Reborn Into The Metaverse Martial Arts Game

Reborn Into The Metaverse Martial Arts Game
Chapter 28: Quest utama


__ADS_3

“Ya, anak inilah,” jawab seorang pria yang ikut mengerumuni Chen Li.


Chen Li yang dikerumuni tidak panik sama sekali, dia bahkan masih dengan tenang memakan makanan didepannya. Tiba-tiba ada seseorang yang menyentuh pundak Chen Li dari arah belakang.


Tentu saja, karena ada yang menyentuh pundaknya, Chen Li berhenti makan, dan lalu berbalik untuk melihat siapa yang menyentuh pundaknya. Ternyata, itu adalah seorang pria yang tampak berumur sekitar 30an.


Chen Li kemudian bertanya pada pria yang menyentuh pundaknya, “Ada apa?”


Pria itu tidak berkata satu katapun, dia hanya melihat Chen Li tanpa menjawab pertanyaannya.


“Habislah kamu Chen Li, mereka sudah mulai melakukan gerakan pertama,” kata jiwa Chu Ehuang.


Karena Chen Li tidak tahu apa penyebab mereka semua mengerumuninya, dia menghela nafas dan berkata, “Apa yang ingin kalian lakukan? Jika tidak ada, maka sebaiknya kalian bubar saja.”


“Hei, apakah kamu yang membunuh pria besar yang kemarin itu?” tanya salah satu seorang pria yang mengerumuni Chen Li.


“………”


“Iya, itu aku. Memangnya kenapa?” jawab Chen Li sambil melihat pria yang bertanya itu.


Setelah mendengar apa yang dikatakan Chen Li, mereka semua mulai saling berbisik, dan kemudian mereka semua memegang Chen Li dan mengangkatnya.


Chen Li kebingungan karena mereka mengangkat dirinya, dan terlihat wajah mereka semua senang sambil berkata, “Ini adalah pahlawan desa ini!”


“Ya, dia adalah pahlawan yang menyelamatkan desa ini dari gangguan orang itu!”


“Pahlawan!”


“Terima kasih pahlawan!”


Jiwa Chu Ehuang salah mengira bahwa mereka semua ingin balas dendam terhadap Chen Li karena telah membunuh pria besar itu. Mereka mengerumuni Chen Li karena ingin berterima kasih telah membunuh pria besar itu sehingga desa ini menjadi lebih damai daripada saat pria besar itu ada.


Tidak ada yang berani melawan pria besar itu karena dia kuat, dan desa ini tidak banyak pengunjung dari luar desa. Jika itu ada maka pengunjung itu hanya orang miskin, biasa, dan lemah, sehingga pria besar itu menjadi sesosok penguasa desa pemula ini.


Chen Li menikmati momen itu karena dia dianggap pahlawan oleh mereka semua karena telah membunuh pria besar itu, padahal Chen Li membunuhnya hanya karena quest yang tiba-tiba dipicu.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, mereka mulai berhenti dan menurunkan Chen Li kembali.


“Nak, terima kasih karena telah menyelamatkan desa ini dari kekejaman pria besar itu.” kata seorang nenek yang memegang tongkat, karena susah berjalan tanpa tongkat.


“Terima kasih, berkat dirimu, keluargaku tidak akan diganggu olehnya lagi, hiks, hiks,” pria itu berkata sambil menangis.


“Bolehkah aku tahu, siapa nama dari penyelamat ini?” tanya seorang pria lain.


“Namaku Chen Li,” jawab Chen Li.


“Aku mewakili mereka semua untuk berterima kasih kepadamu, Chen Li.”


Setelah mereka semua berbincang dengan Chen Li, mereka semua bubar untuk pergi melakukan kegiatannya masing-masing. Chen Li juga pergi dari penginapan, dia berjalan-jalan di desa pemula bagian barat ini. Sama halnya seperti jiwa Chu Ehuang yang sebelumnya juga berjalan-jalan, Chen Li tidak menemukan hal menarik yang dapat dilihat dari desa pemula ini, karena dia sudah terlalu sering pergi ke desa pemula di saat bermain game.


Chen Li yang sedang berjalan-jalan, tiba-tiba ada seorang pria dengan tubuh yang kurus dan pakainya lusuh, berjalan menghampiri Chen Li. Chen Li tidak mengetahui siapa pria yang sedang menghampirinya.


“Nak, apakah kamu adalah Chen Li, orang yang membunuh pria besar yang kejam itu, dan penyelamat desa ini?” tanya pria itu.


“Ah, Iya. Itu adalah aku. Ada apa memangnya?” jawab Chen Li, dan juga bertanya kepada pria yang berada didepannya itu.


Chen Li langsung menyetujuinya karena dia merasakan perasaan yang familiar dari pria itu. Meskipun Chen Li tidak pernah bertemu dengannya, tetapi dari aura dan sikapnya lah Chen Li merasa familiar.


‘Apakah mungkin pria ini adalah orang itu...’ batin Chen Li, yang mengira bahwa orang yang didepannya adalah seseorang yang sebelumnya dicari oleh Chen Li.


Chen Li semakin yakin bahwa pria didepannya itu adalah orang yang dicarinya, dia mengetahuinya karena dari berjalannya.


Sesampainya di luar desa pemula di bagian barat.


Pria itu berhenti berjalan, dan berbalik ke belakang untuk melihat dan berbicara kepada Chen Li. Pria itu adalah orang yang sering berganti wajah, dan nama yang pernah Chen Li tanyakan kepada pelayan di penginapan. Pria itu tetap seperti biasanya, dia tidak mengubah wajahnya karena Chen Li masih belum dapat dipercaya.


“Apa yang harus aku lakukan?” tanya Chen Li kepada pria didepannya yang meminta bantuan.


Tiba-tiba [Panel quest] muncul didepan Chen Li.


[Ding!]

__ADS_1


[Quest utama berhasil dipicu!]


[Quest utama adalah quest yang dimana jika player gagal melakukannya maka akan terkena hukuman. Jadi player harus menyelesaikan quest mau tidak mau]


[Deskripsi: Pria ini telah kehilangan barang dari peninggalan orang yang dicintainya, dia tidak mengetahui dimana kehilangan benda itu, jadi anda harus mencarinya sendiri]


[Tingkat quest: S]


[Syarat penyelesaian: menemukan benda peninggalan orang yang dicintainya]


[Batas quest: 1 tahun]


[Hukuman kegagalan: Tidak akan dapat memicu quest selama 3 bulan]


[Hadiah: Teknik dari pria ini, level akan langsung meningkat hingga 20 level]


[Apakah anda ingin menerimanya?]


[Iya/Tidak]


“Akhirnya aku mendapatkan quest ini,” Chen Li dengan perasaan senang karena mendapatkan quest utama, dia menekan tombol [Iya] pada [Panel sistem] didepannya.


[Quest berhasil diterima!]


“Aku tahu dari pertama kali melihatmu, bahwa kamu kuat dan seorang jenius. Jadi aku mempercayakan bantuan ini kepada, Chen Li,” kata pria itu sambil memegang pundak Chen Li.


“Baik, percayakan saja kepadaku. Aku pasti akan melakukan yang terbaik untuk menemukan benda itu,” Chen Li sangat yakin dapat menemukan benda itu, karena dia pernah menjalankan quest ini hingga dia menemukan benda itu, dari situlah Chen Li sangat percaya diri sekali.


“Baiklah, lakukan yang terbaik!” kata pria itu dengan tegas.


Chen Li kemudian pamit kepada pria itu untuk mencari benda itu. Di tengah perjalanan, jiwa Chu Ehuang bertanya kepada Chen Li, “Apakah kamu benar-benar bisa menemukan benda itu? Bukannya aku meremehkan dirimu, tetapi karena tidak ada satu petunjuk apapun, sehingga itu akan sulit untuk menemukannya.”


“Tenang saja, kamu hanya perlu percaya kepadaku, karena aku pasti akan menemukan benda itu” kata Chen Li dengan percaya diri.


“Hais~ Baiklah, aku tidak tahu bagaimana kamu akan mencari benda tanpa petunjuk satupun itu, jadi aku hanya akan percaya kepadamu dan terus mengikuti dirimu,” kata jiwa Chu Ehuang sambil menghela nafas.

__ADS_1


“Ya, ayo pergi,” kata Chen Li.


__ADS_2