
[Ding!]
[Quest: Goa ini dulunya ditinggali oleh ‘Seseorang’. Dia menyembunyikan Goa ini berharap agar suatu saat di temukan oleh takdirnya]
[Syarat penyelesaian: ]
[1. Carilah apa yang ditinggalkan oleh ‘seseorang’ yang dulunya tinggal disini]
[2. Ada orang lain yang menemukan goa ini terlebih dahulu, anda harus bertarung dan mengalahkannya agar harta yang ada didalam goa tidak diambil olehnya (Selesai)]
[Tingkat quest: SS ]
[Hadiah: Teknik ????, Lightning sword bintang 5, Tungku alkimia bintang 4, Pil Naga tingkat 6 (Menengah), Pil penyembuh tingkat 4 (Rendah), 75.000 exp]
[Batas waktu: - ]
“Eh? Dia mati!” Chen Li terkejut melihat Panel Quest yang dimana dia harus mengalahkan pria itu berhasil diselesaikan. Padahal Chen Li tidak menyerang pria itu satu serangan pun. Tapi itu terhitung bahwa Chen Li telah menyelesaikannya.
“Jelas sekali bahwa syarat penyelesaian adalah dengan cara aku yang harus mengalahkannya. Apakah mungkin ada bug?”
Memang ada beberapa bug pada game metaverse martial art. Tapi Chen Li tidak mengira bahwa bug itu akan sangat parah, hingga dia dapat dihitung sebagai mengalahkan pria itu. Padahal yang membunuhnya adalah batu dengan Qi hitam dan putih itu.
“Sepertinya nama dari teknik yang bertanda tanya ini berhubungan dengan batu itu!” kata Chen Li sambil melihat teknik yang masih tidak diketahui itu.
“Hm~ Kira-kira teknik seperti apa ini...”
“Nanti aku pasti akan tahu, jika mencari apa yang ditinggalkan oleh ‘seseorang’ itu!”
Chen Li terlalu fokus memikirkan tentang teknik yang tidak diketahui itu. Dia tidak menyadari bahwa ada bahaya yang mengintainya, sampai jiwa Chu Ehuang yang harus memberitahunya.
“Lihatlah Qi pada batu itu, sepertinya ingin menyerangmu!" kata jiwa Chu Ehuang.
Qi pada batu itu menargetkan Chen Li sebagai musuhnya. Qi putih dan hitam mulai pekat pada batunya, dan Qi putih mulai menyerang Chen Li.
Setelah Chen Li menoleh ke arah batunya, dia melihat Qi putih sedang melesat ke dirinya dengan sangat cepat. Tentunya Chen Li terkejut karena dia terlalu fokus melihat Panel Quest. Dia mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanannya dan menggunakannya untuk menahan serangan dari Qi putih itu.
Chen Li ingin menyerangnya agar serangan miliknya berbenturan dengan Qi putih. Namun, dia tidak sempat untuk menyerangnya dan berakhir menggunakan teknik armor body yang didapatkan dari membunuh seorang pembunuh kemarin agar pertahanannya sedikit meningkat.
__ADS_1
Tubuh Chen Li diselimuti oleh armor yang cerah dan tembus pandang.
Qi putih berbenturan dengan pedang Chen Li, dan berhasil menembus pedang Chen Li. Teknik armor body tidak dapat menahan serangan dari Qi putih, dan teknik armor body retak sampai Chen Li berakhir terkena serangannya pada perutnya.
Tentu saja teknik armor body tidak dapat menahan serangan Qi putih karena teknik ini hanya peringkat E, sedangkan Qi putih sangat kuat.
“Bruk!” suara benturan.
“Ugh! Serangannya sangat kuat...” Chen Li terbentur dan jatuh terduduk. Serangan itu sangatlah kuat, sampai-sampai Chen Li terluka parah pada organ bagian luar dan dalam.
Darah keluar dari mulutnya, dan bajunya juga robek. Chen Li juga tidak bisa menggerakkan tubuhnya sedikitpun.
“Ini... Uhuk! Sangat menyakitkan!” kata Chen Li sambil batuk darah.
“A-ah, apakah kamu baik-baik saja Chen Li?” jiwa Chu Ehuang panik karena Chen Li terluka parah.
“Ti-tidak sama sekali!” jawab Chen Li.
Tentunya setelah Qi putih menyerang maka Qi hitam yang selanjutnya akan menyusul untuk menyerang. Chen Li melihat Qi hitam mulai akan menyerang, dia hanya bisa pasrah menerima nasib yang menimpanya.
“Eh! Chen Li cepatlah pergi!"
“Sekarang Qi hitam yang akan menyerangmu!”
“Cepatlah tangkis, menghindar atau lakukan sesuatu...”
Jiwa Chu Ehuang panik karena dia tidak memiliki cara untuk membantu Chen Li. Dia hanyalah sesosok jiwa yang hanya bisa mengikuti Chen Li karena ingin melihat dunia.
Jiwa Chu Ehuang merasa bersalah kepada Chen Li karena tidak dapat membantunya. Dia menangis sambil berkata, “Maafkan aku Chen Li... Huhuhu... Aku tidak bisa membantu sama sekali...”
“Untuk... apa kamu... menangis? Kamu... Uhuk! tidak bersalah sama sekali!” kata Chen Li.
Serangan dari Qi hitam telah sangat dekat dengan Chen Li. Namun, Qi hitam tiba-tiba berhenti di dekat Chen Li.
Qi hitam itu terkejut saat berada di dekat Chen Li, dan dia mulai mengendus-endus tubuh Chen Li.
“Eh? Huh?” Chen Li bingung terhadap apa yang dilihatnya.
__ADS_1
“Eh? Apa Qi hitam ini seekor anjing?” kata jiwa Chu Ehuang sambil kebingungan juga.
Qi hitam itu tidak melakukan apa-apa selain mengendus dan mengelilingi Chen Li. Chen Li seperti memiliki ‘sesuatu’ yang membuat Qi hitam itu tertarik kepada dirinya.
“Apa Qi hitam ini mencari sesuatu di tubuhku?”
“Mungkin Qi hitam ini menyukaimu?” kata jiwa Chu Ehuang.
Chen Li tidak mengetahui apa yang membuat Qi hitam itu tertarik kepada dirinya sampai-sampai dia berhenti menyerang. Ini pertama kalinya Chen Li merasakan hal aneh seperti ini, karena di saat bermain game dia tidak pernah melalui hal seperti ini.
‘Qi hitam dan putih ini begitu misterius...’
‘Aku pikir aku telah mengetahui semua hal tentang game metaverse martial art ini. Tapi sepertinya tidak...,’ batin Chen Li.
Padahal dari serangan dari Qi hitam itu Chen Li dapat dipastikan akan mati, tanpa melawan sekalipun karena betapa kuatnya Qi hitam dan Qi putih itu. Sama halnya seperti pria yang sebelumnya dibunuh oleh Qi hitam, padahal dia berada pada tingkat aura kuning. Tapi masih tidak dapat melawan balik Qi hitam dan putih ini.
‘Apa yang sebenarnya Qi hitam ini cari?’ batin Chen Li.
Sedangkan Qi putih, dia juga kebingungan dengan apa yang dilakukan Qi hitam itu. Bukannya membunuhnya malah mengendus-endus Chen Li yang sekarat itu.
Qi putih lalu mulai menghampiri Chen Li secara perlahan. Kali ini, Qi putih tidak menyerang karena penasaran dengan apa yang diendus oleh Qi hitam.
Akan tetapi, Qi putih tidak merasakan apapun pada tubuh Chen Li. Dia semakin bingung dan bingung karena Qi hitam mengendus tubuh Chen Li.
Itu bukan perilaku Qi biasa pada umumnya. Qi hitam dan putih seperti memiliki kesadaran dan kecerdasan, sama halnya seperti hewan.
......................
10 menit kemudian. Qi hitam berhenti mengendus-endus tubuh Chen Li.
Qi hitam mulai pekat dan semakin pekat. Qi putih juga semakin pekat, karena mengira Qi hitam akan menyerang Chen Li.
Chen Li yang melihat Qi hitam dan putih mulai pekat, dia mengira bahwa Qi hitam itu mulai akan menyerang dirinya lagi. Namun, Qi hitam tidak menyerang Chen Li, tapi malah memasuki tubuh Chen Li melalui mulutnya.
Chen Li merasa kesakitan akibat Qi hitam itu, dia berteriak dengan sangat kencang.
“Aaaaahhhh!!”
__ADS_1