
Tanpa pikir panjang, Chen Li melesat ke arah monster-monster itu. Dia juga membuat klon monster-monster menggunakan teknik lanjutan dari teknik darkness domain yaitu, shadow of death. Sehingga itu membuat pertempuran antara pasukan monster dan pasukan Chen Li yang terdiri dari klon.
[Anda mendapatkan 10.400 exp]
[Anda mendapatkan 15.040 exp]
[Anda mendapatkan 21.345 exp]
[Anda mendapatkan 35.000 exp]
[Anda mendapatkan 48.900 exp]
[Selamat, anda telah naik level!]
[Level anda sekarang 95]
Meskipun Chen Li telah banyak membunuh monster-monster, tetapi yang hidup masih banyak yang tersisa, sehingga itu membuat Chen Li tanpa beristirahat sekalipun. Dia terus melanjutkan membunuh monster-monster yang tersisa itu, sampai-sampai darah dari monster yang dibunuhnya hampir memenuhinya tubuhnya.
Ada yang gemetar ketakutan, ada yang ingin melarikan diri, tetapi berhasil dibunuh oleh Chen Li, sehingga dia membunuh semua monster tanpa tersisa sedikitpun.
[Anda mendapatkan 21.345 exp]
[Anda mendapatkan 35.675 exp]
Chen Li berada di atas bukit monster yang sebelumnya dia bunuh itu. Dia menatap ke atas langit malam yang penuh dengan bintang sambil tubuhnya penuh dengan darah dari monster yang dia bunuh.
“Aku telah banyak membunuh monster, dan sekarang hanya tersisa beberapa monster yang berada di wilayah lain,” kata Chen Li sambil melihat tangannya yang penuh dengan darah. Chen Li sekarang masih berada di wilayah monster elang hitam bersayap empat tingkat A, dia ingin pergi ke wilayah lain untuk membunuh monster tingkat B ke bawah, agar saat dia melawan monster tingkat A tidak ada yang mengganggunya.
__ADS_1
“Kamu seperti seorang pembunuh berantai,” kata jiwa Chu Ehuang sambil melihat tubuh Chen Li yang penuh dengan darah dari monster yang dibunuhnya.
“Aku harus pergi dulu untuk membersihkan tubuh yang penuh darah ini. Jika tidak, aku takut monster tingkat A akan mengincarku,” Chen Li melompat ke bawah dari tumpukan monster, dia berjalan menjauh dari tumpukan monster itu. Di tengah perjalanannya, dia semakin menghilang ke dalam bayangannya agar dapat dengan cepat pergi untuk membersihkan tubuhnya dan mengganti bajunya.
Kecuali monster tingkat A, monster-monster yang lain dapat bergerak dengan bebas di ketiga wilayah monster tingkat A. Namun, tidak sepenuhnya mereka akan aman, karena monster tingkat A sering pergi untuk mencari mangsa yang dapat dimakan.
......................
Di sisi lain.
Ada lima orang yang berlari dan melompat dari pohon ke pohon lain, menuju desa pemula bagian selatan. Mereka adalah murid dan tertua dari sekte pedang. Tiga dari mereka berlima adalah tertua yang diantaranya adalah dua pria dan 1 wanita. Sedangkan dua lainnya masing-masing adalah seorang satu pria dan satu wanita.
“Tertua ke sembilan, apakah kita benar-benar akan pergi ke tempat desa monster itu?” tanya seorang murid pria yang sedang mengikuti tertua itu berlari.
“Ya, kau benar. Jika kita terus membiarkan desa itu, maka monster-monster yang berada di sana akan menjadi semakin kuat dan berbahaya. Oleh karena itu kita harus membunuh monster-monster yang berada di desa itu,” jawab tertua sembilan.
“Tertua, kenapa kita tidak membawa banyak orang saja, karena desa itu penuh dengan monster. Aku takut kita tidak akan sanggup untuk membunuh mereka semua,” kata seorang murid wanita.
“Apakah monster-monster disana itu sangat kuat, sampai-sampai tidak ada yang berani untuk ikut membunuh monster di desa itu?” tanya murid wanita itu.
“Kalau di luar desa hanyalah monster lemah, tetapi di dalam desa lah yang sangat berbahaya, yang dimana mereka itu adalah monster tingkat A,” jawab tertua wanita.
“Huh! Bukankah itu setara dengan ranah aura hijau?!” murid pria itu terkejut mendengar bahwa ada monster tingkat A yang berada di desa monster itu.
“Ya, kamu benar, maka dari itu kalian harus mencegah monster-monster di bawah tingkat A, sehingga saat kami bertiga melawan monster tingkat A tidak akan terganggu. Mengerti?” kata tertua sembilan.
“Ya, saya mengerti!” murid pria dan wanita itu mengucapkannya secara serempak.
__ADS_1
......................
Suara air mengalir terdengar di antara sunyinya malam. Di malam yang gelap itu, hanya suara air mengalir dan beberapa burung yang masih berbunyi. Di tengah mengalirnya air itu, ada seseorang yang sedang mandi, yang dimana dia terlihat karena cahaya bulan yang terang.
Seseorang itu adalah Chen Li yang tengah mandi dan membasuh tubuhnya di sebuah sungai. Sungainya agak jauh dari desa pemula itu yang dia temukan di saat bermain game.
Sungai itu mengalir dari desa pemula di selatan ke desa pemula di timur, sehingga kadang juga para player pemula memancing berharap dapat ikan yang besar agar dapat di jual ataupun dimakan.
“Baunya sangatlah amis. Jika saja aku memiliki sampo dan sabun, maka aku tidak perlu khawatir akan kotoran-kotoran yang menempel pada tubuhku.”
“Aku harus menggosoknya beberapa kali, agar bau amisnya menghilang,” kata Chen Li sambil menggosok tubuhnya yang sebelumnya penuh dengan darah monster.
“Sampo? Apa itu sampo? Dan sabun juga, apa itu?” tanya jiwa Chu Ehuang yang mendengar Chen Li mengucapkan sesuatu yang tidak pernah dia dengar.
“Sampo itu untuk membuat rambut wangi, harum berkilau, sedangkan sabun itu bisa membuat tubuh jadi bersih dari kotoran, keringat dan debu,” jawab Chen Li. Ini adalah pertama kalinya Chen Li menjawab pertanyaan tentang hal-hal yang jiwa Chu Ehuang tidak pernah dia dengar.
Sebelumnya jiwa Chu Ehuang bertanya tentang apa itu ‘Quest', tetapi Chen Li menghiraukan pertanyaan dirinya itu, sehingga itu masih membuat penasaran.
“Oh, tidak aku sangka kalau kamu akan menjawabnya!” jiwa Chu Ehuang terkejut saat Chen Li menjawab pertanyaannya, karena sebelumnya dia selalu menghiraukan pertanyaan dari jiwa Chu Ehuang, yang dimana perkataan Chen Li selalu tentang hal-hal yang tidak pernah didengar oleh jiwa Chu Ehuang.
“Oh, begitukah?” Chen Li berekspresi bodoh sambil melihat jiwa Chu Ehuang.
Tentu saja jiwa Chu Ehuang kesal dengan eskpresi Chen Li itu, dia mengepalkan tangannya dengan sangat keras sambil menahan diri untuk tidak memukul Chen Li.
“Apakah kamu sudah selesai? Jika sudah ayo pergi membunuh monster lagi,” kata jiwa Chu Ehuang sambil gentayangan di atas, dan melihat Chen Li yang sedang mandi.
“Kalau begitu, kamu berbalik lah dulu, karena aku ingin mengganti baju,” kata Chen Li.
__ADS_1
“Cih, siapa juga yang ingin melihat milikmu yang kecil itu,” kata jiwa Chu Ehuang sambil berbalik dan pergi agak menjauh dari Chen Li.
Karena Chen Li telah selesai membersihkan darah yang menempel pada tubuhnya, dia segera pergi lagi ke desa pemula itu untuk membunuh monster lagi.