
Ke esokan hari nya~~~°
"Tuan putri, ayo bangun ini sudah pagi" Ucap Jou membangunkan Zhao.
Zhao mengusap usap matanya.
"Tuan putri mandi dulu ya" Ucap pelayan Jou dengan ramah. Lalu menggendong Zhao kekamar mandi. Pelayan Rao mengusapkan kain yang dibasahi ke badan Zhao.
Selesai mandi*****
"Rao apa bajunya sudah disiapkan?"Tanya pelayan Jou.
"Sudah, itu dikamar Tuan putri" Jawab pelayan Rao.
"Baiklah" Ucap pelayan Jou. Pelayan Jou memakaikan baju tersebut kepada Zhou.
"Jou bubur untuk Tuan putri sudah siap" Ucap pelayan Rao.
"Iya" Jawab pelayan Jou. Pelayan Jou menggendong Zhao ke ruang makan. Seperti yang di tugaskan, Pelayan Rao menyuapi Zhao.
Zhao melihat ke arah Raja Hao. Raja Hao membalas tatapan Zhao dengan tatapan dingin. Zhao tersenyum. Raja Hao hanya memasang ekspresi datar.
"Apa Tuan putri setelah ini ingin berjalan jalan?" tanya pelayan Rao. Zhao memasang muka senang.
"Yang Mulia bolehkan Saya mengajak Tuan putri untuk berjalan jalan?" Tanya pelayan Rao sembari menundukan kepala.
"Hmm" Jawab Raja Hao singkat.
"Terimakasih Yang Mulia saya akan menjaga Tuan putri" Jawab pelayan Rao senang. Selesai Zhao makan, & minum, pelayan Rao menggendong Zhao menuju halaman belakang. Disana Zhao melihat banyak sekali bunga Tulip.
Zhao menatap kagum bunga bunga tersebut.
"Apa tuan putri suka?" Tanya Pelayan Rao.
Zhao membalas nya dengan senyumannya, dan menatap ke arah pelayan Rao.
Pelayan Rao berjalan mengelilingi taman bunga tersebut. Zhao menatap taman tersebut, dia tersenyum kegirangan.
"Rao bagaimana?Apakah Tuan putri suka?" Tanya pelayan Jou.
"Tuan putri sangat menyukain nya Jou" Jawab pelayan Rao. Pelayan Jou, dan Rao tersenyum, karena mengetahui kalau Tuan putri nya suka dengan bunga yang ditanam Ratu nya.
Zhao berusaha menggapai bunga Tulip, namun, tidak bisa karena tangan nya kecil. Pelayan yang mengetahui berjalan mendekat ke salah satu bunga dan berjongkok di sana, agar Zhao bisa menyentuh bunga tersebut.
Dia jadi mengingat dulu ayahnya yang mati di medan perang. Ayahnya pernah memberi nya bunga tulip sama seperti yang di pegang nya.
Zhao menggenggam erat mahkota bunga tulip tersebut. Dia menahan tangisnya namun,
"Hiks... hiks... huwaa"Zhao menangis. Pelayan Rao dan Jou bingung kenapa Zhao menangis.
"Tuan putri? Tuan putri kenapa?" Tanya pelayan Jou.
"Tidak ada yang berdarah, tidak kencing juga. Tuan putri?" Ucap pelayan Rao bingung. Pelayan Rao memeluk Zhao dan mengelus kepala Zhao dengan lembut.
Zhao menangis dalam pelukan pelayan Rao. Pelayan Rao menenangkan Zhao.
"Tuan putri tidak ada apa apa, jangan menangis" Ucap pelayan Rao. Pelayan Rao memetik 1 bunga Tulip , dan melepaskan pelukan nya. Pelayan Rao meletakkan bunga tersebut ke sela sela telinga Zhao. Pelayan Jou mengelus kepala Zhao.
"Tuan putri jangan menangis lagi ya"Ucap pelayan Jou menenangkan sambil mengusap air mata Zhao. Mereka akhirnya bermain bersama di taman bunga tersebut.
__ADS_1
5 Tahun kemudian-----
"Tuan putri bermainnya sudah dulu ya, makan dulu" Ucap pelayan Jou.
"Iya" Jawab Zhao tersenyum.
Zhao dan pelayan Jou ke ruang makan. Di sana Zhao melihat ayahnya , duduk di bangku utara. Zhao duduk di bangku selatan.
Makanan sudah di sajikan, para pelayan mengambilkan nasi dan lauk pauk nya untuk di berikan kepada Zhao dan Raja Hao.
Zhao & Raja Hao menikmati makanan yang di hidangkan oleh pelayan.
"Ayah setelah makan, maukah ayah naik perahu bersama ku?" Tanya Zhao. Sebenarnya ia malas untuk mengajak ayahnya namun, Raja Hao adalah ayah nya. Jika Zhao bersikap kurang ajar pada ayah nya pasti akan tersebar gosip dimana mana.
Raja Hao mengangguk.
"Terimakasih ayah!" Ucap Zhao dengan senyum nya.
...****************...
Setelah makan Zhao dan Raja Hao berjalan menuju sungai di belakang istana di samping taman bunga tulip.
" Siapkan perahu" perintah Raja Hao.
"Baik Yang Mulia" Jawab para pelayan.
Perahu sudah siap, Raja Hao dan Zhao naik ke perahu. Perahu tersebut di dayung oleh pelayan yang memang di tugas kan.
"Ayah warna mata ayah warnya indah seperi danau permata" Ucap Zhao sekadar basa basi.
Raja Hao hanya diam saja.
"Ayah, aku sudah bosan ayo kita turun saja" Pinta Zhao.
"Hm" jawab Raja Hao singkat (Padat dan Jelas tentunya).
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah turun dari perahu, Zhao mengajak ayahnya bermain sebentar bersamanya.
" Ayah emm, Ayah maukah ayah bermain dengan ku sebentar". Pinta Zhao.
"Bermainlah dengan pelayan, kau mengganggu waktu kerja ku" Jawab Raja Hao dingin.
"Iya Ayah" Jawab Zhao sembari tersenyum tipis. "Wah... Wah... Mulutnya seperti pedang yaa" kata Zhao dalam hati.
"Kak Jou maukah kakak menemani saya bermain?" Pinta Zhao. Kebetulan juga pelayan Jou ada di dekat nya saat ini.
"Wah... Dengan senang hati Tuan Putri" Jawab pelayan Jou tersenyum ramah.
...----------------...
Setelah Zhao dan pelayan Jou tiba di ruang bermain. Zhao mengambil 2 boneka. Zhao mengambil boneka beruang dan kelinci. Dan memberikan boneka kelinci nya ke pelayan Jou.
"Raaaaooorrrr" Ucap Zhao yang sedang bersikap layak nya anak kecil.
"Waahh... Ada beruang, Lariii" Ucap pelayan Jou memperan kan sebagai kelinci.
Zhao dan pelayan Jou tersenyum riang. Di tengah - tengah permainan Zhao tiba tiba berkata.
__ADS_1
"Kak Jou bolehkah aku belajar sihir?" Pinta Zhao. Zhao memang pernah belajar sihir di masa lampau nya, namun ia hampir melupakan semua sihir yang pernah di kuasai nya di masa lampau karena reinkarnasi nya.
"Jika itu saya tidak bisa memutuskan nya Tuan Putri, yang bisa memutuskan nya hanya Yang Mulia Tuan Putri" Jawab pelayan Jou.
"Ooh" Ucap Zhao. Zhao sekarang sedang memikirkan bagaimana cara membalaskan dendam nya pada Raja Hao. Ekspresi nya sekarang hanya datar.
"Tu-Tuan Putri apa perkataan saya menyinggung Tuan Putri?" Tanya pelayan Jou khawatir karena wajah Zhao hanya datar.
"Eeehh tidak, tidak kok aku hanya berpikir bagaimana cara membuat boneka ini, karena aku rasa ini susah membuat nya" Jawab Zhao mencari alasan jelas.
"Rupa nya begitu Tuan Putri, saya khawatir jika kata kata saya ada yang menyinggung Tuan Putri" Ucap pelayan Jou.
"Eem Kak Jou bagaimana jika kita bermain di taman bunga, ku rasa aku butuh udara segar kak" Pinta Zhao.
"Baik Tuan Putri" Jawab pelayan Jou Semangat , karena ada yang ingin pelayan Jou cerita kan pada Zhao.
...****************...
Sesampai nya di taman bunga kerajaan, Zhao langsung berlari lari di sekitar bunga - bunga tulip, pelayan yang mengamati Zhao hanya tersenyum. Pelayan Jou mendekati Zhao.
" Kak Jou, Kata nya bunga tulip itu bunga yang berasal dari Asia Tengah loh" Ucap Zhao.
"Wah Tuan Putri genius" Ucap pelayan Jou.
"Tidak juga, aku tahu karena membaca buku" Ucap Zhao.
"Tuan Putri tahu tidak, Tuan Putri saat masih umur 1 tahun Tuan Putri sudah bisa memanggil saya loh.. Tuan Putri memanggil saya "Jo". Saya senang sekali" Ucap pelayan Jou.
"Benarkah?" Ucap Zhao.
"Tentu saja. Tuan Putri kan genius" Ucap pelayan Jou. Mereka pun tertawa. Mereka mengelilingi taman bunga.
...****************...
"Tuan Putri jalan jalan nya kita lanjut besok saja ya, sekarang sudah waktunya makan siang" Ucap pelayan Jou.
"Baik kak Jou" Jawab Zhao tersenyum.
...----------------...
Mereka sampai di ruang makan. Zhao duduk di kursi selatan seperti biasa. Seperti biasa semua pelayan melakukan tugas nya masing masing.
Raja Hao Dan Zhao menikmati hidangan.
...''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''...
Setelah selesai makan, Zhao berjalan menuju ruang baca (Perpustakaan). Dan mengambil 2 buku cerita dan membawanya ke kamar. Ia membaca buku cerita yang pertama ia ambil.
Karena buku Ceritanya tebal dan seru jadi Zhao tidak sadar jika sudah waktunya tidur siang. Pintu terbuka disana berdiri pelayan Rao dengan senyuman khas nya yang lembut dan ramah.
"Tuan Putri tidur siang dulu ya, membaca nya nanti lagi" Ucap pelayan Rao.
"iya" jawab Zhao.
^^^Bersambung........^^^
...Guys lagi awalan ya guys, jadi belum ada masalah atau konflik. Jadi tunggu aja............
... :)...
__ADS_1