
Aku membantu nya berjalan dengan perlahan lahan,dan saat aku ingin membuka pintu.pintu itu terkunci dari luar dengan sendiri,membuat ku kewalahan untuk membuka nya.
"Tolong siapapun di luar sana!" teriak ku dengan menendang nendang pintu dengan keras,berharap ada sesorang yang mendengar teriakan ku dari dalam.
"Jika kita tidak keluar,dia akan membunuh kita." kata tania,dengan ketakutan sambil menarik narik sweter ku dengan keras.ini hampir membuatku kesulitan untuk bernapas.
"Tenanglah,kita akan keluar.jadi berhenti lah menarik narik sweter ku,kau hampir membuat ku kesulitan bernapas." tegas ku,sambil melepaskan genggaman tangan nya yang menarik sweter ku.
Tania mulai diam dan berjongkok di bawah ku,aku tidak tahu harus bagaimana sekarang dengan melihat kondisi tania seperti orang ketakutan sekarang ini.
"Tolong kami terkunci disini!" kata ku dengan keras,sambil terus menendang nendang pintu agar ada orang yang mendengar dari luar.
Karena tidak ada cara lain lagi,aku menelpon kakak untuk menolong ku keluar dari rumah tua ini,tapi apa sinyal sama sekali tidak ada di dalam rumah tua yang besar ini.
"Apa? tidak ada sinyal!" ungkap ku dengan kesal,dengan mengepal kedua tangan ku dan menumbukan nya kedinding karena selangkin kesal nya.
__ADS_1
"Tania,kita harus apa sekarang? kita terkunci dan tidak ada satu orang pun yang mendengar kita,semua ini salah ku yang membawa mu juga ikut masuk kedalam masalah ku.aku benar benar tidak tahu harus apa sekarang." aku jongkok di hadapan tania,sambil menepuk pundak nya dengan pelan.
Dia tidak menjawab ku sama sekali,dia hanya diam dan menutupi telingan nya dengan kedua tangan nya itu.itu membuat ku semangkin merasa bersalah.
Sekarang aku baru tahu kenapa nek siti selalu mengulur waktu untuk aku bisa kembali masuk kedalam rumah tua ini,karena dia tahu betapa sulit nya untuk bisa keluar kembali setelah masuk kedalam.
"Ah,betapa sial nya aku! masuk kedalam sini tanpa memikirkan keadaan yang akan terjadi." seru ku,dengan melayangankan pandangan ku ke loockscreen handphone ku yang sedang menyalah.
"Baterai 98%, ada kartu dan pulsa,tapi disayangkan kenapa sinyal nya tidak ada sama sekali.kalau begitu apa guna nya handphone ini ku bawa!" teriak ku dengan melempar handphone ku,sambil terpental jauh dari hadapan ku.(sayang uhhh...)
"Klontangg!Klontangg!" suara kaleng minuman yang menggelinding dari atas tangga,ini membuat suasana yang tadi hening sekarang penuh dengan suara keleng minuman ini.
"Dia sudah datang! dia sudah datang! pasti diakan membunuh kita" ucap tania,yang tiba tiba melontarkan kata seperti itu,membuat ku semangkin kesal mendengar nya terus menerus.
"Sebenarnya dari tadi apa sih maksud ucapan mu?kau mengucapkan kata yang sama berulang ulang kali,membuat ku seperti orang gila untuk bisa memahami nya.coba kamu jelaskan apa maksud dari ucapan mu!" tegas ku.
__ADS_1
"Seseorang,ingin membunuh kita,dia berkata jika kita sudah masuk selama tidak akan bisa keluar lagi dan orang lain tidak akan pernah tahu tentang keberadaan kita.maka di saat itu dia langsung membunuh kita." jelas tania dengan bangkit berdiri,menatap mata ku dengan serius.
"Seseorang?siapa dia?dan seperti apa rupanya? mengapa dia sampai membuat mu ketakutan seperti ini.!" tanya ku lagi dengan nada tegas.
"Seseorang yang pernah mencekik mu!"balas tania dengan nada tinggi,saat dia mengatakan seperti itu terasa seluruh tubuhku mulai kaku,namun aku berusaha untuk tetap berdiri tegak.
"Ba..bagaimana kau bisa tahu?" lirihku lagi,dengan berusaha untuk berdiri tegak.
"Dia berkata kepada ku seperti itu,dengan suara yang berat dan cengkraman tangan yang kuku nya begitu panjang dia juga ingin mencekik ku." tambah tania dengan menahan tangis nya.
"In..ini tidak mungkin,pasti kau salah bagaimana mungkin dia ingin membunuh kita berdua kan? kamu pasti salah." aku melontarankan kata yang tidak jelas.
dibalik perdebatan kami,mulai terdengar suara langkahan kaki yang sangat besar dari atas,suara langkahan kaki itu mulai perlahan lahan menurunin tangga dan seperti ada suara baju yang terseret seret,seakan akan dia sedang menyeret sesuatu di belakang langkahan kaki nya.
"Shuttt! coba diam!" aku menyuruh tania untuk berhenti berceloteh,agar aku bisa mendengar suara langkahan kaki apa itu.
__ADS_1
Dan ternyata!