskia menemukan Cahya kecil seorang diri sedang menangis sambil berjalan di trotoar jalan ia yang merasa ibah akhirnya membawa Cahya ke panti asuhan Bunda kasih sebenarnya Bu Saskia ingin merawat Cahya namun keadaan ekonominya saat itu sangat sulit akhirnya dia memutuskan untuk menitipkan Cahya ke panti asuhan Bunda kasih namun Bu Saskia tak melepas Cahya begitu saja dia selalu menjenguk memberi pengertian, nasehat dan semangat. kadang-kadang ada kelebihan rezeki dia akan membeli buku, pakaian dan mainan untuk Cahya.
Mereka lagi asyik berbincang Bi Mina datang dan memberi tahu jika penghulu sudah tiba di tempat akad
"aduh nak Cahya cantik sekali" ucapnya ingin menghampiri namun takut dimarahi Nyonya besar
"Bi mari sini" panggil Cahya agar bi Mina mendekat. Bi Mina ragu dan menatap Nyonya besar, Bu Asmirandah pun mengangguk mengiyakan
"aduh sahabat ku cantik sekali" ucap Randi ketika ia masuk ke kamar Cahya tanpa permisi dan tak menghiraukan ibu-ibu yang sedang menatapnya dan merangkul pundak Cahya
"eh eh ngapain kamu datang-datang langsung main peluk calon mantu saya" Bu Asmirandah segera mengeluarkan tangan Randi dari pundak Cahya
"Oma, dia itu Randi sahabat Zahra dan Cahya" Zahra memberi tahu kepada Oma Asmirandah agar wanita paruh baya itu tidak salah sangka
"assalamualaikum Oma maaf" Randi berdiri dan membungkukkan badannya meminta maaf
"ya udah kamu ngapain kesini" tanya Oma Asmirandah ketus menatap Randi
"saya datang untuk memberi tahu bahwa pengantin wanita segera turun karena ijab Kabul akan segera di laksanakan" ucap Randi menjelaskan kedatangannya.
__ADS_1
"kamu duluan Randi dan melaporkan pengantin wanita segera turun" Bu Asmirandah
"iya Oma" Randi langsung tancap gas ke lantai bawa
...****************...
Cahya terlihat sangat cantik dengan kebaya warna putih tulang dan rok batiknya, Rambut yang ditata dengan rapi sangat kontras dengan kulit putihnya. Cahya sedang berjalan menuruni tangga dengan didampingi Bu Asmirandah di sebelah kanannya dan Bu Saskia disebelah kirinya dan juga ada Zahra dan Bi Mina yang berada di belakang Cahya. semua mata tertuju pada pengantin wanita yang simpel dan sederhana namun terlihat anggun dan menawan. Dafa tanpa sadar terpaku dengan kecantikan Cahya ia tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun ke tempat lain terus memandangi Cahya bahkan ketika Cahya sudah duduk di sampingnya. kesadaran Dafa kembali tat kala lengannya di cubit Kaka ipar yang duduk tepat di belakangnya
"Jangan terpesona gitu" ucap Bagas Kaka ipar Dafa setelah mencubit lengan Dafa
"Tuan Dafa silahkan jabat tangan saya ijab Kabul segera dilaksanakan" Ucap pak penghulu Dafa pun menjabat tangan penghulu
"Saudara Dafa Abraham bin Rafa Putra Abraham saya kawinkan dan nikahkan engkau dengan saudari Cahya Damayanti Binti Burhan Hatta dengan mas kawin Satu set perhiasan dibayar tunai" penghulu
"saya terima Nikah dan kawinnya Cahya Damayanti Binti Burhan Hatta dengan mas kawin Satu set perhiasan dibayar tunai" denga Satu tarikan nafas Dafa mengucapkan ijab Kabul
bagaimana para saksi
Sah Sah Sah
ucap para saksi bersamaan dan diikuti dengan hadirin yang hadir
"Alhamdulilah akhirnya kalian berdua sah menjadi suami istri di mata tuhan dan agama" ucap penghulu dan memanjatkan doa agar rumah tangga Dafa dan Cahya menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah diaminkan oleh semua orang yang hadir
setelah Dafa selesai memasangkan cincin di jari Cahya dan Cahya juga memasangkan cincin di jari Dafa, Cahya langsung meenyalami dan mencium punggung tangan Dafa dan Dafa refleks mencium kening Cahya. Cahya yang merasakan ciuman Dafa di keningnya seketika menarik kembali wajahnya yang sudah merah padam karena terkejut dan salah tingkah. mama Asmirandah yang melihat kejadian tadi sangat senang lain halnya dengan Anindita yang baru saja masuk karena dia harus keluar mengangkat telpon dari mamanya sangat terkejut dengan tingkah Cahya dan Dafa ia mengepalkan tangannya "kenapa harus ada adegan ciuman punggung tangan suamiku dan juga mas Dafa kenapa harus mencium kening Cahya seakan-akan mereka sepasang pengantin yang sangat berbahagia" batin Anindita ada Amar yang terlintas di benaknya tat kala melihat semua adegan Cahya dan Dafa
Bersambung.........
...****************...
Mohon dukungannya ya...kini Author sedang mengikuti event/Lomba 🙏🙏😊
Jangan Lupa tinggalkan jejak like, komen dan Votenya. Jangan Lupa tambahkan Novel ini ke dalam daftar novel Favorit para readers ya agar selalu dapat Notifikasi part berikutnya 🤗🥰
Semoga para readers semuanya sehat selalu dan dimudahkan rezeki dan segala urusannya oleh Tuhan 🤲🤲
__ADS_1
makasih semuanya 😘🙏