RUMAH BAWAH TANAH

RUMAH BAWAH TANAH
EPISODE 11


__ADS_3

Merekapun berjalan ke arah sebuah bangunan kecil yang terbuat dari kayu yang bentuknya seperti hanya sebuah WC.Orang-orang itu heran dengan rumah yang ditunjukan Alvin.


"Nah ini rumah kami pak."ujar Alvin menunjuk bangunan itu.


Yang lain heran dan bingung melihat bangunan kecil itu.


"Hahaha kalian bingung ya,ini cuma pintu depa aja kok."ujar Evan.


"Hanya pintu depan?"tanya Satria.


"Iya,ini bisa dibuka."ujar Rinto lalu membuka pintunya.


"Sebentar ya,sebelum masuk diperiksa dulu."ujar Alvin.


Alvin berjalan ke arah tempat Mila berada.


"Siap-siap,kita kedatangan tamu."ujar Mila.


"Tamu?"tanya Mila bangun dari berbaringnya.


"Iya,kalian jadi petugas pemeriksa ya."ujar Alvin.


Merekapun mengangguk lalu menggunakan jilbab yang biasa dipakai.Kemudian mereka berempat keluar dari rumah bawah tanah.


"Mila!"ujar Rina salah seorang pengungsi yang selamat.


"Eh Rina."ujar Mila.Lalu mereka berpelukan.


"Ya ampun gak nyangka gue kalau lo masih hidup."ujar Mila memeluk Rina.


"Lah kalian kenal?"tanya Alvin pada kedua orang itu.


"Inj tuh sahabat gue."ujar Mila.


"Lah,setahun kita nikah baru kali ini gue tau lo punya sahabat selain di sekolah."ujar Alvin.


"Assalamu'alaikum apakah kami telat?"tanya 10 orang pemuda yang terdiri dari 5 cewek.


"We bro!"ujar Evan dan Rinto.


"Wanjir Ketua OSIS masih hidup."ujar Remon.


"Widih gue kira lo pada udah koid."ujar Evan.


"Berapa orang kalian?"tanya Alvin.


"10 bro."ujar Riko.


"Hai girls."ucap Sinta pada Mila dan 3 cewek tadi.


"Widih kalian dari 12 IPA 2 kan?"tanya Salsa.


"Yoi."ujar Sinta.


"Yaudah semua masuk dengan diperiksa terlebih dahulu ya."ujar Alvin.


"Eh guys team rumah bawah tanah!"ujar Alvin.


"Yang lain tunggu yak."ujar Evan.


"Njir,udah kek mau rapat penting."ujar Remon.


"Diem lu,nanti gak gue kasih lu masuk."ujar Rinto.


"Ampun kak hahaha."ujar Remon tertawa.

__ADS_1


"Guys fokus."ujar Alvin.


"Ha apaan?"tanya Rinto.


"Nah jadi kita bagi tugas,yang cewek nanti masak besar buat semuanya.Trus yang cowok nanti istirahat di ruang atas.Kita kasih arahan untuk membangun tempat ini."ujar Alvin.


"Okelah.Jadi nanti yang cewek langsung masak aja nih?"tanya Mila.


"Iya,kasihan belum pada makan."ujar Alvin.


"Oke."ujar Mila


"Yaudah,langsung aja.Oh iya satu lagi Mil."ujar Alvin.


"Apaan?"tanya Mila.


"Ini yang cewek,tolong nanti ruangan santai yang dibawah di gelar kasur untuk tempat istirahat nenek-nenek dan ibu-ibu."ujar Alvin menatap 3 cewek tadi.


"Berapa banyak kasur?"tanya Salsa.


"Sesuaikna jumlah orangnya aja."ujar Alvin


"Owh okeyy!!"jawab mereka bertiga.


"Oke guys,jadi mohon didengerin ya.Ini udah pada makan belum?"tanya Alvin.


"Belum!!"jawab mereka serentak.


"Oke,saya minta yang cewek yang bisa masak nanti ikut masak menyiapkan makanan untuk semuanya."ujar Alvin.


"Horee!!"teriak anak-anak itu dan yang lain.


"Hussh nanti zombienya denger."ujar Salsa.


Lalu mereka pun masuk menuju rumah bawah tanah.Setelah masuk,Rinto langsung menutup pintu rumah itu lalu ikut masuk.


"Wah dingin disini!!"suara salah seorang anak.


"Wow amazing!"ujar salah satu cewek muda.


Grup ke tempat santai atas


"Baik,naik satu-satu!"ujar Alvin.


Lalu para cowok,anak-anak,dan bapak-bapak ikut ke atas.Sedangkan kakek-kakek beristirahat di pojok ruangan yang dulunya adalah tempat baju.


"Guys,para laki-laki kuat.Tolong bantu gelar kasur ya dari gudang bawah.Para tetua kita harus istirahat di sini."ujar Alvin.


"Siap ketua."ujar para anak muda.


"Pak,bapak mau kemana?"tanya Evan.


"Mau ikut bantu nak."ujar Pak Rahmat.


"Jangan,bapak istirahat aja.Biar kami yang muda yang bekerja."ujar Evan.


"Nak,kami udah terbiasa seperti ini.Jadi gk apa-apa kami bantu."ujar Pak Mamat.


"Mohon suara dikecilkan ya karena kita sedang ada di situasi gawat."ujar Alvin.


Lalu yang tadinya riuh,sekarang menjadi sepi.


"Bapak-bapak duduk saja,biarkan kami yang muda yang bekerja."ujar Alvin.


"Tapi nak..

__ADS_1


"Pak,silahkan duduk saja."ujar Alvin.


"Rin,Rinto!"ujar Alvin.


"Apaan?"tanya Rinto.


"Lo sekarang ke gudang,ambil jajan-jajanan agak banyak.Trus sekalian air minum kira-kira 3 dus.Sama nanti lo ke dapur trus minta gelas untuk para orang tua."ujar Alvin.


"Oke,ada lagi gak?"tanya Rinto.


"Udah,itu aja."ujar Alvin.


Setelah itu,anak-anak muda pun membantu mengangkat kasur dari bawah ke atas.Kemudian setelah kasur sudah di tebar,para orang tua beristirahat.


"Oke sambil santai aja ya.Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh!!ujar Alvin.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh!!"jawab semuanya.


"Saya ucapkan selamat datang kepada semuanya,selamat bergabung di rumah bawah tanah yang telah kami bangun bersama sejak 4 bulan yang lalu.Semuanya hari ini istirahat dulu untuk 1 hari ini.3 hari lagi baru kita rapat untuk pembangunan tempat tinggal kita ini."ujar Alvin.


"Jadi kami bisa istirahat?"tanya Remon.


"Bisa bro."ujar Alvin.


"Alhamdulillah!"ujar Remon.


Lalu Alvin menghampiri bapak-bapak tadi.


"Pak!"ucap Alvin.


"Eh iya boss."ujar bapak itu.


"Jangan panggil boss,panggil aja Alvin."ujar Alvin.


"Owh iya nak Alvin."ujar Pak Boy.


"Jadi,gimana pak keadaan di camp perlindungan.Trus kenapa semuanya bisa ke sini?"tanya Alvin.


"Jadi gini nak.Di tempat itu awalnya kami disambut dan dibaik-baikkan.Namun lama-lama tempat itu bagai penjara bagi kami."ujar Pak Boy.


"Kayak penjara?"tanya Alvin.


"Iya,disana kami disuruh kerja terus.Tapi untuk makan malah kami di telantarkan."ujar Pak Boy.


"Serius pak?"tanya Alvin.


"Iya nak,untuk makan aja susah disana."ujar Pak Rahmat.


"Susah gimana pak?"tanya Rinto.


"Ya susahnya itu untuk makan roti aja,kami harus bekerja sampai malam.Syukur-syukur bisa makan nasi."ujar Pak Rahmat.


"Kayak romusha gitu ya pak?"tanya Evan.


"Iya,persis kayak romusha.Bahkan yang melawan akan dibuang dan jadi makanan zombie."ujar Pak Boy.


"Itu semuanya pak?tanya Alvin.


"Iya nak,kakek-kakek itu juga dipaksa bekerja.Sementara anak-anak orang kaya bersantai di tempat itu."ujar Pak Boy.


"Orang kaya,owh saya ngerti.Pasti orang kaya diistimewakan ya pak di tempat itu?"tanya Alvin.


"Yah gitu lah nak,disana udah gak ada keadilan."ujar Pak Mamat.


Alvin pun menggelengkan kepalanya pertanda kecewa dengan sikap pemimpin/presiden saat itu.

__ADS_1


__ADS_2