
"Gawat, musuhnya semakin banyak!" Ucap Xiao Ram yang sedang berperang melawan prajurit kerajaan Marhapolivin, untuk memperebut wilayah. Satu persatu prajurit Xiao tewas, dibunuh prajurit dari kerajaan Marhapolivin. Xiao sudah menduga kerajaannya akan kalah, jadi dia terpaksa ikut dalam pertarungan.
Namun, karena prajurit kerajaan Marhapolivin semakin banyak, dan peperangan tersebut sangat menguras energi Xiao.
Tiba tiba dari belakang Xiao, ada satu prajurit kerajaan Marhapolivin yang akan menancapkan pedangnya tepat ke jantung Xiao. Karena, Xiao sudah kelelahan, ia jadi lengah dan tak memperhatikan sekelilingnya.
Pedang prajurit tersebut langsung menembus jantung Xiao. Xiao jatuh ke tanah dengan bercucuran darah.
"Kakak aku kalah dalam pertarungan ini, Kerajaan kita kalah" ucap Xiao. Dan Xiao pun menghembus kan napas terakhirnya.
"Semua nya kita menang, Kerajaan Marhapolivin menang!" Seru semua prajurit Kerajaan Marhapolivin.
" Aku mati? " Xiao membuka matanya. Ia terkejut melihat dirinya masih hidup. Xiao melihat ke sekeliling, ia merasa sangat asing tempat itu.
Xiao melihat ke arah badannya tidak ada luka sedikit pun sih, namun yang membuat Xiao terkejut adalah badannya yang berubah menjadi bayi.
"Kenapa aku menjadi bayi? Aku juga tidak kenal dengan tempat ini " ucap Xiao bertanya - tanya dalam hati.
Dulu Xiao adalah seorang putri kerajaan dari kerajaan Poliram, yang di pimpin oleh Raja Thao Ram & Jhao Ram. Sayangnya, Raja Thao juga tewas dalam peperangan perebutan wilayah, dan lagi lagi dengan Kerajaan Marhapolivin. Ratu Jhao tewas saat melahirkan Xiao. Ibunya Xiao hanyalah rakyat biasa yang manikah dengan Raja Thao. Xiao juga punya kakak yang bernama Jian Ram. Setelah Raja Thao tewas, Jian lah yang merawat Xiao. Sampai akhirnya peperangan dimulai kembali untuk perebutan wilayah. Jian juga tewas dalam peperangan tersebut, karena ia sedang sakit.
Tiba tiba ada seorang laki laki tinggi dan gagah masuk kedalam ruangan Xiao tidur tadi. Xiao tampak tak asing dengan wajah laki laki tersebut, saat laki laki tersebut mendekat , Xiao terkejut setelah melihat bahwa ayahnya yang sekarang ada musuh nya, yaitu Raja Hao, pemimpin Kerajaan Marhapolivin.
Raja Hao terkenal dengan orang yang dingin. Tapi dibalik sifatnya yang dingin masih tersisa sifat lembut nya. Raja Hao saat kecil tidak disayangi ibu & ayahnya karena saat kecil Raja Hao tak pernah menangis & lebih suka menyendiri , jadi ibu & ayah nya mengira jika Raja Hao tidak normal.
"Zhao polivin" panggil Raja Hao. Xiao tau itu nama baru nya. Raja Hao berjalan menuju kamarnya , tentu melewati pelayan.
"Hidup matahari Kerajaan Marhapolivin" Ucap semua pelayan.
"Selamat atas kelahiran putri Yang Mulia" ucap salah 2 atau 3 pelayan.
"Putri Yang Mulia sangat cantik Yang Mulia" puji salah satu pelayan. Xiao hanya diam tak berkutik.
Raja Hao terus berjalan tanpa menghiraukan kata kata pelayan didekatnya. Sesampai nya dikamar Raja Hao, Xiao yang nama barunya Zhao melihat lukisan besar, seorang wanita berparas cantik. Zhao menunjuk lukisan tersebut, Raja Hao mendatangi lukisan tersebut.
"Itu ibu mu" Ucap Raja Hao dingin. Zhao berpikir sebentar, kenapa ia tak melihat ibunya disini. Tetapi Zhao tidak ingin memikirkan itu terdahulu.
__ADS_1
Tiba tiba Zhao merasa haus, ia ingin minum namun tak dapat bicara.
" Huh..... Aku haus, aku harus bagaimana?" ucap Zhao dalam hati. Zhao berpikir.
"Ya sudah... Tidak ada cara lain. Apakah ini yang dilakukan jika bayi haus ya? ... Aku coba saja " Batin Zhao. Zhao menarik rumbai dibaju Raja Hao lalu menggigiti nya, walau balum mempunyai gigi.
Raja menatap Zhao yang sedang menggigiti rumbai dari baju nya. Raja Hao keluar kamar, menuju ke salah satu pelayan yang dipercaya untuk menjaga juga merawat Zhao. Raja Hao memberikan Zhao kepada pelayan tersebut.
"Dia menggigiti baju ku" ucap Raja Hao dengan nada khas dinginnya. Pelayan tersebut bernama Jou.
"Baiklah saya akan mengurus Tuan Putri Yang Mulia" ucap pelayan Jou membungkukkan badannya.
Pelayan Jou mulai membuatkan susu untuk Zhao. Lalu susu tersebut dimasukkan ke botol. Lalu memberikan nya kepada Zhao. Zhao tersenyum, karena haus nya padam.
Pelayan jou mencubit pelan pipi Zhao, karena gemas dengan Zhao. Setelah Zhao menghabiskan minum nya, ia mengantuk.
"Hoaaahhm" Suara nguapan dari Zhao yang lembut dan imut terdengar oleh pelayan Jou.
"Ah… Tuan putri mengantuk ya…, baiklah saya akan membawa Tuan putri kekamar. " Ucap pelayan Jou ramah.
Pelayan Jou meletakkan Zhao ke kasur bayi dengan hati hati. Dan membacakan cerita walau ia tidak tahu Tuan putri nya akan mengerti tidak. Setidak nya pelayan Jou melakukan yang di suruh Raja Hao.
Zhao tertidur. Pelayan Jou pergi dan menutup pintu perlahan lahan, agar Zhao tidak bangun. Zhao terbangun pada sore hari yang cerah. Pelayan Rao membuka pintu.
"Tuan putri sudah bangun"Ucap pelayan Rao. Sebenarnya pelayan Rao tugas nya membangunkan Zhao, namun Zhao sudah bngun duluan. Zhao tersenyum.
Pelayan Rao yang melihatnya pun jadi gemas.
Pelayan Rao menggendong Zhao kekamar mandi.
"Yan kau sudah menyiap kan air dan kainnya? " tanya pelayan Rao kepada pelayan Yan.
"Sudah. Semuanya sudah siap" Jawab pelayan Yan tersenyum. Ada 3 pelayan yang dipercaya untuk menjaga dan merawat Zhao. Pelayan Jou, Rao , Yan. Yang paling dekat dengan Zhao adalah pelayan Jou.
Pelayan Rao membasahi kain yang disiapkan pelayan Yan dengan air hangat. Dan mengusapkan nya ke seluruh badan Zhao.
__ADS_1
Selesai mandi.........
Zhao mengganti bajunya dibantu pelayan Jou dan Yan. Setelah itu Zhao digendong keruang makan. Pelayan Rao membuatkan bubur untuk Zhao dan menyuapi Zhao.
Selesai makan, pelayan Rao, Jou, & Yan, bermain sebentar dengan Zhao sebelum tidur.
Zhao selalu tersenyum dengan wajah imutnya.
Pelayan yang melihat jadi tambah gemas dengan kelakuan Zhao, ketiga pelayan tersebut mencubit pipi Zhao pelan.
"Ya ampun Tuan putri kita tidak hanya cantik ternyata....." Ucap pelayan Jou sembari mengelus pipi Zhao.
"Apa kau baru menyadarinya? Tuan putri kan sudah manis dari lahir... " Tambah pelayan Rao.
Pelayan Yan diam saja, tetapi pelayan Rao dan Jou tidak merasa curiga atau khawatir sedikit pun. Zhao tertawa, membuat pelayan kegirangan akan kelucuan Zhao.
Zhao memperhatikan wajah Yan yang diam saja hanya tersenyum tipis. Tetapi Zhao tidak mempedulikan nya.
"Hoahm" Zhao menguap. Dia sudah mengatuk.
"Tuan putri mengantuk ya... Ok ayo kita kekamar!!!" Seru pelayan Jou sembari mengangkat Zhao.
Sesampai nya dikamar, pelayan Jou meletakkan tubuh Zhao ke tempat tidur, dan membacakan cerita untuk Zhao
^^^Bersambung...^^^
Oke segitu dulu ceritanyaaaa!
Terimakasih sudah membaca novel "Reinkarnasi Seorang Putri"!
Up setiap hari Rabu!
Author.........
...****************...
__ADS_1