
Cklek Cklek Ceklek
"Eh-" Zhao termenung di depan pintu perpus kerajaan dengan tangan yang memegang gagang pintu.
"Tuan Putri jangan berlarian, nanti Tuan Putri jatuh" Perintah pelayan Jou.
"Tuan put-" kata pelayan Jou terpotong melihat Zhao hanya termenung.
Sedangkan dipikiran Zhao hanya sebuah pertanyaan.
"mengapa dikunci, padahal tadi belum kan?" Batin Zhao.
"Tuan Putri mungkin saya belum memberi tau Tuan Putri. Untuk sementara kata Yang Mulia Perpus Kerajaan akan ditutup Tuan Putri. Jadi untuk sementara Tuan Putri tidak bisa ke perpus kerajaan terlebih dahulu" Jelas pelayan Jou.
"Apa ada alasan lainnya ya? Kenapa ditutup?"
Pikir Zhao.
Zhao hanya mengangguk dan berjalan menuju kamarnya. Pelayan Jou terlihat kawatir dengan perasaan Zhao. Pelayan Jou berpikir jika Zhao adalah anak yang suka membaca. Padhal nggak.
Sampai dikamar Zhao bilang kepada pelayan Jou untuk ia tidur lebih awal. Pelayan Jou hanya menuruti Zhao dan membacakan cerita pengantar tidur.
"Pada suatu hari ada sebuah matahari dan bulan. Mereka adalah teman yang akrab, namun tidak bisa bertemu karena di sulitkan oleh kerja mereka. Mereka menunggu ada hari yang bisa menemukan mereka. Pada suatu hari, Bulan dan Matahari kini bertemu. Suasana menjadi gelap gulita, Para warga yang tak tau kejadian itu linglung dan mengira bahwa itu adalah akhir dari kehidupan mereka. Namun, matahari mengerti akan hal itu. Lalu matahari meminta maaf kepada bulan, Dan menyuruh bulan untuk pergi, dan pergi menunjukan wajah hanya saat malam hari" Cerita pelayan Jou menidurkan Zhao
(🗿)
Pelayan Jou melihat rambut pirang Zhao yang di terangi Lampu menjadi berkilauan layak nya Emas berlian. Pelayan Jou mengelus rambut Zhao dengan lembut. Dan mengingatkan nya pada adik nya di rumah.
.
.
.
.
3 tahun kemudian...
__ADS_1
Kini Zhao sudah bisa menggapai jendela kamar nya. Di dalam kamar Zhao membuka jendela , lalu memandang langit langit luar. Angin sejuk menghembus rambut Zhao yang sedikit keluar dari daun jendela. Rambut pirang Zhao terlihat bercahaya dengan cahaya matahari. Dan mata biru kristal nya menjadi gemerlap karena sinar.
"Wah lihat Tuan Putri kami sudah berumur 8 Tahun~" Ucap pelayan Rao yang menemani Zhao.
"Benar.. Sekarang Tuan Putri sudah bisa melihat ke luar karena sudah tinggi~" Tambah pelayan Jou.
"Mata Tuan Putri apakah memang tidak bisa kembali? itu agak menakutkan" Batin pelayan yang berada di luar kamar Zhao.
"Iya, warna mata ku tidak bisa kembali mengapa? Apa itu jelek?" Ucap Zhao berbalik dan berjalan ke luar kamar. Pelayan yang tadi sempat heran mengapa Zhao bisa mendengar apa yang dia katakan di pikiran nya.
"Tuan Putri bukan begitu maksud saya... Saya hanya ber pikir jika Tuan Putri menjadi lebih cantik dengan warna itu" Balas pelayan tersebut dengan terheran heran.
(pelayan tersebut melanjutkan pekerjaannya )
Zhao juga merasa aneh pada pelayan Jou dan Rao. Biasa nya mereka akan membalas apa yang di katakan pelayan pelayan seperti itu. Namun, kenapa saat ini tidak.
Zhao bertanya kepada pelayan Rao dan p e l a y a n R a o d a n P e l a y a n J o u.
"Kakak, mengapa kakak tidak membalas ucapan Pelayan tadi? Apa kakak membiar kan warna mata ku di ejek oleh nya?" Tanya Zhao cemberut :)
"Ah? maaf Tuan Putri, kami tidak mendengar bahwa pelayan tadi mengejek Tuan Putri" Ucap Pelayan Rao menjelas kan.
(Zhao said : "Nambah beban pikiran bae")
"Aa.. kalo begitu lupa kan saja.. Ayo temani aku bermain di taman bunga tulip dan mengajak Ice!" Pinta Zhao bersemangat.
"Baik.. Tapi Seijin Yang Mulia ya Tuan Putri" Ucap kedua pelayan.
Zhao menghampiri ayah nya yang ada di ruang kerja nya.
"Ayah.. Aku ingin bermain ke taman dulu apakah boleh?" Pinta Zhao.
"Pasti bocah ini mau mengajak ku lagi" Batin Raja Hao mengira ngira.
"Aku pergi bersama pelayan kok. Tidak dengan 'Ayah'" Ucap Zhao menekan kan kata Ayah.
"Pergi saja" Ucap nya singkat.
__ADS_1
"Terimakasih ayah~ "
"*Ga usah GR ya yah :)"
........
"Jadi sekarang aku bisa mendengar pikiran orang ya? Seru juga*" Batin Zhao sambil menggendong Ice. Pelayan Jou dan Pelayan Rao mengikuti dari belakang. Seharus nya Zhao di temani pengawal, hanya saja dia tidak mau.
"Kakak, kakak... Kalian duduk di bangku sini saja ya.. aku ingin bermain sendiri dengan Ice" Ucap Zhao sembari menunjuk bangku di taman.
"Tapi nanti jika Tuan Putri kenapa napa bagaimana?" Ucap Pelayan Rao dan P e l a y a n J o u b e r s a m a a n.
"Tidak mungkin.. Aku bukan lah Tuan Putri yang ceroboh" Ucap Zhao menyakinkan tapi agak sombong.
"Baik. Kami akan memperhatikan Tuan Putri dari sini.. " Jawab pelayan Jou.
"Jika terjadi sesuatu bilang pada kami ya " Tambah pelayan Rao.
Zhao berlarian dengan kucing nya. Sesekali mereka terhenti karena lelah. Namun, setelah itu berlari lagi.
Krincing Krincing rincing...
Bunyi kalung Ice yang sedang bergulat dengan ekor nya sendiri. Zhao senang melihat nya. Setelah itu Zhao ber main Dengan Ice. Zhao menggelitiki Ice dengan rumput yang dia dapat. Dan Ice berusaha merebut rumput itu. Mereka bermain dengan gembira. P e l a y a n y a n g m e l i h a t n y a p u n i k u t s e n a n g. Mereka semua tertawa dengan gembira di taman itu. Zhao memetik beberapa bunga tulip, dan meletakkan nya di kolam yang berada di taman itu. Ice yang haus setelah berlari meminum air kolam yang jernih itu. Zhao membiarkan nya karena dia pikir air kolam itu bersih.
**********************************************
(Edit: momen ketika Ice tau kalo air nya ternyata ga boleh di minum karena udah pasti kotor)
Ice Reaction :
oke lanjut...
Mereka berteduh di bawah pohon, Ice b e r a d a d i p a n g k u a n Zhao sekarang... Zhao mengelus Ice dengan lembut dan menikmati s e j u k n y a a n g i n s e p o i s e p o i. Ice tertidur di pangkuan Zhao. Tiba tiba Zhao merasakan seperti sedang melihat seluruh Bangunan istana. Ia dapat melihat A y a h n y a y a n g s e d a n g b e k e r j a. Dan para pelayan yang sedang melakukan pekerjaan nya.
Namun, Zhao tidak dapat melihat 1 orang lagi.
__ADS_1
***BERSAMBUNG~
🗿Author said : Semoga nilai B. Jawa ku ini tadi bagus***..