
"Saya bisa sedikit sedikit Tuan putri" Ucap pelayan Rao.
(Kira kira tulisan latin nya begini) :
Apodeixi tou vraveiou tis oikogeneias polyvin.
"Oh itu artinya "Bukti Penghargaan Keluarga Polivin" Tuan putri". Ucap pelayan Rao.
"Apa arti nya?" Tanya Zhao.
"Saya tidak tahu tuan putri" Ucap pelayan Rao.
Zhao memainkan jari nya. Tepat saat Zhao sedang menggigiti jari nya , jari nya mengeluarkan darah.
"Eh?!" Zhao kaget begitu pun juga pelayan Rao.
Darah nya menetes ke kertas yang di pegang nya. Tulisan nya mengeluar kan cahaya. Bagai ada lampu di dalam nya.
Tulisan tersebut mengelilingi tubuh Zhao. Zhao hanya bengong dengan apa yang terjadi.
Tulisan tersebut meredup dan kembali ke posisi semula.
"Tu-tuan putri tidak apa apa?!" Tanya pelayan Rao reflek berlari mendekati Zhao.
"Apa yang terjadi?" Tanya Zhao dalam hati.
"Iya aku tidak apa ap-" Sebelum menyelesai kan kata kata nya Zhao , merasa kepala nya berat sekali. Ia ter huyung ke belakang.
__ADS_1
Pelayan Rao segera mengkap Zhao.
Z h a o p i n g s a n. P e l a y a n R a o
segera membawa Zhao ke kamar.
Di Sisi Lain.....
Raja Hao yang merasa ada tekanan hebat. Langsung menuju arah tekanan tersebut.
Raja H a o masuk ke ruang baca. Dan melihat kertas dan ada tetesan darah di kertas nya
"Apa yang terjadi?" Batin Raja Hao.
Raja Hao menghampiri kamar Zhao.
"Apa yang terjadi?" Tanya Raja Hao dengan suara datar nya.
"Ma-maaf yang mulia saya juga tidak tahu. Tadi Tuan putri menemukan suatu kertas yang bertulis kan bahasa Yunani. Lalu saat Tuan putri memain kan jadi ke mulut nya, jari Tuan putri berdarah" Ucap pelayan Rao menjelas kan panjang lebar dengan wajah khawatir.
"A d a yang lain?" Tanya Raja Hao.
"Setelah itu Darah Tuan putri tak sengaja menetes ke kertas tersebut. Dan tulisan Yunani tersebut mengelilingi tubuh Tuan putri, lalu Tuan putri pingsan" Ucap pelayan Rao menjelaskan.
Raja Hao kembali ke ruang baca dan mengambil kertas tersebut. Ia terkejut karena Zhao lah yang di pilih oleh dewa untuk memiliki kekuatan ter sebut.
Raja Hao kembali ke ruang kerja nya. Ia tidak terlalu kepikiran tentang Zhao.
__ADS_1
Raja Hao hanya tidak m e n d u g a jika putri nya l a h yang ter pilih.
.......................................
Pelayan mulai menyiap kan makan malam.
Sedangkan pelayan Yan menuju ke kamar Zhao. Ia mengendap endap. Namun , saat membuka pintu nya....
"Kyyyaaaaaaa!" Pelayan Yan ber teriak h i s t e r i s.
Semua pelayan langsung menghampiri pelayan Yan.
Pelayan yang menghampiri pelayan Yan semua berteriak alasan nya adalah mereka melihat naga yang begitu besar yang terbuat dari es.
Semua pelayan lari kecuali Pelayan Rao. Pelayan Rao memberani kan diri untuk mendekati naga tersebut.
Pelayan Rao menunduk takut akan di serang oleh Naga Es. (Sekali di catek kan... meningsoy gitu ye kan).
Pelayan Rao terkejut saat melihat ke arah Naga Es , Naga es bahkan tak menyerang sekali pun. Malah an memberi jalan untuk pelayan Rao.
Pelayan Rao melihat Zhao yang tertidur pulas tanpa ada sedikit gangguan pun. Ia melihat seperti ada pelindung di sekitar tubuh Zhao.
**Daannn......
^^^Bersambung tentunya......^^^
Terimakasihh**...
__ADS_1