Reinkarnasi Menjadi Dewi Es

Reinkarnasi Menjadi Dewi Es
Episode 9


__ADS_3

"Yang Mulia kami telah membawa tabib yang kemarin" ucap para pelayan dan pengawal sembari memberi hormat.


"Penjara dan siksa dia!" perintah Raja Hao.


"Baik Yang Mulia.. Kami pamit undur diri" Ucap para pengawal. Para pengawal membawa tabib kerajaan tersebut menuju ke penjara.


"heh heh ada apa ini saya tidak melakukan kesalahan kok!?" ucap tabib kerajaan sembari memberontak.


"Kita bicara kan saat kau sudah di penjara" ucap Raja Hao dingin.


*****


Zhao belum bangun. Dia masih pingsan tanpa membuka mata nya sejak tadi. Pelayan Rao tetap menjaga Zhao sambil menunggu Zhao terbangun.


S e d a n g k a n Raja Hao menuju ke penjara bawah tanah.


"Siapa yang bersekongkol dengan mu? " tanya Raja Hao.


"Maaf Yan aku sudah muak dengan mu" ucap tabib dalam hati.


"Yan, Yan yang menyuruh saya... Saya di bayar menggunakan perhiasan Tuan Putri" ucap Tabib tersebut.


"Oh jadi selama ini Yan mencuri perhiasan Zhao? "


"benar yang Mulia"


"Pengawal bebas kan dia" ucap Raja Hao.


"Baik Yang Mulia" ucap pengawal.


"terimakasih Yang Mulia" ucap tabib.


"Tapi kau tidak akan menjadi tabib di kerajaan ini lagi.. aku memecat mu" ucap Raja Hao tanpa enggan.


"Tapi, tapi Yang Mu-"


"Usir dia" ucap Raja Hao. Sembari kembali berjalan ke tempat di mana Pelayan Jou berada.

__ADS_1


"Pengawal bebas kan dia..."


"Tapi Yang Mulia bukan kah dia sudah meracuni tuan putri? "


"Turuti saja perkataan ku" Ucap Raja Hao dengan tatapan yang bisa bikin orang mati.


"Ba-baik yang Mulia"


Pelayan Jou di bebas kan..


"Terimakasih Yang Mulia Terimakasih" ucap Pelayan Jou sembari bersujud pada Raja Hao.


"Cepat lah mandi dan ganti baju. Bau mu aneh dan layani Zhao seperti dulu" ucap Raja Hao.


"Terimakasih Yang Mulia! " ucap Pelayan Jou dengan senyum nya.


Setelah pelayan Jou pergi dari penjara bawah tanah.


"Pengawal Sekarang hukum Yan"


"Baik Y a n g m u l i a"


"Sialann Kamu Yan!! aargh" ucap tabib.


+++++++


Pelayan Jou kini sudah bersih kembali walau pun ada banyak bekas luka di wajah nya. Pelayan Jou kini ke kamar Zhao.


"Rao! " sapa pelayan Jou.


"Jou! akhir nya kamu di bebas kan juga" ucap pelayan Rao


"Tapi Tuan putri belum sembuh" tanya pelayan Jou.


"iya, tadi pingsan" jawab p e l a y a n R a o.


di sisi lain....

__ADS_1


"Permisi! Anda di panggil Yang Mulia! " ucap Pengawal.


"Baik saya kesana"


:::::::::::::::::::::::


"Yang Mulia ada apa memanggil saya?" Ucap se seorang yang di bawa pengawal.


Orang Yang di bawa oleh pengawal Adalah penyihir kerajaan.


"Pengawal kalian pergi" ucap Raja Hao.


"Ada apa Yang Mulia" ucap Penyihir tersebut.


"Kau bisa menyembuh kan Zhao?"


"Bisa Yang M u l i a"


"Kalau begitu sembuh kan dia"


"Baik Yang Mulia"


Penyihir tersebut keluar dari ruangan dan berjalan menuju kamar Zhao.


"Permisi aku di suruh untuk menyembuh kan Tuan putri.. Se tidak nya kalian pergi dulu" ucap penyihir tersebut.


"tap-"


"Aku hanya menyembuh kan nya kok, tidak membunuh nya astaga"


Pelayan Jou dan Pelayan Rao keluar kamar Zhao.


Sementara penyihir tersebut mencoba menyembuh kan Zhao menggunakan ke kekuatan sihir nya.


Pelayan Rao dan Jou memperhati kan dari luar kamar. Cukup lama penyihir tersebut mengalir kan sihir nya ke Zhao.


"duh.. energi ku bertabrakan dengan energi nya.. tapi kenapa energi sedikit berbeda dari manusia biasa? " Ucap penyihir tersebut dalam hati.

__ADS_1


^^^*****BERSAMBUNGGG!!!^^^


__ADS_2