Reinkarnasi Menjadi Dewi Es

Reinkarnasi Menjadi Dewi Es
Episode 3


__ADS_3

Zhao akhirnya tidur dengan di bacakan cerita oleh Rao.


...(((((((((((())))))))))))...


Keesokan hari nya , Zhao di bangun kan oleh pelayan Rao.


"Tuan Putri bangun ini sudah pagi" Ucap pelayan Rao.


"Iya" Jawab Zhao yang masih menguap beberapa kali.


"Rao air hangat nya sudah siap" Ucap pelayan Yan dari belakang pelayan Rao.


"Siap" Jawab pelayan Rao.


Zhao di antar ke kamar mandi. Di sana sudah di siap kan air hangat yang di taburi mahkota bunga mawar.


"Tuan Putri silahkan mandi dulu, kami bertiga akan menyiapkan makanan dulu, pakaian nya juga sudah kami siapkan di meja kamar mandi" Ucap pelayan Jou.


"Kami pamit undur diri" Ucap pelayan Jou, Rao dan Yan.


"Baiklah" Jawab Zhao singkat.


...*****************...


Selesai Zhao mandi dan berganti pakaian , Zhao menuju ruang makan seperti biasa. Dan duduk di selatan seperti biasanya. Seperti biasa pelayan pelayan mengerjakan tugas nya.


Saat Zhao menyuap makanan nya ke dalam mulut nya yang ketiga kali , ia merasa kan tubuh nya panas dan sakit bagai ingin meledak.


"A-ayah" Panggil Zhao gemetar. Raja Hao terkejut melihat Zhao yang kesakitan.


"Panggil tabib kerajaan" Perintah Raja Hao sedikit teriak. Raja Hao menggendong Zhao ke kamar Zhao. Tabib kerajaan datang dan bertanya dimana Zhao. Lalu masuk ke kamar setelah mengetahui jika Zhao di kamar Zhao.


...{{{{{{{{{{}}}}}}}}}}...


"Yang Mulia Racun yang berada di badan Tuan Putri adalah Racun bunga Daffodil" Ucap Tabib kerajaan.


"Apakah ada penawar nya?" Tanya Raja Hao.

__ADS_1


"Saya punya penawar nya" Jawab Tabib kerajaan.


"Berikan" Perintah Raja Hao dingin.


"Ini Yang Mulia" Jawab Tabib kerajaan, Raja Hao segera mengambil obat tersebut. Raja Hao melihat Zhao yang tertidur karena di minumi obat tidur.


Raja Hao meletakkan obat tersebut di meja kamar Zhao. Raja Hao lalu keluar dengan muka dingin dan sorot matanya yang tajam dan dingin.


"Siapa yang memasakan makanan untuk Zhao?" Tanya Raja Hao dingin.


"Saya tadi melihat Jou yang memasak makanan untuk Tuan Putri Yang Mulia" Ucap pelayan Yan.


"Te-tetapi saya tidak menaruh apa pun pada makanan Tuan Putri Yang Mulia" Ucap pelayan Jou.


"Hukum saja dia Yang Mulia" Ucap pelayan Yan.


"Siapa yang menyuruh mu mengatur atur" Ucap Raja Hao dingin.


"Ma-maaf Yang Mulia" Ucap pelayan Yan.


"Yang Mulia tolong percaya pada saya, saya sama sekali tidak menaruh apa apa pada makanan Tuan Putri" Ucap pelayan Jou menangis sambil memegangi kaki Raja Hao.


"Pengawal giring dia ke penjara bawah tanah!" Perintah Raja Hao.


"Ternyata Jou mendekati Tuan Putri hanya ingin mencelakakan Tuan Putri" Bisik salah satu pelayan.


"Bla bla bla bla bla" semua nya sedang membicarakan pelayan Jou, dan menjelek jelekkan nya.


Pelayan Yan tersenyum sinis pada pelayan Jou yang sedang di giring ke penjara. Pelayan Rao yang tahu hal tersebut memberanikan diri untuk mengangkat tangan.


"Yang Mulia bukannya saya ingin lancang, namun pelayan Jou tidak salah apa apa, tadi saya lihat pelayan Yan lah yang membawakan makanan ke Tuan Putri Yang Mulia" Ucap pelayan Rao.


"Rao saya sama sekali tidak dekat dengan Tuan Putri -" ucapan pelayan Yan terpotong oleh perkataan pelayan Rao.


"Justru yang lebih jauh lah yang lebih banyak kesempatan untuk meracuni Tuan Putri" Ucap pelayan Rao.


"Sudah kalian ingin masuk ke penjara juga ya!?" Ucap Raja Hao Dingin.

__ADS_1


"Tidak Yang Mulia" Ucap pelayan Rao dan Yan.


Raja Hao masuk ke kamar Zhao sambil menunggu Zhao bangun. Pelayan Rao jengkel dengan pelayan Yan. Sedangkan pelayan Yan tersenyum licik.


"Awas saja semua nya pasti akan terungkap" Batin pelayan Rao.


"Huh... dengan begini aku bisa mendekati Tuan Putri dan diam diam mengambil harta nya" Batin pelayan Yan.


Raja Hao melihat Zhao , dan berjalan ke arah nya. Saat Raja Hao selangkah lagi mendekati kasur Zhao , langkahan kaki Raja Hao membuat Zhao bangun.


"Hah... sial badan ku sakit semua. Ini mirip sekali dengan racun bunga daffodil". Batin Zhao.


"Makanlah sedikit & minum obat nya!" Ucap Raja Hao dengan suara seperti tidak peduli. Raja Hao meninggalkan Kamar Zhao.


Tiba-tiba masuk pelayan Yan yang disuruh untuk menjaga Zhao.


"Tuan putri saya di perintahkan Yang Mulia untuk menjaga Tuan putri" Ucap pelayan Sembari memberi hormat.


"Tuan putri makan dulu setelah itu minum obat nya ya... Saya akan ambil makanan nya" Sambung pelayan Yan.


"Aku tidak mau makan" Ucap Zhao.


"Tetapi Tuan putri harus makan dulu" Jawab pelayan Yan. Zhao diam saja , sedangkan pelayan Yan mengambilkan makanan untuk nya.


"Tuan putri ini makan dulu, saya akan menyuapi Tuan putri" Ucap pelayan Yan. Zhao membuka mulut nya.


Setelah beberapa suapan , Zhao meminum obat yang di berikan tabib kerajaan.


"Tuan putri istirahat dulu ya" Ucap pelayan Yan.


Setelah menunggu Zhao benar benar tidur , pelayan Yan melakukan aksi nya. Ia menuju ke kotak perhiasan di dalam lemari Zhao dan mengambil satu perhiasan.


^^^Bersambung.....^^^


Maaf karena tidak Up sesuai jadwal karena, ada sedikit kendala, Saya sebisa mungkin menepati jadwal Up nya...


Terimakasih sudah mengerti.

__ADS_1


^^^-Author^^^


__ADS_2