
Pria besar itu marah dan juga kesal, karena Chen Li mengatakan ‘Jijik’ melihat dirinya.
“Bocah! Kau pikir kau itu siapa, hah? Beraninya kau berbicara begitu kepadaku!” kata pria itu sambil berteriak dan mengangkat mejanya, sehingga makanan yang dipesan oleh Chen Li berjatuhan.
Para pelanggan yang melihat kejadian itu, malah menghiraukannya, seakan-akan tidak ada masalah yang terjadi. Tentu saja, para pelanggan takut kepada pria besar itu karena dia kerap kali menyebabkan masalah di desa pemula ini. Mereka tidak ikut campur karena takut dibunuh oleh pria besar itu.
“Pria mesum ini benar-benar kasar,” kata jiwa Chu Ehuang.
“Pfft... Bukannya disukai oleh seorang wanita, tetapi kamu malah disukai oleh seorang pria, hahaha!” jiwa Chu Ehuang tertawa terbahak-bahak.
“Diamlah!” Chen Li kesal karena diledek oleh jiwa Chu Ehuang.
Pria besar itu tambah kesal karena Chen Li menghiraukan dirinya.
“Bocah sialan! Apakah kau pikir aku sedang bercanda, hah?” pria besar itu mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya. Pedangnya besar hampir seukuran dengan tubuhnya, dia kemudian menghunuskan pedangnya kepada Chen Li.
Meskipun pedangnya besar dan berat, tetapi bagi pria besar itu tidak begitu berat karena tubuhnya yang besar dan berotot. Dia bahkan sanggup mengangkat pedang itu hanya dengan tangan kanannya.
Para pelanggan masih tetap berdiam diri, mereka hanya melirik ke arah Chen Li dan pria besar itu. Mereka tidak ingin ikut campur masalahnya karena jika ikut campur, itu akan menyebabkan masalah juga pada dirinya sendiri.
[Ding!]
[Anda mendapatkan sebuah quest]
[Tingkat quest: D]
[Syarat penyelesaian: Kalahkan pria besar ini]
[Batas waktu: 2 jam]
[Hadiah quest: Pil peningkat kekuatan tingkat 2 (Rendah), pil peningkat kekuatan tingkat 1(Rendah), 3.000 exp]
[Apakah anda ingin menjalankan quest ini?]
[Iya/tidak]
“Hm, ada sebuah quest? Aku tadi baru menyelesaikan quest, dan itupun quest tingkat tinggi yang hampir merenggut nyawaku. Namun, aku mendapatkan quest lagi setelah aku kembali?”
“Aku hanya ingin beristirahat dan bersantai, tetapi masalah terus saja berdatangan,” kata Chen Li sambil menghela nafas, karena tidak diberi waktu untuk beristirahat.
Kemudian Chen Li menekan tombol [Iya], meskipun dia ingin beristirahat, tetapi Chen Li memilih menjalankan quest ini karena jika pria itu dibiarkan begitu saja, maka pria besar itu pasti akan menyebabkan masalah dikemudian hari.
‘Haruskah aku membuatnya kesal lagi?’ batin Chen Li.
“Pfft, apakah kau kesal? Kenapa kau tidak menjadi seorang wanita jadi-jadian saja,” ejek Chen Li terhadap pria besar itu.
Wanita jadi-jadian itu artinya adalah seorang pria yang berpakaian wanita dan bertingkah seperti halnya seorang wanita.
Dengan raut wajah yang marah dan kesal karena diejek oleh Chen Li, pria itu menyerang Chen Li menggunakan pedang besarnya dari arah atas. Pria itu berpikir bahwa dia pasti akan membunuh Chen Li hanya dengan satu serangan, karena Chen Li adalah seorang bocah yang menurutnya sangatlah lemah.
Serangannya sangatlah kuat hingga membuat lantainya hancur dan penginapannya retak. Debu ada dimana-mana hingga menutupi pria besar itu dan Chen Li.
“Uhuk, uhuk! Serangannya sangatlah kuat, bocah itu pasti telah mati karena menerima serangan itu,” kata seorang pelanggan yang berdiri akibat serangannya itu.
“Benar, dia pasti telah mati. Sayang sekali, padahal bocah itu sangatlah tampan,” kata seorang pelanggan lain.
Akan tetapi, setelah debu mulai perlahan menghilang itu tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh pria besar itu. Dia terkejut karena serangannya berhasil ditahan hanya dengan satu tangan oleh Chen Li.
Para pelanggan yang melihat kejadian itu, terkejut dan terkagum karena bocah yang dianggap mati oleh serangannya, malah masih hidup dan menahan serangan yang kuat dari pria besar itu.
“Bagaimana mungkin!” kata pria besar itu sambil terkejut dengan apa yang dilihatnya. Dia menarik kembali pedang besarnya, tetapi itu ditahan oleh Chen Li. Bahkan saat dia menggunakan kedua tangannya untuk menarik pedangnya, masih belum berhasil.
“Si-sialan, lepaskan pedangku!” kata pria besar itu sambil berteriak dan masih mencoba menarik pedangnya.
__ADS_1
Chen Li kemudian melepaskan pedangnya dari tangannya, dan dia lalu melesat ke arah pria besar itu sambil memukulnya dengan menggunakan teknik ‘Gorilla punch’.
Pria besar itu tidak sempat menahan serangan dari Chen Li karena dia tidak memiliki keseimbangan setelah pedangnya terlepas dari tangan Chen Li. Dia terlempar jauh dari penginapan karena pukulan dari Chen Li dan berakhir mati.
Para pelanggan tambah terkejut karena Chen Li berhasil mengalahkan pria besar itu hanya dengan satu pukulan.
[Ding!]
[Anda berhasil menyelesaikan quest]
[Tingkat quest: D]
[Syarat penyelesaian: Kalahkan pria besar ini (Selesai)]
[Batas waktu: 2 jam]
[Hadiah quest: Pil peningkat kekuatan tingkat 2 (Rendah), pil peningkat kekuatan tingkat 1(Rendah), 3.000 exp]
[Apakah anda ingin menerima hadiah quest ini?]
[Iya/tidak]
Karena Chen Li berhasil menyelesaikan questnya, tanpa pikir panjang dia langsung menekan tombol [Iya] pada [panel sistem] didepannya.
[Ding!]
[Anda mendapatkan pil peningkat kekuatan tingkat 2 (Rendah)]
[Anda mendapatkan pil peningkat kekuatan tingkat 1 (Rendah)]
[Anda mendapatkan 3.000 exp]
[Ding!]
“Baiklah,” kata Chen Li dengan singkat. Chen Li mengetahui bahwa jika sering menyimpan hadiah quest langsung ke cincin penyimpanan, maka sistem akan dengan otomatis menyimpannya ke cincin penyimpanan.
Ini adalah rahasia umum yang telah banyak diketahui oleh para player, bahkan juga developer game juga mengumumkan hal ini kepada publik.
[Ding!]
[Cincin penyimpanan telah penuh, mohon player mengeluarkan barang-barang yang tidak diperlukan atau tidak dibutuhkan.]
“Huh? Sudah penuh?”
“Wajar sih, karena cincin penyimpanan ini hanya peringkat rendah. Sebaiknya aku juga harus mencari cincin penyimpanan yang peringkat tinggi...”
“Haruskah aku mengambil cincin penyimpanan pria besar yang aku kalahkan itu. Tidak, cincin penyimpanannya pasti peringkat rendah, apalagi pedang besarnya.”
“Lebih baik biarkan saja. Jika aku tidak memiliki uang tak terbatas, mungkin sudah aku ambil cincin penyimpanan dan pedang milik pria besar itu agar dapat dijual.”
Karena cincin penyimpanan Chen Li telah penuh, dia menaruh hadiah yang didapat dari quest di balik pakaiannya.
Setelah Chen Li menyebabkan keributan, dia langsung memberikan kompensasi terhadap penginapannya, karena penginapannya rusak akibat masalah antara Chen Li dan pria besar itu.
Setelah memberikan kompensasi, Chen Li memesan tempat tidur dan makanan lagi, karena dia telah memuntahkan makanan yang dia makan Sebelumnya. Selesainya makan, dia langsung pergi ke tempat tidur yang sebelumnya dia pesan. Dia ingin beristirahat karena sangatlah kelelahan dan telah malam.
................
Kamar, tempat tidur.
Chen Li langsung membaringkan tubuhnya karena dia sangat kelelahan, dan secara perlahan dia mulai menutup matanya dan tertidur hingga nyenyak.
“Cepat sekali kamu tidurnya. Kamu pasti sangat kelelahan karena telah berlatih selama 20 hari. Tidurlah yang nyenyak, dan semoga mimpi indah,” kata jiwa Chu Ehuang sambil melihat Chen Li yang tengah tertidur.
__ADS_1
“Sebaiknya aku tidur juga,” kata jiwa Chu Ehuang sambil berbaring di samping Chen Li. Dia juga tidur dengan nyenyak sama seperti Chen Li.
................
Pagi hari.
Chen Li masih tidur dengan nyenyak, sedangkan jiwa Chu Ehuang telah terbangun. Dia mencoba membangunkan Chen Li, tetapi Chen Li masih tertidur nyenyak.
Jiwa Chu Ehuang telah melakukan segala cara untuk membangun Chen Li, tetapi masih saja Chen Li tidak bangun.
“Hmp. Terserahlah, lebih baik aku jalan-jalan saja. Dasar Chen Li baka!” kata jiwa Chu Ehuang sambil cemberut karena Chen Li tidak bangun-bangun.
Jiwa Chu Ehuang berjalan keluar dari kamar tidur, dia turun ke lantai bawah untuk melihat-lihat para pelanggan dan mendengar gosip.
“Hais~ ini sangat membosankan. Tidak ada hal yang menarik untuk didengar,” kata jiwa Chu Ehuang sambil menghela nafas.
Karena jiwa Chu Ehuang bosan, dia pergi keluar dari penginapan untuk jalan-jalan agar tidak bosan.
................
Malam harinya.
Jiwa Chu Ehuang kembali ke penginapan sambil merasa murung. Dia murung karena di desa pemula ini tidak ada hal yang menarik baginya.
Dia berjalan ke kamar yang sebelumnya dia dan Chen Li tempati. Setelah membuka pintu kamarnya, jiwa Chu Ehuang melihat Chen Li masih tertidur nyenyak. Dia membangunkan Chen Li lagi, tetapi Chen Li masih tidak kunjung bangun, hingga jiwa Chu Ehuang menyerah dan juga tidur di samping Chen Li.
................
Pagi hari.
Lagi-lagi jiwa Chu Ehuang yang bangun duluan, dan melihat Chen Li masih tertidur.
“Sudah sehari kamu tidur. Apakah kamu tidak ingin bangun, hah?” kata jiwa Chu Ehuang sambil kesal karena Chen Li tidak kunjung bangun.
Chen Li yang mendengar jiwa Chu Ehuang berbicara, dia terbangun dari tidurnya.
“Woayy~ aku tidur benar-benar sangat nyenyak,” kata Chen Li sambil menguap karena baru bangun.
Tubuh Chen Li tiba-tiba berbunyi karena kelaparan. Tentunya Chen Li tidak tahu bahwa dirinya telah tertidur selama sehari, sehingga dia bingung kenapa dia merasa sangat kelaparan, padahal baru makan.
“Bukannya tadi malam aku telah makan banyak, tetapi kenapa aku masih kelaparan,” kata Chen Li sambil memegang perutnya yang kelaparan.
“Tadi malam kamu bilang? Kamu makan itu kemarin, kamu telah tidur selama sehari, tau!” kata jiwa Chu Ehuang sambil kesal karena Chen Li menganggap tidurnya hanya semalam.
“Apa! Aku tidur selama sehari!” kata Chen Li sambil terkejut mendengar bahwa dirinya telah tidur selama sehari.
“Sepertinya aku sangat kelelahan sehingga tidur selama sehari,” kata Chen Li.
Chen Li dan jiwa Chu Ehuang turun dari tempat tidurnya, dan segera turun ke lantai bawah untuk memesan makanan. Namun, Chen Li merasa tidak nyaman karena orang-orang terus menatap dirinya, sehingga itu membuatnya terganggu.
“Lihatlah orang-orang ini, apakah mungkin mereka juga ingin membuat keributan juga, seperti pria besar yang sebelumnya?” jiwa Chu Ehuang mengira bahwa mereka menatap Chen Li dengan permusuhan.
Namun, Chen Li mengabaikan mereka yang menatap dirinya, dan melanjutkan memakan makanan yang dia pesan.
Tiba-tiba mereka semua yang menatap Chen Li bangun dari tempat duduknya dan menghampiri Chen Li.
“Eh, eh. Apakah mereka sudah ingin membuat keributan? Chen Li, cepatlah kamu pergi, mereka itu sangatlah banyak!” kata jiwa Chu Ehuang sambil panik dan menarik-narik Chen Li yang tengah santai menyantap makanannya.
Mereka semua mengerumuni Chen Li sampai tidak ada tempat bagi Chen Li untuk pergi. Tidak ada yang berbicara sehingga menjadi hening.
Tiba-tiba ada seseorang berkata, sehingga memecahkan keheningan itu.
“Hei, apakah itu dia?” tanya orang yang memecahkan keheningan itu.
__ADS_1