
"ah ini ada surat dari pangeran welix" ucap pelayan Jou.
"Welix? Hmm.. aku a k a n memikirkannya dulu untuk ini" ucap Zhao sembari mengambil surat di tangan pelayan Jou.
"Ya sudah saya pamit undur diri Tuan putri, jika Tuan Putri membutuhkan sesuatu silahkan panggil saya. ok." ucap pelayan Jou sembari membungkuk kan badan.
Zhao berjalan menuju kursi ayah nya bekerja, lalu membuka surat yang di berikan pelayan Jou.
Ternyata Zhao di ajak ke acara minum teh, Zhao antara senang dengan bingung, ia belum pernah mengunjungi acara minum teh. Zhao selalu menolak jika di ajak ke acara minum teh.
🗿takut keracunan...
Zhao meninggalkan surat itu dimeja ayahnya.
"Terserah bapak gw lah.. Gw sih los" pikir Zhao tenang (Dulu emang anaknya barbar bund).
Zhao keluar dari ruangan ayahnya. Ia menghampiri Ice yang sedang bergulat dengan ekornya sendiri.
Zhao terlihat senang melihat kucing nya yang mulai aktif. Dia menhampiri dan mengelus ice dengan lembut.
"Hai, Kau senang kan disini?. Disini adalah t e m p a t t i ng g a l mu sekarang!" Kata Zhao tersenyum.
"Kucing ini aneh, aura nya tidak normal seperti kucing biasa nya. Aku sedikit ragu jika ia hanya kucing putih, polos biasa" Batin Zhao yang ragu.
Kucing merasakan hal yang sama pada Zhao. Namun, milik Zhao lebih ditutup untuk tidak menyebarkan aura yang kuat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu sudah sore. Sudah waktunya Zhao membersihkan diri nya di bak yang indah.
"Kakak kakak! Aku ingin mandi air yang sedikit lebih dingin dari sebelum sebelumnya ya! (aku sedikit kepanasan dengan suhunya)" Ucap Zhao.
"Baik kami akan melakukan yang terbaik untuk Tuan Putri kami~~•" Jawab Semua pelayan serentak tanpa rencana.
****_skip selse mandi_****
"Wah tadi itu airnya sangat pas! aku jadi ingin tidur saat mandi" Ucap Zhao.
Zhao menuju ruang baca, untuk kembali mencari tau apa yang terjadi padanya. Sebenarnya dia juga merasakan keanehan pada dirinya. Hal itu membuat dia penasaran.
Zhao sampau diperpus kerajaan.
__ADS_1
"Ah aku lupa.. waktu itu aku baca apa ya? kurasa di sekitar sini" Zhao mengobrak abrik buku diperpus kerajaan.
"ga ketemu?" Ucap laki laki di seberang rak buku.
Laki laki itu membuka mata Gold nya. Mata itu tampak bersinar dan cantik.
"Waa orang m3sum sialan" Zhao melempar buku ke arah orang "Itu".
"Ukh.. sakit tau. aku sudah mengobati mu tapi begini balasan mu? sungguh Tuan Putri tak tau terimakasih" ucap "seseorang" dibalik rak.
"Aku penyihir kerajaan. Masih tanya lagi lu" ternyata orang itu penyihir kerajaan.
"A-aa aku Zhao"
"dah tau.. Aku Louis. Nice to meet you" ucap Louis.
"(apa arti nya yang dia bilang :'')) oh iya kamu tadi bilang kalau aku adalah Tuan Putri yang tak tau terimakasih ya?! Berani nya kamu" Ucap Zhao dengan wajah yang cemberut+ngambek :'''')
"Aku tadi just keceplosan" Jawab Louis santuy.
"Kamu juga ga pakai sopan santun sperti pelayan pelayan" Balas Zhao.
"Kamu! ngajak gelud ya? Ayok gelud kita" Ucap Zhao yang sedang kerasuka Reog.
"aku bersikap hormat hnya pada Ayahmu itu. Kalo sama kamu mending ga formal aja. Kita seumuran." Louis menambah kan kalimatnya.
"Terserahlah, kamu mau apa datang kesini? siapa yng mengizinkan mu? kamu mau ngapain?" Tanya Zhao yang sudah lupa akan rencana awalnya.
"ak-" Baru saja Louis ingin menjawab tiba tiba ada suara pintu terbuka.
"Tuan Putri. Saya mencari cari anda dari tadi.. Ternyata disini ya~, Tuan Putri ayo kita ke meja makan~ " ucap pelayan Rao.
"Ah i-iya hehe" Zhao melihat ke arah Louis namun Louis sudah menghilang dengan mantra nya.
"Tuan Putri ada apa?" Tanya pelayan Rao yang melirik kearah yang dilihat Zhao.
"Ah tidak apa apa kak, antar aku ke meja makan sekarang! aku sudah lapar!" Ucap Zhao pura pura bersemangat :'')
*Di ruang Raja Hao...
"Surat apa ini?... Acara minum teh?.. Zhao baru sembuh, aku sedikit takut jika mengajaknya bertemu orang lain, setidaknya dia akan berada di kerajaan kira kira 10 hari*" Batin Raja Hao.
__ADS_1
Raja Hao menjawab Surat dari Pangeran Welix. Lalu menggulung kertas dan memberikannya ke burung yang telah ia latih.
.....#*....#*.....
"Loh ayah kemana? kenapa dia tidak ikut makan?" Tanya Zhao yang kepoan :)
"Yang Mulia sedang di ruangan nya mungkin ia sibuk, kita temani sa-" Ucapan pelayan Rao terpotong saat melihat Raja Hao berjalan dengan pengawal pribadinya.
Pelayan Rao dan yang Lainnya memberi hormat kepada Raja Hao. Zhao yang sudah duduk duluan di Kursi nya hanya menatap dengan wajah julid kepada Raja Hao :')
"Apa kau tak suka aku disini?" Tanya Raja Hao menatap tajam Zhao.
"Ah mana mungkin, Aku bahkan mencari ayah tadi he-he" Jawab Zhao dengan senyum terpaksa dan penuh beban :). Raja Hao duduk dan memperhatikan Anak nya itu. Karena ia merasakan sesuatu yang aneh. Raja Hao sebenarnya memikir itu sejak tadi. Namun, ia berpikir Mungkin efek dari sihir. Raja Hao belum (ngeh) jika warna bola mata Zhao menjadi Biru berlian.
Mereka menikmati makanan y a n g di h i d a n g k a n p a r a p e l a y a n. Zhao kembali ingat dengan tujuan awalnya untuk datang ke perpus kerajaan.
"Gegara si anak ilang Louis aku jadi lupa mau mencari buku atau kertas itu" Batin Zhao k e s a l.
"Kau tidak akan ikut ke acara itu" Kata Raja Hao secara tiba tiba.
Zhao hanya mengiyakan.
"*Syukurlah aku tidak jadi ke acara yang tak pernah ku datangi sepanjang hidup itu, mungkin aku akan jadi 🗿 jika aku benar benar mengikuti acar itu" Pikir Zhao sambil menguyah makan nya.
"Agak enek nih makanan, rasanya kek ikan mentah :') aku harus apa*.." Zhao durhaka mode on
Zhao dan Raja Hao sudah selesai makan. Zhao langsung berlari ke arah perpus yang ada di utara kerajaan.
"Tuan Putri hati hati jangan berlarian" Ucap Pelayan Jou mengikuti Zhao yang sangat lincah dan berlari ceffaattt.
Cklek Cklek Ceklek
"Eh-"
...BERSAMBUNG.....
(Authornya sedang PAT untuk kenaikan kelas 6.. episode 1 masih kelas 4! setidaknya saya meminta maaf terlebih dahulu..)
ThANk~ •~•
s a l a m... Semoga Hari anda menyenangkan~•°
__ADS_1