Reborn Into The Metaverse Martial Arts Game

Reborn Into The Metaverse Martial Arts Game
Chapter 32: Elang hitam bersayap empat tingkat A


__ADS_3

Kedua monster itu adalah harimau bertanduk dua, yang dimana salah satunya berlevel 110 tingkat B, dan yang satunya lagi berlevel 104 tingkat B. Chen Li mau tidak mau harus melawannya meskipun qi miliknya hampir habis.


Monster harimau bertanduk dua yang berlevel 104 berlari ke arah Chen Li dan berakhir menyerangnya menggunakan cakar pada kaki depannya. Meskipun Chen Li sedikit terdorong karena serangan itu, tetapi dia masih bisa bertahan.


Chen Li masih menahan serangan dari monster harimau bertanduk dua berlevel 104 itu, hingga akhirnya dia menggunakan kekuatannya untuk mendorong mundur harimau bertanduk dua itu.


“Grr!”


“Groarr!” karena monster harimau bertanduk dua berlevel 104 itu kalah dalam beradu kekuatan, dia sangat marah dan mengaum dengan sangat keras. Dia menerjang ke arah Chen Li untuk menyerangnya lagi, karena tidak terima kalah dalam beradu kekuatan.


“Boom!”


“Boom!" pertarungannya sangat sengit, hingga Chen Li dan monster harimau bertanduk dua yang berlevel 104 itu penuh dengan luka pada sekujur tubuhnya.


Karena Chen Li telah hampir kehabisan qi, dia berpikir untuk membunuh monster harimau bertanduk dua itu dengan sekali serangan. Dia menunggu kesempatan untuk melancarkan serangannya kepada monster harimau berlevel 104 itu.


Mereka berdua melanjutkan lagi pertarungannya. Monster harimau bertanduk dua itu terus menerus menyerang Chen Li, sedangkan Chen Li terus menerus menangkis serangan dari monster harimau itu. Hingga akhirnya monster harimau bertanduk dua itu kelelahan karena terus menerus menyerang.


Chen Li yang melihat monster harimau bertanduk dua itu kelelahan, dia mulai mengumpulkan sisa qi yang ada pada tubuhnya untuk menggunakan teknik ‘Sword rain’. Banyak pedang yang berada di atas mengarah ke monster harimau bertanduk dua itu.


“Grr!”


“Boom!” karena monster harimau bertanduk dua kelelahan, dia tidak memiliki tenaga untuk menghindarinya, dan pada akhirnya banyak pedang yang menusuk pada tubuh dari monster harimau bertanduk dua itu.


Chen Li telah kelelahan karena telah menggunakan sisa qi pada serangan tadi. Dia memang masih bisa bergerak dan berjalan meskipun harus sedikit gemetaran, karena tenaganya telah banyak berkurang.


[Ding!]

__ADS_1


[Anda berhasil membunuh monster tingkat B]


[Mendapatkan 50.000 exp]


[Anda naik level!]


[Anda sekarang level 92]


“Ini adalah pertama kalinya aku membunuh monster tingkat B, meskipun aku harus dalam keadaan seperti ini karena telah menggunakan sisa-sisa qi di tubuhku. Setidaknya aku telah berhasil membunuhnya,” kata Chen Li sambil senang dan berdiri gemetaran karena tidak banyak memiliki tenaga.


“Li kecil, kamu jangan senang dulu karena telah membunuh satu monster tingkat B. Karena masih ada satu lagi, yang dimana monster tingkat B itu lebih kuat dari monster tingkat B yang telah kamu bunuh," kata jiwa Chu Ehuang.


Chen Li yang sebelumnya senang karena berhasil membunuh monster tingkat B untuk pertama kalinya sejak bereinkarnasi, eskpresinya berubah menjadi serius sambil menatap monster harimau bertanduk dua yang berlevel 110.


‘Jika monster itu menyerang, maka aku akan pasti akan mati,’ batin Chen Li.


Karena monster harimau bertanduk dua yang berlevel 110 itu mati. Monster yang satunya marah kepada Chen Li, hingga dia mengaum sangat keras sampai mengeluarkan angin yang sangat kencang dan membuat puing-puing rumah yang berada disekitarnya terpental jauh. Chen Li juga ikut terpental karena tidak bisa menahan kencangnya angin itu.


“Brak!” Chen Li membentur puing-puing rumah.


Monster harimau bertanduk dua itu menerjang dengan sangat cepat ke arah Chen Li. Chen Li ingin berdiri untuk menahan serangan dari monster harimau bertanduk dua itu, tetapi karena benturannya dia tidak memiliki tenaga untuk berdiri.


Mulutnya terbuka lebar dengan taring yang tajam dan panjang. Monster harimau bertanduk dua telah dekat dengan Chen Li, dia membuka lebar mulutnya karena ingin memakan Chen Li.


“Chen Li, cepatlah menghindar, kalau tidak kamu akan mati!” kata jiwa Chu Ehuang sambil melihat Chen Li yang berusaha untuk berdiri. Dia berteriak dengan keras menyuruh Chen Li untuk menghindari serangan dari monster harimau bertanduk dua.


Chen Li tahu bahwa dia harus menghindar, jika tidak maka dia akan mati, tetapi dia tidak memiliki tenaga lagi untuk menghindarinya. Hingga monster harimau bertanduk dua yang menerjang itu telah berada didepan Chen Li sambil mulutnya terbuka lebar ingin memakannya.

__ADS_1


Siapa sangka ternyata keberuntungan Chen Li sangatlah luar biasa. Pada detik terakhirnya, tiba-tiba seekor monster elang hitam bersayap empat tingkat A melesat ke arah monster harimau bertanduk dua dan menangkapnya menggunakan kedua cakarnya yang tajam.


Monster harimau bertanduk dua tidak sempat bereaksi karena monster elang hitam bersayap empat itu sangatlah cepat. Monster elang hitam bersayap empat membawa pergi monster harimau bertanduk dua, dia membawa terbang monster harimau bertanduk dua itu entah kemana.


“Monster tingkat A!” Chen Li dan jiwa Chu Ehuang yang melihat hal tersebut terkejut, karena tiba-tiba ada salah satu monster yang menguasai desa pemula ini.


“Chen Li, cepatlah kamu pergi dari sini, takutnya monster itu akan kembali lagi!”


Karena Chen Li takut monster itu akan kembali, dia mencoba untuk berdiri agar dapat pergi dari tempat dirinya bertarung melawan monster harimau bertanduk dua.


Setelah Chen Li berhasil berdiri, dia teringat dengan pil penyembuh yang berada di cincin penyimpanannya. Dia segera mengambil pil itu dari cincin penyimpanannya dan lalu menelannya,


Luka-luka pada tubuh Chen Li segera sembuh karena khasiat dari pilnya, tetapi tidak dengan qi miliknya yang dimana khasiat dari pil itu hanya menyembuhkan lukanya. Chen Li pergi dari tempat itu untuk mencari tempat agar dapat memulihkan qi-nya.


Setelah Chen Li menemukan tempat yang dimana tidak ada monster, dia mulai bermeditasi untuk memulihkan qi-nya.


......................


Beberapa saat kemudian.


Setelah Chen Li selesai memulihkan qi-nya, ada banyak sekelompok monster tingkat D dan C berjalan ke arahnya.


Monster-monster itu mengetahui keberadaan Chen Li karena dari insting miliknya, mereka semua mengeluarkan air liur dari mulutnya, seperti sedang kelaparan yang sudah lama tidak pernah makan. Hawa membunuh memancar dari masing-masing tubuhnya sehingga itu membuat monster sangat ganas dan menyeramkan.


Karena Chen Li telah merasakannya sebelumnya karena kesadaran spiritualnya, dia kali ini tidak menghilang menggunakan teknik ‘Disappear in the shadow’ karena percaya diri dapat membunuh mereka semua.


“Sebelumnya aku hampir mati karena aku kehabisan qi, tetapi sekarang berbeda, karena aku telah pulih. Maka dari itu, aku akan membunuh kalian semua!”

__ADS_1


“Kalian semua harus bersiap, karena aku tidak akan membiarkan seekor pun melarikan diri, dan kalian juga akan menjadi wadah agar aku mencapai level 100!”


Hawa membunuh yang lebih besar dari monster-monster itu memancar dari tubuh Chen Li, sehingga itu membuat monster-monster gemetar ketakutan.


__ADS_2