
4:30
Ntah kenapa tepat jam 4:30,Alvin selalu terbangun otomatis.Entah itu ada azan atau gak.Karena sekarang keadaannya lagi gak ada azan.Maka Alvin terbangun dan membangunkan yang lain untuk sholat subuh
"Mil,oi bangun sholat dulu."ujar Alvin.
"Enghh udah subuh ya."ujar Mila masih menutup mata.
"Udah buruan bangun."ujar Alvin.
"Woi bro,bangun sholat subuh dulu."ujar Alvin pada Evan.
"Hmmm,enggh hoam."ujar Evan membalikan badannya.
"Woi curut buruan bangun!"ujar Alvin.
"Iya iya gue bangun."ujar Evan bangun dari tidurnya.
"Woi bangun!"ujar Alvin pada Rinto.
"Hoaam,ekkhh udah subuh yak."ujar Rinto langsung bangun.
Setelah itu merekapun sholat subuh sesuai dengan waktu sebelum adanya kiamat zombie.Lalu setelah sholat,Evan memutuskan untuk tidur.Sedangkan Rinto dan Alvin naik dan ngopi di atas.
"Huhh dingin gilak."ujar Rinto mengenakan selimut.
"Masih pagi bro."ujar Alvin.
"Kok lu bisa langsung bangun gitu tanpa ada yang bangunin?"tanya Rinto.
"Ya gimana ya,gue terbiasa sholat subuh dari SMP.Jadi tiap subuh itu pasti bangun,mau ada atau gak alarm tetap aja gue pasti bangun."ujar Alvin.
"Iya sih."ujar Rinto.
"Eh pas dunia masih normal,lo punya cewe gak di luar sana?"tanya Alvin.
"Gak,soalnya gue udah suka ama Nila dari kelas 10."ujar Rinto.
"Tapi kenapa gak berani lo ungkapin?"tanya Alvin pada Rinto.
"Ya secara bro,dia itu cantik,baik,anak orang kaya.Lah gue bukan siapa-siapa."ujar Rinto.
"Tapi seharusnya lo berjuang dulu,jadi kalau pun lo ditolak pada masa itu.Lo udah terbiasa untuk hal kayak gitu."ujar Alvin.
"Gue takut bro,sakit hati itu sakit."ujar Rinto.
"Hahaha iya sih,intinya sekarang Lo udah milik orang yang lo suka selama ini."ujar Alvin.
"Iya,bersyukur banget gue sekarang."ujar Rinto.
"Kenapa kamu gak ada bilang?"tanya Nila dari bawah dan ternyata Mila juga ke atas.
"Aku..aku..
"Kalau kamu suka,harusnya ungkapkan dari dulu."Ujar Nila duduk di depan Rinto.
"Waduh,Mil kita ke bawah aja dah.Gangguin tu bocah yang pada tidur."ujar Alvin dengan wajah jahil.
"Iya nih,duh keknya kita kebawah aja dah."ujar Mila.
"Woi bro,elah mau kemana?"tanya Rinto.
__ADS_1
"Rinto!!fokus ke aku!!"ujar Nila agak kesal.
"I iya Nil maaf."ujar Rinto.
"Mainkan Rin."ujar Alvin.
Lalu Alvin dan Rinto pun turun ke bawah ruang bawah tanah yang juga adalah rumah mereka sekarang.
"Kamu kenapa gak jujur dari awal?"tanya Mila menatap Rinto sambil memegang pipinya.
"A aku takut ditolak la lagi."ujar Rinto gugup.
"Takut kenapa?apakah sudah kamu coba?"tanya Nila pada Rinto.
"Ya belum sih."ujar Rinto.
"Yaudah,sekarang ungkapin perasaan kamu.Aku tunggu dari sekarang."ujar Nila tersenyum.
"I love you!"ujar Rinto reflek.
"Hmmm love you too."ujar Nila lalu mencium pipi Rinto.
Rinto seketika mematung dan wajahnya panas.Orang yang selama ini dia sukai dan cintai,hari ini menciumnya begitu saja.
"Hahaha hey hey kamu kenapa?"tanya Nila pada Rinto yang kini mematung.
"Apakah ini mimpi?"tanya Rinto masih syok.
"Plak!"tiba-tiba Nila memukul pipi Rinto.
"Aduh sakit."ujar Rinto mengelus pipinya.
"Gak,ini beneran yuhuuu!"ujar Rinto berteriak.
Growwrr
argggh
Dar dar dar
Bong bong
Tiba-tiba para zombie mendengarnya dan kemudian berusaha masuk.Namun mereka tidak mungkin bisa masuk karena ruangan itu kini terkunci.
Dibawah
"Astaghfirullah kaget aing."ujar Alvin yang sedang membuat rute jalan.
"Woi suara apaan tuh?"tanya Evan bangun karena kaget.
"Iya,tu bocah gila kali ya.Dah tau pandemi zombie.Malah teriak-teriak."ujar Mila.
"Biarin aja,namanya juga orang jatuh cinta."ujar Salsa menarik tubuh Evan untuk tidur lagi sehingga bisa ia jadikan guling.
"Njir,guling gratis nih ceritanya badan gue."ujar Evan.
"Husshh!!"ujar Salsa menutup bibir Evan dengan telunjuknya.
...
9:00
__ADS_1
Setelah peralatan siap,ketiga cowok tadi mulai bekerja.Mulai dari membuat lorong untuk pintu.Setelah itu kira-kira 1 meter dari pintu,barulah digali ruangan dengan panjang 5 meter dan lebar 3 meter.Sementara jalan dari satu ruangan ke ruangan lainnya memiliki panjang 10 meter dan lebarnya 2 meter.
2 Minggu kemudian
Kini 2 rumah sukses dibuat dengan isinya sekaligus.Memang butuh usaha,namun lelahnya mereka terbayarkan dengan hal itu.
"Huh akhirnya jadi juga rumah yang udah direncanakan,walaupun capek kerja tiap hari selama 2 Minggu ini"ujar Evan menatap rumahnya yang kini telah jadi.
"Iya,tempat ini mungkin akan jadi awal peradaban manusia di dalam tanah."ujar Rinto.
"2 Minggu juga waktunya."ujar Alvin.
"Berarti kita lanjut ke rencana pembangunan selanjutnya."ujar Rinto.
"Makanan siap."ujar Mila dari bawah.
"Iya ntar lagi kami turun."ujar Alvin.
"Yaudahlah yok makan dulu!"ujar Alvin beranjak dari tempatnya lalu turun ke bawah.
Ditempat makan
"Silahkan dinikmati hidangannya."ujar Salsa tersenyum.
Lalu merekapun makan dengan lahap.Perasaan aman itu kini telah tertanam sejak 2 Minggu yang lalu.Untuk Alvin dan Mila mungkin sudah dari pertama kali mereka tinggal di situ.
Tapi untuk Evan dan yang lainnya baru 2 minggu merasakan yang namanya hidup aman dari zombie dan makan makanan yang enak meskipun mungkin diluar sana masih banyak orang yang jangankan makan,baru keluar dikit aja udah dimakan.
"Jadi rencana selanjutnya apa?"tanya Mila menatap Alvin.
"Rencana nanti kami mau buat jalan menuju ke permukaan."ujar Alvin.
"Sesuai kesepakatan kemaren kan ukurannya?"tanya Mila.
"Iya."jawab Alvin.
"Ke permukaan?"tanya Nila.
"Iya ke permukaan atau keatas."ujar Mila.
"Tapi kan banyak zombie,nanti kalau mereka nyerang kita gimana?"tanya Nila.
"Gak akan."ujar Mila.
"Kan lagi kiamat zombie,otomatis tiap tempat pasti ada zombie dong."ujar Salsa.
"Nah jadi gini loh.Jalan ini arahnya itu ke tengah hutan sana,kalau pun ada gak banyak.Paling satu atau dua zombienya.Jadi gak usah khawatir tentang hal itu."ujar Alvin.
"Tengah hutan??"tanya Nila dan Salsa bersamaan.
"Iya,kita akan buat pertanian di atas sana.Hal ini dilakukan supaya persediaan makanan kita cukup untuk waktu yang lama."ujar Mila.
"Owh gitu,tapi iya sih.Kalau misalnya kita nanam tanaman didalam juga gak akan bisa tumbuh,karena tanaman butuh matahari untuk berkembang biak dan berfotosintesis."ujar Salsa.
"Nah tapi itu nanti,sebelum itu kami mau membangun sesuatu dulu supaya tempat itu aman."ujar Alvin.
"Membangun apa?"tanya Mila.
"Iya,apa yang mau dibangun?"tanya Salsa.
Bersambung
__ADS_1