Rumah Tua Misteri(PROSES REVISI BERTAHAP)

Rumah Tua Misteri(PROSES REVISI BERTAHAP)
TOLONG!


__ADS_3

Aku hanya ingin menggingat kan,jangan pernah bermain dengan hal yang berbaur ghaib karena jika kau salah sedikit saja dalam bermain,maka NYAWA mu bisa jadi taruhan nya!!!


"Tania menjauh lah dari belakang pintu,karena aku akan mendobrak nya dengan meja." teriak ku diambang ambang pintu.


"Baiklah aku akan menjauh." sergah nya


Tanpa aba aba apapun aku langsung mendorong meja itu dengan keras,agar pintu itu dapat terbuka.aku melakukan nya 3 kali hingga pintu bagian bawa nya sampai jebol.


"Tania,ayo keluar!" desah ku,sambil memberikan tangan ku untuk ia pegang agar bisa keluar.


Dia pun keluar perlahan lahan dari bawa pintu yang sudah jebol aku buat,muka tania sudah tampak lesu dan pakaian nya sudah berantakan tidak serapi waktu kami datang.


"Ayo,lari!" desah ku lagi,menarik tangan nya dan berlari dengan kencang menuju pintu keluar.


Tetapi tetap saja pintu keluar ini belum bisa terbuka seperti ada yang mengunci nya dari luar,bagaimana ini? pintu ini terlalu keras.butuh waktu lama untuk menghancur kan nya.


"Putri,kita cari pintu lain saja kemungkinan dirumah ini ada pintu jalan keluar lain." sergah nya,yang seperti sudah sadar dari mimpi tidur nya yang panjang.


"Baiklah."


Kami pun berlari kearah kekanan,selangkin besar nya rumah ini aku sampai binggung untuk membeda bedakan ruangan,karena hampir semua ruangan terlihat sama.


"Ayo,kita masuk disini dulu." kata ku yang menarik tangan tania,masuk kedalam ruangan besar yang seperti kamar untuk tidur untuk bersembunyi sebentar.

__ADS_1


"Putri lihat lah,ada begitu banyak makanan."pekik tania senang,dan langsung mengambil buah pir yang tersedia rapi diatas piring.


"Tania,jangan diambil!" larang ku,yang langsung memukul tangan nya saat sedang hendak mengambil buat itu.


"Kenapa? makanan ini semua,terlihat sangat sedap untuk dimakan.kenapa kau melarang ku." keluh tania.


"Bisakah kau berpikir Postif,dirumah tua yang kosong seperti ini ada makanan yang tersedia,tanpa ada seorang pun yang menyiapkan nya.tepat nya lagi,makanan ini terhidang dibawah lukisan aneh itu." jelas ku,sembari menunjuk kearah lukisan yang berada di atas kami.


"Ahhhh! seram sekali lukisan itu,kalau begitu makanan ini untuk dipersembahkan buat dia.!" teriak tania ketakutan sambil mencak mecak seperti orang gila.


"Shuttt! diam lah,bersabar dulu disini sebentar aku akan mencari cara untuk jalan keluar kita." lirih ku


"Tapi,bisakah kita keluar sekarang?aku merasa takut jika terus berdiam diri diruangan ini,apalagi menatap makanan yang tersedia itu." ulas tania.


Hampir dari tadi aku sudah tidak mendengar suara cekikikan kuntilanak itu,sebenarnya kemana dia? apa dia sudah pergi?


"Putri,lihat ada jendela." seru tania,sambil menarik hordenya untuk terbuka lebar.


"Tidak ada benda sama sekali pun disini,bagaimana cara memecahkan nya?" lirih ku yang melirik kanan dan kiri untuk mencari benda yang dapat memecahkan kaca ini.


"Ayo kita turun kebawah dulu,kita cari benda keras untuk membuka nya." ajak tania.


"Tidak bisa,kita sudah berada diatas butuh waktu lama lagi untuk turun kebawah,dan lagi aku tidak ingin kebawah." ungkap ku.

__ADS_1


"Kalau begitu harus bagaimana?" sergah tania


"Kau tahu kan aku pandai silat,soal memecahkan begini aku pasti bisa.jadi menjauhlah sedikit dari ku."


"Oke.."


Pertama kali menendang kaca nya kaki ku sudah mulai terasa sakit,namun aku tetap berusaha dan saat aku menendang yang kedua kali nya kaca itu pecah berkeping keping.


Dari sini sudah tampak pintu gerbang,namun saat aku ingin turun ternyata kami sangat tinggi.


"Awas,kita gunakan ini untuk turun." ucap tania yang menarik horden itu dan menggikatkan nya kebesi jendela yang besar ini.Dia terus menggingkatkan nya dengan kuat,dan setelah itu dia turun lebih dulu.


Kami pun turun perlahan lahan,dan sampai dibawah dengan selamat tanpa terluka sedikit pun,kami langsung berlari kearah gerbang untuk keluar dari rumah ini.


"Ayo kita lari!" ajak tania yang menarik tangan ku.


"Ada apa ini? kenapa kaki ku tidak bisa bergerak?" seru ku yang berusah untuk menggerakan kaki ku,namun tetap tidak bisa juga.


"Ayo kita lari," kata tania yang melepaskan tarikan tangan nya,dan pergi meninggalkan ku seorang diri.


"Tania tunggu aku! aku tidak bisa berlari! tania!" teriak ku.


Kenapa aku tidak bis berlari? berat sekali rasanya kaki nya ku untuk melangkah,seperti ada yang menahan kaki untuk pergi dari rumah ini.

__ADS_1


"Toloooooooonggggggggg!"........


__ADS_2