
Setelah mandi,Alvin cs dan beberapa cewek yang tidak datang bulan ikut sholat.Mereka mengenakan mukena dari gudang itu.Untuk ruang sholat,mereka menggeser tumpukan baju menutupi jendela.Lalu setelah itu mencari kiblat dengan aplikasi
"Eh,nih hp gw masih ada kuota 100 mb."ujar Rinto.
"Nah pas,kalau gitu hidupkan apk pencari kiblat!"ujar Alvin.
"Oke bentar."ujar Rinto mencarinya.
Setelah aplikasi terbuka,merekapun baris dengan jarak saf cowok dan cewek sekitar 2 meter.
"Baik,untuk sholat Maghrib hari ini kita lalui dengan suara pelan ya.Takutnya para zombie itu denger."ujar Alvin.
Lalu mereka pun sholat dengan suara yang pelan.
10 menit kemudian..
Setelah selesai sholat,yang sholat pun turun ke bawah untuk makan.
"Yey makan."ucap Nisa yang memang suka makan terlihat dari badannya yang agak lebar.
"Oke ngumpul dulu."ujar Mila.
Setelah berkumpul,Alvin memimpin untuk makan.Mulai dari berdoa hingga langsung makan.
...
Selesai makan,para gadis membersihkan tempat makan.Sementara para cowok menutup jendela yang kacanya sudah pecah karena kecelakaan tadi.Mereka menutupnya dengan lemari yang diikatkan dekat trali besi dekat jendela.
Mereka membuat jendela dari lemari itu dengan memotong bagian belakangnya.Hal itu justru mengundang para zombie sehingga para wanita juga heboh dengan suara itu.
Growrr
argggh
Tang tang
buk buk
Bunyi gergaji
"Hei,ada apa ini?"tanya Mila dari bawah.
"Kami mau nutup ini,trus bunyi gergaji.Makannya para zombie itu tertarik ke sini."ujar Alvin.
"Tapi aman kan?"tanya Salsa.
"Aman."ujar Alvin.
"Yaudah lanjut aja."ujar Mila kembali turun.
Lalu para cowok tadi pun melanjutkan kegiatannya.Setelah tutup di jendela selesai,mereka istirahat sambil ngobrol santuy.
"Kita udah aman disini,kita mungkin disini sampe kiamat zombie selesai."ujar Alvin.
"Iya bener,tempat ini udah paling toplah."ujar Evan.
"Tapi ada satu masalah nih guys."ujar Rinto tiba-tiba.
"Masalah apaan?"tanya Evan bingung.
"Persediaan makanan."ujar Rinto.
__ADS_1
"Iya sih,kita juga harus punya cara untuk menghadapi semua itu."ujar Evan.
"Jangan khawati.Setelah rumah lo pada jadi,kita bangun farm di permukaan."ujar Alvin tersenyum lalu menaikkan satu alisnya.
"Mau bangun farm dimana?"tanya Rinto.
"Dikebun dekat hutan belakang sekolah."ujar Alvin.
"Njir gimana caranya,kan banyak zombie?"tanya Evan bingung.
"Nah,jadi untuk hal ini udah gue persiapkan ide."ujar Alvin.
"Apaan tuh idenya?"tanya Rinto penasaran.
"Nah caranya itu gini,setelah rumah lu berdua jadi.Kita buat jalan kira kira 100 meter dari sini.Dari sana itu ada kebun yang udah gak mungkin di pakai lagi sama orangnya."ujar Alvin.
"Berarti kita hanya perlu mengubahnya dikit."ujar Evan.
"Iya,trus nanti kita bangun pagar dari batang kayu supaya para zombie itu gak bisa nyentuh kita."ujar Alvin.
"Oke,trus?"tanya Rinto.
"Setelah pagarnya jadi,baru kita mulai nanam tanaman.Nanti kita pelihara juga hewan untuk kita manfaatkan."ujar Alvin.
"Hewan?"tanya Evan.
"Iya,di daerah sini ada peternakan ayam.Jadi ketika kita keluar nanti,ayam-ayam itu kita ambil trus kita pelihara.Itu artinya kita bangun dulu kandangnya."ujar Alvin.
"Berarti kita harus bertarung?"tanya Evan.
"Iya,nanti kita cari mobil.Kebetulan gue bisa mengendarai mobil."ujar Alvin.
"Nah gini gue demen nih."ujar Rinto senang.
"Berarti nanti kita buat pagar dulu?"tanya Evan.
"Iya,setelah itu baru kita buat kandang ayamnya.Nah untuk bahan-bahannya,kita cari mobil dulu baru kita hajar para zombie itu."Ujar Alvin.
"Okeh,gue setuju ide lo."ujar Evan.
"Untuk listrik gimana,apa kita hidup seperti dijaman dulu?"tanya Rinto.
"Untuk listrik nanti kita pake PLTA atau buat kincir angin.Untuk sementara kita pake lilin dulu kalau listrik habis."ujar Alvin.
"Owh oke setuju gue."ujar Rinto.
"Jadi,kiamat zombie ini kan kita gak tau kapan akan berakhir."ujar Alvin.
"Iya trus?"tanya Evan.
"Jadi,gue saranin lo pada pilih salah satu diantara para cewek tadi untuk menemani kalian.Masa iya kalian tidur berdua terus."ujar Alvin.
"Eehh iya sih,tapi gue juga lagi usaha bro supaya bisa dapetin hatinya Salsa."ujar Evan.
"Gue siap jadi pendamping hidup lo."ujar Salsa.
"Hah?serius?"tanya Evan kaget tak menyangka.
"Iya,perasaan emang belum tumbuh di antara kita.Tapi tadi Nila udah memilih tu Pradana untuk jadi pendampingnya."ujar Salsa.
"Gue?"tanya Rinto.
__ADS_1
"Iya,kita gak tau kapan bencana ini akan berakhir.Jadi kita bangun aja rumah tangga,kita jadi temen tapi halal."ujar Salsa naik ke permukaan.
Lalu Mila dan Nila juga naik ke atas.
"Gu gue mau kalau emang lo setuju."ujar Rinto gugup.
"Jadi udah pada setuju nih untuk bangun rumah tangga?"tanya Alvin pada 2 calon suami istri baru itu.
"Iya,kami setuju!!!!"empat orang itu.
"Oke,dengan keadaan kayak sekarang kita ijab qobul supaya mereka sah jadi suami istri."ujar Alvin.
Lalu mereka pun melaksanakan ijab qobul.Alvin bertindak sebagai penghulu.
10 menit kemudian
Di tempat tidur Alvin dan Mila
"Gak nyangka gue bisa menikahkan mereka."ujar Alvin.
"Hahaha,lo keknya pengalaman."ujar Mila.
"Gak sih,kemaren itu cuma ujian praktek aja.Eh ternyata bisa beneran."ujar Alvin.
"Woi bro,kami juga bisa."ujar Evan memeluk Salsa.
"Gue juga."ujar Rinto memeluk Nila.
"Kita mau tidur dimana?"tanya Evan pada Salsa.
"Terserah lo sih,gue mah ikut lo aja."ujar Salsa.
"Yaudah kita disini aja lebih mantap suasananya."ujar Evan.
"Iya sih,lebih dingin dan ada suara air mengalir yang membuat gue nyaman disini."ujar Salsa.
"Kita dimana?"tanya Rinto pada Nila.
"Kita juga diruangan ini aja.Kan seru nih berenam disini."ujar Nila.
"Yaudah aku ambil tikar dulu ya."ujar Rinto melepas pelukannya.
"Lo mau kemana?"tanya Alvin pada Rinto.
"Ngambil tikar."ujar Rinto.
"Gue juga lah,bantal gak ada."ujar Evan.
Setelah tikar digelar dan bantal ditaruh,merekapun bersiap untuk tidur.
Alvin dan Mila
"Alhamdulillah ada temen."ujar Mila memeluk Alvin.
"Iya,setidaknya kita bukan satu-satunya pasangan disini."ujar Alvin.
Evan dan Salsa.
"Makasih ya udah mau nerima gua jadi pendamping hidup lo."ujar Evan menatap Salsa.
"Haha santai coy,gue akan berusaha supaya bisa sayang sama lo.Tapi gue harap lo sabar ya."ujar Salsa tersenyum.
__ADS_1
"Iya,gue akan tunggu kapan waktu itu tiba."ujar Evan.
Rinto dan Nila sudah tidur lebih dulu sambil berpelukan.