Reborn Into The Metaverse Martial Arts Game

Reborn Into The Metaverse Martial Arts Game
Chapter 26: Simbol bulan dan matahari


__ADS_3

................


20 hari kemudian.


[Ding!]


[Mendapatkan 1.000 exp]


[Mendapatkan 1.300 exp]


[Mendapatkan 1.900 exp]


[Mendapatkan 2.500 exp]


[Mendapatkan 2.800 exp]


[Mendapatkan 3.100 exp]


....


[Level anda telah meningkat menjadi 91]


[Tingkat kultivasi meningkat menjadi lapisan 10]


[Tingkat kemahiran teknik darkness domain meningkat 48%... 53%]


[Kemahiran tingkat lanjutan teknik darkness domain tingkat pertama meningkat 0%... 3%... 7%... 10%... 14%]


“Wow, Chen Li kamu benar-benar sangat jenius. Hanya dalam 20 hari, tingkat kemahiran teknik darkness domain dan tingkat lanjutan telah meningkat banyak. Jika itu aku, meskipun aku berlatih tekniknya hingga sebulan, belum tentu tingkat kemahiran akan naik satu persen pun,” Jiwa Chu Ehuang kagum terhadap Chen Li karena betapa jeniusnya dia.


“Apakah kamu baru menyadarinya?” kata Chen Li sambil berlagak sombong. Itu adalah hal yang normal bagi Chen Li, karena dia adalah seorang player yang kuat dan berbakat di game metaverse martial art ini, dia telah banyak memiliki teknik peringkat SSS di gamenya, oleh karena itu meningkatkan tingkat kemahiran teknik peringkat SSS tidak begitu susah bagi Chen Li.


“Cek panel karakter,” kata Chen Li sambil berkata secara diam-diam karena tidak ingin didengar oleh jiwa Chu Ehuang.


[Player: Chen Li]


[Level: 91 (Tingkat aura merah lapisan 10)]


[Umur: 11 tahun]


[Status: Reincarnator, penemu harta karun tersembunyi, pewaris teknik darkness domain, tuan dari telur ???]


[Job: - ]


[Teknik: Peach blossom star peringkat E (Dapat ditingkatkan) (Tingkat kemahiran 45%),


[Shadow mist peringkat C (Tingkat kemahiran 85%)]


[Darkness domain peringkat SSS (Tingkat kemahiran 53%)


Lanjutan tingkat 1: Shadow of death (Tingkat kemahiran 14%)]


[Shadow slash peringkat A (Tingkat kemahiran 21%)]


[Sword rain peringkat A (Tingkat kemahiran 25%)]


[Alchemist peringkat D (Tingkat kemahiran 0%)]


[Gorilla punch peringkat C (Tingkat kemahiran 10%


[Disappear in the shadow peringkat A (Tingkat kemahiran 39%)

__ADS_1


[Lightning punch peringkat D (Tingkat kemahiran 8%)]


[Body armor peringkat E (Tingkat kemahiran 7%)]


[Teknik Control peringkat F (Dapat ditingkatkan) (Tingkat kemahiran 0%)]


[Perlengkapan: Pedang biasa bintang 3, cincin penyimpanan bintang 2, Armor serigala tanduk bintang 2]


[Cincin penyimpanan: pil peningkat qi tingkat 1 (Menengah), cambuk ular pelangi bintang 2, lightning sword bintang 5, tungku alkimia bintang 4, pil naga tingkat 6 (Menengah), pil penyembuh tingkat 4 (Rendah)


“Hanya level dan teknik darkness domain yang berubah... Yah, Aku 'kan hanya meningkatkan tingkat kemahiran teknik darkness domain, sedangkan yang lain tidak. Di lain waktu saja aku akan meningkatkan tingkat kemahiran teknik yang lain,” kata Chen Li.


“Hei, hei, Chen Li. Apa yang kamu katakan dan kenapa juga kamu malah melamun tidak jelas begitu?” kata jiwa Chu Ehuang sambil melihat Chen Li yang tampak sedang melamun. Jiwa Chu Ehuang tidak bisa melihat panel sistem, karena itu dia melihat Chen Li seperti sedang melamun.


“Oh, tidak ada,” kata Chen Li sambil menutup panel karakternya.


“………”


“Sudah lama aku bersama denganmu, aku melihat kamu selalu melamun, kadang juga berbicara sendiri... Apa mungkin kamu... Memiliki hobi seperti itu!” kata jiwa Chu Ehuang.


“Aku tidak memiliki hobi seperti itu!” jawab Chen Li dengan tegas.


“Oke, oke, baiklah. Terserah kamu saja... Karena kamu telah selesai berlatih, kamu harus mengambil telur itu dan kita segera keluar dari sini. Aku sudah bosan berada di goa ini,” kata jiwa Chu Ehuang sambil menunjuk telur itu.


“Jika kamu tidak ingin membawanya, sini berikan padaku, aku akan menggorengnya, mungkin itu akan terasa enak," kata jiwa Chu Ehuang sambil air liurnya keluar.


“Baiklah,” jawab Chen Li dengan singkat. Dia berjalan ke arah telur itu, yang sebelumnya Chen Li taruh di tanah. Telurnya masih sama seperti sebelumnya, tidak ada perubahan apapun.


Setelah Chen Li sampai di telur itu dan lalu mengambilnya, dia berbalik pergi mengarah ke jalan yang sebelumnya Chen Li lalui.


Sesampainya diluar, tiba-tiba [Panel sistem] muncul didepan Chen Li.


[Ding!]


[Nama ras: Rubah ekor sembilan]


[Level: ??]


[Jenis kelamin: Wanita]


[Status: Telur dari rubah ekor sembilan]


[Ding!]


[Nama: - (Rubah hitam) ]


[Nama ras: Rubah ekor sembilan]


[Level: ??]


[Jenis kelamin: Wanita]


[Status: Telur dari rubah ekor sembilan]


[Butuh sekitar sebulan untuk menetaskan telur ini.]


“Jadi ini benar-benar telur rubah itu, dan levelnya masih belum diketahui? Apalagi masih butuh sekitar sebulan agar telur ini menetas,” kata Chen Li sambil melihat [Panel Sistem] didepannya.


“Sepertinya kamu akan memiliki dua budak siluman,” kata jiwa Chu Ehuang sambil melihat telur yang dipegang oleh Chen Li.


“Oh iya, telur itu kamu mau menyimpannya dimana?” tanya jiwa Chu Ehuang.

__ADS_1


Chen Li tidak memiliki apapun untuk menyimpan kedua telur rubah itu. Dia ingin menyimpannya di cincin penyimpanan, tetapi itu tidak bisa karena telur itu termasuk makhluk hidup.


Chen Li ingin membawanya menggunakan kedua tangannya, tetapi itu terlalu mencolok dan akan menyebabkan masalah, karena mengalir qi hitam dan putih pada luar telurnya, sehingga orang-orang mungkin akan mengincar telur itu. Dia juga ingin menyimpannya di balik bajunya, tetapi telurnya tidak akan muat karena terlalu besar, yang dimana tubuh dan pakaian Chen Li kecil.


“Apa yang harus aku lakukan kepada kedua telur ini...” Chen Li bingung ingin disimpan dimana telur itu.


Tiba-tiba telur kedua telur itu mengeluarkan qi hitam dan putih yang pekat. Chen Li mengira bahwa qi itu akan merasuki Chen Li lagi, tetapi qi pada kedua telur itu meninggal tanda pada telapak tangan Chen Li. Telapak tangan kiri Chen Li ada simbol bulan yang dimana itu seperti kegelapan malam, sedangkan telapak tangan kanan Chen Li ada simbol matahari yang dimana itu seperti sinar cahaya di siang hari.


Kedua telur itu mulai memasuki kedua simbolnya, seperti sedang diserap oleh kedua simbol tersebut. Tentunya Chen Li bingung dan panik karena tiba-tiba ada simbol di kedua telapak tangannya, dan dia panik karena telurnya menghilang memasuki kedua simbol itu.


“Eh, eh? Apa yang terjadi? Kenapa telurnya memasuki kedua tanganku!” kata Chen Li sambil melihat kedua simbol itu pada tangannya.


“Aaah! Chen Li, apa yang kamu lakukan. Kenapa telurnya tiba-tiba menghilang... Ha-habislah kamu, kamu pasti akan diincar oleh ibunya...” kata jiwa Chu Ehuang sambil panik dan berbicara terbata-bata karena telurnya menghilang. Dia tidak tahu bahwa telurnya memasuki simbol pada kedua tangan Chen Li. Dia tidak sempat melihat telur itu memasuki tangan Chen Li, karena dia sedang melihat-lihat disekitar.


“Telur itu memasuki kedua tanganku!” kata Chen Li sambil memperlihatkan kedua simbol yang berada di kedua tangannya.


“Eh, benarkah?” jiwa Chu Ehuang terkejut dan tidak percaya.


Jiwa Chu Ehuang melihat simbol bulan dan matahari pada kedua tangan Chen Li, dan berkata, “Mungkin itu karena sebelumnya kamu dirasuki oleh qi hitam dan putih, sehingga kedua telur itu menganggap kamu sebagai tuannya. Sehingga tubuhmu menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali oleh kedua telur itu,” kata jiwa Chu Ehuang.


“Benar, mungkin saja seperti yang kamu ucapkan. Tidak aku sangka bahwa kamu pintar juga,” kata Chen Li sambil mengejek jiwa Chu Ehuang.


“Apa kamu pikir aku ini bodoh?” kata jiwa Chu Ehuang sambil berekspresi datar.


“Oh iya, aku baru ingat. Chen Li, kamu belum mempraktekkan teknik lanjutan tingkat pertama. Kamu harus melakukannya sekarang, karena aku ingin lihat apakah klonnya masih lemah atau belum.” kata jiwa Chu Ehuang.


“Benar juga, aku hanya berlatih membuat klon diriku sendiri, tetapi kali aku harus membuat klon orang lain,” kata Chen Li sambil teringat bahwa dia belum mencoba teknik lanjutannya untuk membuat klon orang lain. Dia benar-benar lupa karena terlalu fokus pada kedua telur itu.


Chen Li mulai berimajinasi agar dapat membuat klon sesuai keinginannya, tetapi dia masih saja membuat klon seperti jiwa Chu Ehuang yang dimana klon sebelumnya sangatlah lemah hingga Chen Li dihajar babak belur oleh jiwa Chu Ehuang.


Chen Li membuat satu klon. Klon itu tidak seperti sebelumnya yang lemah, tetapi kali ini klonnya telah sama persis seperti jiwa Chu Ehuang. Namun, klon tersebut tidak bertahan lama dan klon itu menjadi lemah kembali seperti kali pertama Chen Li mencoba membuat klon.


Tentu saja, jiwa Chu Ehuang marah lagi, tetapi kali ini dia tidak memukul Chen Li. Dia hanya kesal karena Chen Li lagi-lagi menggunakan dirinya sebagai klon.


“Sebaiknya lain kali jangan menggunakan aku untuk membuat klon” kata jiwa Chu Ehuang.


“Baiklah, hehehe,” kata Chen Li.


Chen Li mulai berimajinasi lagi untuk membuat klon. Dia berimajinasi tentang Ye Xianlan dan Ye Nanjun, dan akhirnya dia berhasil membuat klon yang mirip Ye Xianlan dan Ye Nanjun, tetapi kali ini klonnya lebih cepat melemah ketimbang membuat klon jiwa Chu Ehuang.


Klon Ye Xianlan dan Ye Nanjun lebih cepat melemah karena Chen Li membuat dua klon, dan itu adalah batasnya, karena tingkat kemahirannya masih belum sempurna.


“Kamu harus lebih berusaha lagi untuk meningkatkan tingkat kemahirannya, agar klonnya sangat kuat, dan tidak terbatas,” kata jiwa Chu Ehuang sambil menepuk kepala Chen Li.


“Ya, kamu benar,” jawab Chen Li sambil melepaskan tangan jiwa Chu Ehuang dari kepalanya.


Karena Chen Li telah menyelesaikan quest-nya, dia lalu segera kembali ke penginapan karena telah malam. Dia telah berlatih selama 20 hari tanpa cukup beristirahat, dan bahkan dia juga lupa tidak makan.


Sesampainya di penginapan, Chen Li memesan makanan yang banyak, dia memakannya sangat lahap karena telah lama kelaparan. Namun, ditengah makannya Chen Li, dia tiba-tiba dihampiri oleh seorang pria besar yang berotot.


“Hei bocah, apakah kau mau bermain dengan om?” kata pria besar itu sambil tersipu malu melihat wajah Chen Li.


Tentu saja Chen Li yang melihat pria besar itu tersipu malu, dia merasa sangat jijik, dan berakhir memuntahkan makanannya.


“Paman, aku bukanlah seorang wanita, tetapi aku seorang pria,” kata Chen Li sambil membersihkan mulutnya karena tadi muntah, dia juga memanggil pelayan agar membersihkan lantainya akibat muntahan Chen Li.


“Tidak masalah, meskipun kau itu seorang pria, mwehehe,” kata pria besar itu sambil air liurnya mengalir dari mulutnya, karena melihat Chen Li.


Pria besar itu adalah seorang homoseksual yang dimana dia itu menyukai laki-laki ketimbang perempuan.


“Aku bukanlah seorang homoseksual, jadi cepatlah pergi, karena aku merasa jijik,” kata Chen Li sambil melihat pria itu dengan jijik.

__ADS_1


__ADS_2