
Teedengar suara tangisan seseorang,seperti nya itu suara ayah dan ibu.apa aku masih hidup?atau aku sedang berhalusinasi lagi sekarang ini.
Aku terus berusaha untuk membuka mata ku,dan melihat siapa yang menangis itu? tapi semua pandangan ku terasa sangat kabur.
sudah berapa lama aku terbaring?sehingga tidak bisa membuat ku melihat dengan sangat jelas.mereka semua terlihat seperti bayang bayang.
"Nak kau sudah bangun?..." tanya ayah dan ibu dengan suara yang sangat cemas,karena melihat ku membuka mata.
Aku ingin menjawab pertanyaan ayah dan ibu,tapi tenggorakan ku sangat sakit untuk mengeluarkan suara.aku berusaha untuk terus bersuara.
"I-iya bu" jawab ku dengan mengeluarkan suara dengan terpaksa.
Ternyata cekikan itu benar benar nyata,leher ku terasa sangat begitu sakit.bahkan aku tidak bisa mengeluarkan suara sedikit pun.
"Paa,bagaimana kalau kita bawa putri kerumah sakit.mama rasa kalau suara nya sangat berbeda!" ucap mama dengan sangat panik.
"Ayoo" kata ayah dengan bergegas membantuku untuk bangun dari tempat tidur.
Namun dari arah yang berlawan aku melihat nenek dan kakak datang menghampiri ayah dengan,sangat tergesa gesa.seperti nya nenek ingin berbicara dengan ayah.
"Biar ibu yang membawa nya!" seru nenek,dengan raut muka yang seram.seperti tidak ingin kalau aku dibawah kerumah sakit.
"Tapi bu,lihat lah leher putri begitu membiru dan suara nya mulai terasa berbeda!!" jelas ibu dengan menunjuk ku.
__ADS_1
"Benar bu.." balas ayah lagi,yang membantu ibu berbicara.
Sebenarnya aku tidak ingin dibawah kerumah sakit,karena aku takut mendengar suara suara aneh lagi disana.itu hanya akan membuat ku semangkin tidak nyaman nanti nya.
"Bagaimana jika kau bawa dia kerumah sakit,dan dokter bilang dia tidak mengalamin sakit apapun? apa yang akan kau lakukan?" tanya nenek lagi
"I..itu tidak mungkin ibu" kata ibu dan ayah dengan serentak.
"Apa kau tahu penyebab anak mu seperti ini?jika kau ingin dia pulih kembali,maka biar lah ibu yang membawa nya untuk berobat!!" tegas nenek lagi
Seperti nya wajah ibu dan ayah mulai masam,karena mendengar ucapan nenek tadi.sekarang mereka hanya bisa menuruti kata kata nenek saja.
"Baiklah ibu!" sahut ayah dengan meluluskan permintaan nenek.
"Ukhukk..ukhukk...nenek aku ingin minum!" seru ku dengan suara yang terpaksa,untuk berbicara.
"Ini minum...minum lah dengan perlahan!" ulas nenek dengan memberikan botol minum kepada ku.
Aku tidak berkata kata lagi,pandangan ku hanya terfokus kepada jalan yang kami lalui saat ini.sebenarnya aku juga tidak tahu kemana nenek akan membawa ku.
^^^^^
Akhirnya kami berhenti disebuah rumah gubuk didekat pinggiran sungai,saat kami datang sudah ada kakek tua yang datang menyambut kami.
__ADS_1
"Masuklah!!" kata kakek tua itu
Kami masuk dan duduk didalam rumah nya,seperti nya kakek itu sudah mengetahui bahwa kami akan datang.jadi dia sudah menyediahkan minuman dihadapan kami.
Dan nenek mulai berbicara dengan kakek itu,namun menggunakan bahasa jawa.
"Eyang,putu iki sing kita rembugan wingi apa sing dideleng saka mbah mau?" ucap nenek
"Ora apik!!" balas kakek itu dengan menatap ku!membuat ku takut saja.
"Apa sing ora becik eyang?" tanya nenek lagi,tapi tangan kakak dari samping merangkul pundak ku.
"Aku bakalam nerangake mengko yen dheweke ora aha ing kene." jawab kakek itu,dengan tatapan yang terus kearah ku.
"Apik banjur mbah!" seru nenek lagi.
"Pasrahake marang putu sampeyan supaya bruises kesebut ilang" kata kakek itu lagi,sambil memberikan sekantung benda.
"Matur nuwum mbah!" ucap nenek.
begitu lah ucapan mereka yang kudengar,sesudah itu nenek mengajak ku pulang.
Tapi!!!
__ADS_1