
Setelah berbincang cukup lama,makanan pun jadi.Orang-orang yang disitu pun mencium aroma segarnya makanan yang belum pernah mereka makan selama di camp perlindungan.
"Yang mau makan antri."ujar Mila.
"Antri ya."ujar Alvin pada anak-anak kecil yang memang sudah lapar.
Lalu anak-anak kecil itu berbaria mengantri.Alvin kagum melihatnya,biasanya anak-anak susah diatur.Tapi ini malah baru sekali diajarin sudah nurut.
...
Setelah makan,merekapun bersantai di tempat itu.Ada yang tidur,ada yang bercerita,dan ada yang main.
"Eh cowok yang umurnya 15 ke atas dan dibawah 50 saya mohon berkumpul,kita membahas pembangunan tempat ini."ujar Alvin.
Lalu semuanya berkumpul ditempat itu.Kemudian Alvin mulai membuka rapat perdana di ruang santai itu.
"Baik semuanya,gimana nih udah pada kenyang?"tanya Alvin.
"Wih kenyang kali wak."ujar Remon.
"Iya,dah tiga bulan nih gak kek gini."ujar Fajar yang satu geng dengan Remon.
"Alhamdulillah kenyang nak."ujar Pak Rahmat.
"Alhamdulillah,oke langsung aja ya.Mohon kerja samanya untuk membangun tempat ini.Nanti kita bagi 3 kelompok utama.Pertama kelompok pengembangan dan pembangunan wilayah,Yang kedua kelompok tempur yang tugasnya adalah melawan para zombie ataupun manusia yang mau macam-macam,dan yang terakhir adalah kelompok pencari persediaan yang nanti akan bertugas bersama dengan kelompok tempur."ujar Alvin.
"Owh gitu,jadi kelompoknya pilih sendiri atau dipilih?"tanya Ridho.
"Iya boss bener kata Ridho."ujar Fiko.
"Nanti akan di seleksi sesuai pekerjaan,kalau yang masih sekolah akan langsung masuk kelompok tempur."ujar Alvin.
"Widih rame nih."ujar Remon.
"Lantas,kalau yang udah kerja gimana nak?"tanya Pak Boy.
"Akan diseleksi."ujar Alvin.
"Susah gak seleksinya?"tanya Remon.
"Gak,kalian cukup nulis pas sebelum kiamat zombie apa pekerjaan atau yang masih sekolah ya buat aja sekolah."ujar Alvin.
"Owh gitu,oke boss."jawab Remon.
Lalu setelah kertas dibagikan,mereka pun menulis pekerjaan masing-masing.Kenudian setelah beberapa menit kemudian,seleksi pun selesai.
"Baik semuanya,hasil seleksi akan saya umumkan nanti malam.Jadi silahkan bersenang-senang dulu sekarang."ujar Alvin.
Lalu masin-masing dari merekapun ada yang tidur,anak-anak main,dan ada juga yang ngobrol.
"Eh klen gimana ceritanya kok bisa buat rumah di sini?"tanya Remon menatap Alvin,Evan,dan Rinto.
__ADS_1
"Jadi gini...
Cerita pun selesai
"Jadi gitu kira-kira ceritanya."ujar Alvin.
"Owh gitu,jadi kalian disini kemungkinan udah 4 bulan lah ya semenjak lo ama Mila terjebak dan membuat rumah disini."ujar Remon.
"Yah gitu lah."ujar Alvin.
"lumayan capek dan menguras tenaga juga yah."ujar Fiko.
"Bukan lumayan oon,emang capek dan menguras tenaga."ujar Abdul menjitak kepala Fiko.
"Jadi keadaan supermarket samping itu gimana?"tanya Remon.
"Masih aman,pintunya kami kunci dan masih banyak barang-barang disana yang mungkin baru kami pakai nanti."ujar Alvin.
"Berarti cuma persediaan makanan yang pada habis?"tanya Ridho.
"Iya 90% disini,tapi masih ada 10% ."ujar Alvin.
"Kenapa gak dijadikan markas?"tanya Remon.
"Rencana mau dijadikan barak para fighter."ujar Alvin.
"Barak para fighter?"tanya Fiko.
"Yes,bisa liat-liat keluar dong nanti."ujar Fiko.
"Silahkan,tapi kita harus latihan tiap hari."ujar Alvin.
"Gampang itu."ujar Ridho..
"Trus,kapan mulainya?"tanya Remon.
"Mungkin 2 hari lagi."ujar Alvin.
"Owh gitu,masih ada dua hari untuk bebas."ujar Remon.
2 hari kemudian
"Baik,untuk ketua di masing-masing divisi akan saya umumkan.Pertama divisi pertahanan yaitu saya sendiri,kedua divisi pengumpul dan pencari yaitu Rinto,sedangkan divisi pengembangan adalah Evan"ujar Alvin.
Yang lain pun mengangguk setuju.Lalu semenjak saat itulah pemimpin dari 3 divisi ini langsung menjalankan tugasnya.
Divisi Pertahanan dan Pencarian Pengumpulan
"Oke,sekarang kita menuju ke ruang latihan."ujar Alvin.
"Siap!!"jawab mereka.
__ADS_1
"Remon,siapkan pasukan."ujar Alvin.
"Siap komandan."ujar Remon.
Setelah dibariskan,mereka berlari menuju ke supermarket terbengkalai itu.
"Baik,tugas pertama kita adalah membereskan rak-rak ini dan membuat sebuah tempat latihan.Beberapa orang dari divisi pengembangan akan membongkar barang-barang itu dan dijadikan pengganjal pintu dan jendela."ujar Alvin.
"Siap!!"jawab mereka.
Lalu bapak-bapak dari Divisi pengembangan pun datang.
"Siap apa yang bisa kami lakukan ndan?"tanya Pak Boy.
"Bapak-bapak semua tolong bantu bereskan tempat ini.Pindahkan rak-rak itu menuju ke jendela dan pintu."ujar Alvin.
"Siap ndan!!"ujar mereka.
"Baik,ayo mulai!"ujar Alvin.
Lalu mereka pun bekerja sama untuk memindahkan rak-rak itu ke depan pintu dan jendela.Butuh waktu yang cukup lama memindahkan semuanya.
Merekapun berlatih dengan semangat.Mulai dari membentuk otot,latihan memegang senjata,dan latihan membantai.Semuanya mereka lakukan setelah mendapat latihan dari militer 10 bulan yang lalu.Mereka juga diajari menembak dari jarak jauh maupun dekat.
Setiap hari mereka latihan dengan semangat.Karena yang dihadapi bukanlah manusia.Melainkan mayat hidup yang sangat ganas.
Divisi pengembangan juga melakukan tugasnya yaitu membangun pagar di sekitaran hutan.Mereka bekerja bersama dengan semangat.
Evan tidak tinggal diam,ia juga membantu pasukannya.Mulai dari menebang pohon,mencangkup lobang,dan menancapkannya.Tak jarang ada zombie yang datang.Namun Divisi Pertahanan membantu untuk menghabisinya.
...
1 Bulan kemudian
"Baik,setelah latihan cukup keras.Sudah saatnya kita bertempur.Kita Ambil senjata dan peluru sebanyak-banyaknya!"ujar Alvin.
"Siap Ndan!"ujar mereka.
"Baik kita bergerak menuju bis."ujar Alvin.
Merekapun berjalan dengan membawa golok dan pisau di tangannya.Setelah berpamitan,merekapun berangkat keluar bersama Divisi Pencarian.
Divisi pengembangan melepas mereka pergi.Dengan bekal makanan,kekuatan,dan kemampuan bertarung.Mereka pun keluar dari hutan itu.
Saat di jalan,banyak zombie yang mengikuti.Namun sepertinya zombie di negara ini lamban dan lemah.Mereka di lindas saat menghalangi jalan.
Jendela sengaja dibuka agar para prajurit bisa membantai zombie yang akan masuk.Perjalanan dilalui dengan penuh goncangan karena bis itu melindas para zombie itu.
Setelah 5 km,nampak ada zombie tentara yang sedang berjalan-jalan.Merekapun turun dan langsung menyerbu para zombie itu.Para Prajurit mengeker kepala para zombie itu lalu menendangnya.
Mereka di lapisi baju baja mulai dari kaki sampai kepala.Mustahil akan tergigit zombie.Saat divisi pertahanan sibuk bertarung,divisi pencarian masuk ke toko senjata lalu menutupnya.Namun para prajurit disuruh masuk karena jumlah zombienya amat banyak.
__ADS_1