RUMAH BAWAH TANAH

RUMAH BAWAH TANAH
EPISODE 10


__ADS_3

"Jadi apa rencana selanjutnya?"tanya Evan pada Alvin.


"Iya bos,seminggu libur udah lumayan bosan juga."ujar Rinto.


"Gue sih ada rencana baru."ujar Alvin santai sambil makan coklat.


"Apaan?"tanya Evan.


"Kita ke ruang olahraga dengan cara menggali."ujar Evan.


"Mau ngapain di ruang olahraga?"tanya Rinto dengan polosnya.


"Mau boker njir."ujar Evan kesal.


"Lah,boker mah di wc.Eh di ruanga olahraga kan ada WC.Maksudnya kita mau boker ke WC ruang olahraga?"tanya Rinto dengan begonya.


"Hihh gue jadiin bakso juga lo."ujar Evan kesal.


"Kita harus latihan bertarung,gue adalah seorang pelatih silat.Jadi lo berdua harus belajar bela diri."ujar Alvin.


"Owh olahraga."ujar Rinto.


"Lo pada tau dari sini ke sana itu berapa meter?"tanya Alvin.


"Kaga."ujar Rinto.


"Gak pernah ngukur sih."ujar Evan berpikir.


"Oke,nanti kalau libur selesai kita mulai kerja lagi."ujar Alvin.


"Gue juga ada rencana."ujar Evan.


"Apaan?"tanya Alvin.


"Kita rekrut orang untuk membuat pasukan dan pekerja kita nambah,nanti tugas ketua kita bagi 3."ujar Alvin.


"Ketua 3?"tanya Alvin.


"Ketua mah 1 njir,lah ini 3.Lo mau buat trilisme kepemimpinan?"tanya Rinto.


"Bukan gitu,jadi gini cuy.3 ketua ini kita bagi 3 divisi.Divisi 1 itu pasukan tempur ,Divisi 2 itu pengembangan,Trus Divisi yang terakhir ini Divisi gudang."ujar Evan.


"Owh kek tugas dari tiap pasukan ini dibagi 3 pemimpin gitu?"tanya Alvin.


"Iya,jadi nanti kita bertiga ada tugas masing-masing,tempat dan daerah kerja masing-masing."ujar Evan.


"Boleh juga tuh."ujar Rinto.


Oke,itu saran yang cukup spektakuler."ujar Alvin.


"Jadi,mulai kapan kita rekrut orang?"tanya Evan.


"Minggu depan aja,kita santai dulu minggu ini."ujar Alvin.


10 menit kemudian


"Makanan siap."ujar Mila.


"Ini masakan kami bertiga loh."ujar Salsa tersenyum.

__ADS_1


"Hmm keknya enak."ujar Evan.


"Silahkan dimakan."ujar Mila.


Lalu mereka pun makan dengan nikmat tanpa ada gangguan.


Di tempat perlindungan.


Semua orang sedang bekerja membangun tempat itu.Tempat itu akan dibangun menjadi tempat perlindungan terakhir bagi umat manusia yang masih selamat.


Namun sayangnya karena semakin banyak yang orang yang tinggal di situ,maka hanya orang kaya yang dihargai disana.Sedangkan rakyat miskin sangat menderita.


Untuk mendapatkan sesuap nasi saja harus bekerja lebih keras.Disana orang miskin diperlakukan seperti kerja rodi.Tak kerja tak makan,itulah kira-kira kata-katanya.


"Huft capek."ujar seorang anak SMA yang sedang mengangkat semen.


"Woi kau,mau makan tak.Cepat sikit kerja."ujar salah satu orang kaya yang bertindak sebagai mandor itu.


"Iya pak."ujarnya lalu kembali bekerja.


Mereka diperlakukan seperti itu layaknya pemerintahan jaman kolonial.Bahkan orang tua juga disuruh ikut bekerja.Padahal mungkin sudah saatnya ia istirahat.


Di camp


"Penguasa apaan itu,masa kita dibuat kayak waktu zaman penjajahan."ujar Pak Boy seorang pekerja.


"Iya,bahkan Pak Ali yang umur 65 tahun juga disuruh kerja dulu baru makan."ujar Kaisar kesal.


"Keknya kita harus demo."ujar Billy.


Lalu tiba-tiba muncul suara orang berteriak dari luar camp.Sontak yang lain kaget dan langsubv ke luar untuk melihat apa yang terjadi.


Para tentara berjuang melawan para zombie karena infectednya dari dalam.Tempat itu semakin kacau karena para zombie tadi.


"Astaghfirullah zombie maneh pak."ujar Pak Buk Titin.


"Yang lain,ayo kita keluar dari sini naik bis itu!"Teriak pak boy.


Lalu seluruh rakyat miskin disitu naik bis umum.Mereka kini tidak ditahan oleh tentara,tapi mereka kini di lepaskan begitu saja.


Rakyat miskin yang tak terinfeksi pun semuanya masuk ke bis masing-masing.Lalu merekapun konvoi menuju ke arah bis terdepan.


"Mau kemana kita pak?"tanya Pak Mamat.


"Kita ke hutan pak."ujar Pak Boy.


"Baik pak."ujar Pak Mamat.


Lalu 9 bis konvoi itu pun berangkat ke hutan.


Setelah makan


"We ke hutan skuy!"ajak Alvin.


"Skuylah,kita mantau sekalian ukur lahan."ujar Evan.


Lalu mereka bertiga pun keluar dari rumahnya.Panas matahari kini mereka rasakan lagi sejak 3 bulan di dalam ruangan.


"Akhirnya bisa keluar lagi."ujar Evan menarik badannya ke atas.

__ADS_1


"Iya,dah lama gak keluar rumah."ujar Alvin.


"Tapi hutan ini bener-bener lebat dari belakang,tapi ditengah ini tanah kebun yang udah terbuka."ujar Evan.


"Itulah alasanhya para zombie itu gak kesini."ujar Rinto.


"Iya juga,pohon selebat ini.Sekalipun nyampe palingan bingung zombienya."ujar Evan.


"Dah yok,kita ukur jarak tembok pagar penjaga."ujar Alvin.


Lalu merekapun mengukur kebun yang luas itu.Kemudian di satu sisi,para pengungsi tadi kini sampai di jalan menuju ke hutan.Para zombie tadi juga mengejar,namun setelah cukup jauh.Para zombie itu bingung mau kemana lagi.


Setelah sampai di tempat yang kira-kira aman,Pak Boy pun turun dari bisnya.Kemudian yang lain juga ikut turun.


"Bapak ibu ngumpul!"ujar Pak Boy.


Lalu yang lain berkumpul didekat Pak Boy.


"Baik, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh!!"ucap Pak Boy.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh!!"jawab yang agama Islam.


"Baik,hari ini kita mungkin akan mengungsi ke sini dulu karena hanya hutan ini tempat aman yang bisa kita tinggali.Untuk urusan makanan,hutan ini insyaallah siap memberikan kita kenikmatan makanan.Jadi,kita akan tinggal di sini sampai para zombie itu musnah."ujar Pak Boy.


Tanpa ada yang bertanya dan menyangkal.Semuany setuju karena keadaan yang memang mengharuskan.Setelah itu,merekapun masuk ke hutan dalam perasaan masih was-was.


Setelah berjalan hampir setengah jam,mereka pun menemukan tempat yang sangat luas dan ada orang yang sedang ntah memegang apa.


Di tempat yang sama


"Woi udah berapa meter?"tanya Alvin pada Rinto yang memegang meteran.


"500 boss!"Ujar Evan memberi penanda.


Lalu disaat yang sama,orang-orang tadi muncul dari hutan.


"Woi ada orang tuh di kanan."ujar Evan.


"Mana?"tanya Rinto.


Alvin yang mengetahui ada sesuatu langsung mengambil parangnya dam berlari ke arah orang tadi.


"Tahan,kami bukan infected."Ujar Satria lantang.


"Apa kalian dari camp perlindungan?"tanya Alvin berhenti lalu memasukan kembali parangnya.


"Benar,kami dari tempat itu."ujar Pak Boy.


"Lantas kenapa bapak dan yang lain ke sini?"tanya Alvin.


"Panjang ceritanya nak."ujar Pak Boy.


"Ma aku laper."ujar seorang anak kecil.


"Kalian belum makan?"tanya Alvin.


"Belum nak,kami hanya dipaksa bekerja.Namun makanan kami dibatasi."ujar Pak Boy.


"Ayo masuk ke dalam rumah dulu pak!"ajak Alvin.

__ADS_1


"Baik terimakasih nak."ujar Pak Boy.


__ADS_2