
Tatapan mata ayah tajam langsung menohok ke mata ku,seakan merasa bahwa ada yang salah dengan penglihatan ku barusan.kami turun secara bersamaan dari dalam mobil untuk melihat.
"Anu-anu,Ayah...tadi putri lihat anak itu hampir ayah tabrak dan tepat didepan mobil." ujarku tergagap,lalu membuang pandangan kesisi.ketika ayah memandang ku.
"Mungkin kamu salah lihat!" jelas ayah yang seperti meremehkan perkataan ku tadi.
"Tidak mungkin ayah." ucap ku membela,hatiku bergolak karena mendengar ucapan ayah yang meremehkan ku.
"Hahaha...ayah bercanda,sudah ayo buruan naik." sambung ayah dengan tertawa yang ia paksa.
Kami melanjutkan perjalanan lagi dengan ayah,yang melewati gunung dan beberapa permungkiman warga,seperti nya jalan yang kami lewati ini hanya dusun kecil yang tidak terkenal.sangat sepi,bahkan berjalan saja sangat lengang.
"Kita akan bermalam disini bersama teman ayah nantinya." kilah ayah,yang memandang wajah ku seperti berharap aku akan baik baik saja.
"Baiklah ayah."jawab ku dengan mengangguk pelan.
__ADS_1
Hari belum senja kenapa ayah ingin bermalam di permungkiman ini? dan berapa lama lagi akan sampai? aku sudah bosan duduk disini.
"Ayah berapa lama lagi kita akan sampai?dan kita berada dimana?" tanya ku memancing,agar ayah dapat menjelaskan sedikit saya agar aku paham maksud dan tujuan ayah membawa ku kemari.Ayah tidak lansung menjawab,dia malah terdiam sejenak.
"Turun lah kita sudah sampai." tutur ayah,yang menghentikan mobil nya tepat didepan sebuah gubuk reot yang hampir tumbang.
"Ayah kenapa kita berhenti disini?" tanyak ku dengan keheranan.
"Turun lah,tidak perlu takut karena ini semua demi dirimu." jelas ayah dengan lembut.
Sangat tentram rasa nya disini,telingan ku terasa tenang dengan semua yang ku dengae disini.bahkan tidak ada yang aneh dengan semua ini.
"Ayo kita masuk dulu."kilah ayah yang menatap ku terus berdiri,disamping pintu mobil.
Tiba tiba seorang nenek keluar dari dalam gubuk reot itu,dan dia terus menatap ku dengan tajam,seakan ingin menyobek tubuhku.ih ngeri lah!
__ADS_1
"Selama kamu disini,nikmati lah pemandangan yang indah ini karena nanti nya kau belum tentu bisa untuk merasakan semua ini lagi." sergah nya dengan tertawa kecil,yang semangkin membuat ku takut dan aku hanya bisa bersembunyi dibelakan ayah ku.
"Ayo masuk." bujuk nya setelah mengucapkan kata mengerikan tadi.
Aku mulai agak sedikit gugup ketika masuk kedalam gubuk ini,tapi hati ku tiba tiba terharu saat melihat ada kue kue manisan diatas meja kayu.ada begitu banyak kue manisan yang tersedia diatas meja,sampai sampai aku tergiur untuk mengambil nya.
"Silahkan dimakan" sergah nenek itu dengan tersenyum,namun tatapan mata nya melihat kearah ku.
"Tidak perlu dipikirkan itu hanya seorang nenek,lebih baik aku habiskan dulu semua makanan ini." gumam ku dalam hati dengan senang.
"Nak kamu disini dulu ya,ayah dan nenek ingin keluar sebentar ingin membicarakan sesuatu." jelas ayah dengan berdiri,seperti ingin pergi.
"Tidak boleh! harus bicarakan disini juga,aku takut ayah meninggalkan ku." tuturku dengan wajah yang memelas.
"Tidak akan,lagian kamu punya Handphone dan kapan pun bisa terhubung dengan ayah bukan?" sambung ayah lagi dengan tersenyum kepada ku.
__ADS_1
"Baiklah,aku akan menunggu ayah disini." balas ku dengan lembut.