
Setelah mengambil perhiasan Zhao, pelayan Yan keluar seperti tidak melakukan apa pun.
Namun, pelayan Rao sudah menunggu di depan pintu. Pelayan Rao menatap pelayan Yan dengan tatapan tajam.
"Kembalikan perhiasan Tuan putri" Ucap pelayan Rao dengan suara dingin. Pelayan Yan menatap pelayan Rao licik.
"Tidak , tidak , tidak perhiasan ini sudah ada di tangan ku aku tak bisa mengembalikan nya" Ucap pelayan Yan.
"Akan aku bocor kan kejadian ini ke Yang Mulia!" Ucap pelayan Rao mengancam.
"Bocor kan saja kalau bisa!?" Ucap pelayan Yan berani.
"Karena jika itu terdengar ke pelayan yang sedang ada di dekat nya, pasti akan ada rumor yang akan menurun kan jabatan Beliau" Sambung pelayan Yan mengancam.
"................." pelayan Rao tidak bisa menjawab apa apa. Pelayan Rao hanya menatap pelayan Yan dengan tajam dan penuh amarah.
Karena pelayan Rao sudah menganggap Zhao adik nya sendiri, itu pun Zhao yang meminta.
Pelayan Yan mendengar langkah kaki Raja Hao. Ia segera menggunakan taktik nya lagi.
Plllaaakkk
(Author : ampus sakit gak? kalau gak ku tambahin nih)
__ADS_1
Pelayan Yan menampar pipi nya sendiri. yang membuat pelayan Rao terkejut. Pelayan Yan memegang pipi nya yang memerah karena menampar diri nya sendiri.
Sedangkan Raja yang melihat kejadian itu terlihat tak peduli dan masuk ke kamar Zhao.
Pelayan Yan tidak senang dengan kejadian itu.
Sedangkan pelayan Rao diam saja.
"Taktik mu yang kali ini tidak berhasil ya? kasihan.... Sakit tidak?" Ucap pelayan Rao mengejek pelayan Yan. Pelayan Yan pergi dari situ. Sedangkan Pelayan Rao mengerjakan tugas nya.
Di dalam kamar Zhao.......
Raja Hao sedang membantu penyembuhan Zhao menggunakan sihir nya. Zhao tidak terbangun.
Di keadaan yang lain, pelayan Rao berada di taman bunga dengan izin Raja Hao. Ia menangis karena tidak bisa menjaga Zhao.
Ia menangis karena dengan ada nya Zhao di sisi nya ia selalu terhibur akan ke lucuan tingkah Zhao.
Pelayan Rao mengingat kejadian di mana Zhao masih berumur 2 tahun. Dan baru bisa memanggil nama nya dengan panggilan 'Lao'.
Pelayan Rao tersenyum mengingat kejadian itu.
Pelayan Rao memainkan bunga yang ada di sekitar nya.
__ADS_1
Sedangkan di mimpi Zhao........
Zhao bertemu diri nya sendiri sebelum reinkarnasi. Tetapi itu hanya Raga nya saja sedang kan arwah nya di dalam badan Zhao.
Ia tiba tiba berada di istana nya yang dulu bersama kakak nya yang menjadi raja , dan keluarga nya yang lengkap.
Ia melihat semua nya seketika menghilang satu per satu, Zhao mengejar nya namun tak sempat.
"Aku harus bangun , tapi bagaimana cara nya?"
Kata Zhao dalam mimpi.
Ia kemudian di perlihat kan peperangan sebelum ia mati.
dahi nya sudah di penuhi keringat. Untung saja pelayan Rao mampir sebentar ke kamar Zhao dengan izin tentunya , dan melihat Zhao berkeringat segera pelayan Rao mengambil kain bersih dan mengusap kan nya pada dahi Zhao.
Pelayan Rao tidak tahu apa yang terjadi di mimpi Zhao. Pelayan Rao hanya tahu kalau Zhao sedang ber mimpi buruk.
^^^***Bersambung.....^^^
Maaaaafff banggeeett karena telat up lagi..... Karena belakangan ini ada urusan - urusan yang harus saya kerjakan. Tentunya urusan tersebut mendadak. Jadi tidak ada persiapan.
Maaf ..... Saya mohon pengertian nya. Sebisa mungkinnnn saya menepati jadwal jam yang saya buat.
__ADS_1
Sekian, Mohon maaf dan Terimakasih***............. o(〃^▽^〃)o