
"Membangun tembok untuk jadi benteng."ujar Alvin.
"Owh."jawab Salsa paham.
"Makan dulu,nanti lanjut ngobrol."ujar Mila,
Lalu mereka pun makan tanpa bersuara.
12:30
"Apaan tu?"tanya Rinto melihat gambar yang dibuat Alvin.
"Ini denah tempat kita tinggal."ujar Alvin.
"Ada tempat senjata juga?"tanya Rinto menatap ruangan bertuliskan ruang senjata itu.
"Iya,kita harus buat gudang khusus senjata."ujar Alvin.
"Mantep nih bakal terjadi pertempuran."ujar Rinto.
"Ya kan kita emang bakal bertempur ama zombie."Ujar Alvin.
"Iya,kemaren main di handphone dan sekarang main di dunia nyata."ujar Rinto.
"Eh coy,kita keluar yok.Naik dari genteng!"ujar Evan.
"Mau ngapain?"tanya Alvin.
"Kita cari senjata sama persediaan makanan."ujar Evan.
"Ayolah,seru nih pasti."ujar Rinto.
"Kita izin para istri dulu."ujar Alvin.
Lalu mereka pun pergi ke ruang keluarga,dimana ada ketiga istri dari 3 orang itu.
"Assalamu'alaikum!"ujar Alvin.
"Waalaikumsalam!!"jawab ketiga wanita itu.
"Kami mau ngomongin sesuatu sama kalian."ujar Alvin menatap para wanita itu.
"Ngomong apa?"tanya Mila sambil menjahit baju.
"Eeh gi gimana ngomongnya ya."ujar Alvin gugup dan ragu.
"Ngomong aja,ada masalah?"tanya Mila.
"Gak,eehh jadi kami ini mau ke keluar untuk nyari persediaan makanan dan alat alat bangunan."ujar Alvin.
"What??"kaget para istri.
"Kalian mau ke atas?"tanya Salsa.
"I iya,soalnya peralatan itu harus di cari supaya nanti gampang."ujar Evan.
"Kalian gila ya,diluar kan banyak zombie."ujar Nila.
__ADS_1
"Iya,tapi kami pasti bisa kok."ujar Rinto.
"Memang di sini alat-alatnya gak adak,trus untuk persediaan makanan kan masih banyak."ujar Mila.
"Iya,tapi kamu mau menambahkan aja alat sama persediaan makanan.Kan sayang juga kalau nanti gak dimakan."ujar Alvin.
"Tapi janji harus pulang ya."ujar Salsa pada Evan.
"Iya insyaallah kami pasti pulang lagi."ujar Evan.
"Yang,boleh gak aku pergi?"tanya Rinto pada Nila.
"Sebenernya berat untuk mengiyakan,tapi okelah."ujar Nila terpaksa.
"Jadi gue gimana Mil?"tanya Alvin.
"Ya okelah,tapi usahakan pulang dengan selamat ya."ujar Mila.
"Iya."ucap Alvin lalu mencium istrinya.
Alvin cs pun segera mempersiapkan diri.Mulai dari senjata,baju tempur,dan alat membuat tangga.Mereka pun membuat tangga untuk naik ke atas loteng.
Setelah 2 jam kemudian
Tangga pun jadi lalu mereka naik ke atas,pelan-pelan mereka merayap.Lalu tiba saat di atas halaman sekolah,mereka melihat para zombie sudah tidak ada di sekolah itu.
"Ini seriusan zombienya udah gak ada?"tanya Evan.
"Lah iya yak,kosong halaman ini.Kemaren penuh zombie."ucap Rinto pelan.
"Alhamdulillah kalau emang gitu,jadi kita bisa keluar dengan aman dari sini."ujar Alvin.
Merekapun meneruskan perjalanan menuju ruang osis yang jaraknya 50 meter dari tempar awal mereka.
Setelah sampai di ruang osis,Alvin pun membuka tangga darurat loteng itu.Kemudian mereka pun turun dengan persenjataan yang masih minim.
Pelan-pelan mereka keluar dari ruangan itu,namun ruangan itu kosong tanpa ada zombie sedikit pun.Namun di depan jalan sana ada zombie yang berkeliaran.
"Huhh itu ternyata zombienya."ujar Alvin menunjuk zombie yang ada di jalan raya.
"Mungkin sepi mangsa disini makannya pindah mereka."ujar Evan.
"Bisa jadi sih."ujar Rinto.
"Yaudah yok,kita lewat belakang UKS aja."ujar Alvin.
Merekapun berjalan menuju ke UKS yang jaraknya 100 meter dari mereka.Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit,pelan pelan mereka pun sampai di UKS.
Kemudian merekapun berjalan melewati semak-semak menuju ke supermarket terdekat.Mereka pun berjalan dengan hati-hati.
Di ruangan bawah tanah
"Kira-kira mereka udah sampe belum ya di tujuannya?"tanya Nila cemas.
"Tenang aja,mereka itu orang-orang terlatih."ujar Mila.
"Kok lo tau?"tanya Salsa yang juga cemas namun di sembunyikannya.
__ADS_1
"Mereka pernah ikut latihan militer waktu ada pengenalan militer di sini."ujar Mila.
"Owh pantes,kalau gitu sih gak perlu khawatir."ujar Salsa.
"Semoga mereka baik-baik aja."ujar Nila.
"Aamiin!!"ujar Salsa dan Mila bersamaan.
Kembali ke 3 cowok tadi
Kini mereka telah sampai di supermarket.Mereka pun masuk dari pintu belakang.Namun karena dikunci,maka mereka masuk dari depan.
"Siap kalian?"tanya Alvin.
"Siap!!"ujar Evan dan Rinto.
Lalu merekapun melangkah ke depan pintu minimarket itu.Saat akan ke pintu,Alvin menemukan MP3,lalu ia pun menghidupkannya lalu melemparnya ke arah pasir yang berjarak 20 meter dari mereka.
Saat itu juga musiknya menyala,para zombie pun mendatangi tempat MP3 itu.Itu pun dimanfaatkan oleh 3 orang ini untuk masuk ke minimarket.
Saat sudah masuk minimarket,mereka menutup pintunya lalu mengunci ruangan itu dan menutup tirai supermarket itu.Para zombie yang menyadari itu pun menyerang minimarket,namun karena kekuatan kacanya yang sudah teruji maka para zombie itu tidak akan bisa masuk.
"Akhirnya kita se selamat huh hah huh hah."ujar Alvin ngos-ngosan dan memutuskan untuk duduk.
"Iya,capek njir."ujar Evan.
"Btw kok gelap yak."Tanya Rinto.
"Ini pemadaman menyeluruh,berarti kita harus bisa menciptakan arus listrik sendiri."ujar Alvin.
"Itu listrik di ruang bawah tanah kenapa masih bisa?"tanya Evan.
"Karena gue menggunakan kekuatan arus air yang membuat kincir air menghasilkan listrik."ujar Alvin.
"Owh PLTA?"tanya Rinto membawakan air mineral yang langsung disambut oleh Alvin.
"Iya,makannya kita harus nyari kabel lagi untuk membuat penerangan di seluruh ruangan termasuk jalan masuk ke tempat kita."ujar Alvin.
"Berarti kita harus mampir ke toko bangunan."ujar Rinto.
"3 hari lagi kita keluar lagi cari alat untuk tambahan."jar Alvin.
"Kenapa gak lusa aja?"tanya Evan.
"Kita buat lobang penerimaan barang dulu,setelah itu kita buat tutup lobang itu."ujar Alvin.
"Lobang?"tanya Rinto bingung.
"Iya,nanti gue jelasin fungsi lobang itu."ujar Alvin.
"Owh oke."ujar Rinto.
"Yaudah ayo kita merampok."ujar Evan tertawa kecil.
Merekapun mengambil barang tanpa liat harga.Karena memang barang-barang disitu sudah ditinggalkan dan bebas diambil.Namun anehnya tak ada satupun zombie didalam supermarket itu.Bahkan saat mereka ke atas pun kosong.
Setelah barang yang diperlukan diambil semua,mereka pun berniat kembali dengan niat ingin ke atas untuk turun dari atas dengan tali.Namun hal yang tak disangka terjadi.
__ADS_1
"Hai para cowok."ujar Mila sambil tersenyum.
"What the..