Rumah Tua Misteri(PROSES REVISI BERTAHAP)

Rumah Tua Misteri(PROSES REVISI BERTAHAP)
CUCU NENEK!


__ADS_3

"Tania! tunggu aku,kembali lah.tania" terus berteriak namun tania tidak mendengar,dia hanya berlari sendiri hingga keluar pagar.


Aku kecewa ternyata persahabatan kami berakhir seperti ini,ku pikir dia akan selalu berada disamping ku mau suka atau pun duka.


Dia pergi meninggalkan ku seorang diri disini,hanya karena ketakutan akan mahkluk lain yang membuat kami terjebak begitu lama di dalam.


"Heii kenapa kau menangis?" terdengar suara tania dari belakang ku,yang membuat ku langsung menoleh kebelakang untuk melihatnya.


"Tania! bukankah kau sudah pergi meninggalkan ku?kenapa sekarang berada disini lagi?" tanya ku dengan keheranan menatap wajah nya.


"Aneh kamu ya,aku kan tadi belum turun bagaimana bisa lari sampai pagar." jelas nya


"Aku sendiri lihat kamu,ninggalin aku disinu dan pergi keluar pagar tanpa menghiraukan aku.sampai aku tidak habis pikir.!" jelasku lagi.


"Kamu bicara apa sih? ayo buruan lari!" tegas nya menarik tangan ku dengan keras.


"Kaki ku tidak bisa bergerak tania,seperti ada yang menahan kaki untuk tidak pergi." aku terus berusaha untuk menggerakkan nya,namun tetap saja tidak bisa.


"Bagaimana bisa? jika kita terus seperti ini,kemungkinan kita tidak akan bisa pulang lagi seterusnya." ucap nya dengan mondar mandir,seperti mencari sesuatu yang tidak dapat ia temukan.

__ADS_1


"Kamu tahu dari mana?" lirih ku dengan sangat cemas,mendengar ucapan nya itu.


"Aku tidak tahu kita sudah berapa lama di dalam rumah ini,dan saat kita keluar langit masih gelap seperti malam.aku merasa seperti ada sesuatu yang janggal." ucap tania yang tatapan mata nya menuju kearah pagar besi.


"Lantas,kita harus bagaimana? aku tidak bisa berjalan sekarang ini."


"Tenang lah putri aku sedang memikir kan cara,untuk bisa membawa mu keluar dari rumah ini." seru tania.


Mendengar perkataan nya itu hati ku langsung tenang,merasa bahwa dia sangat mementingkan diri ku dari pada diri nya.


"Putri lihat,ada seseorang yang datang." pekik tania kesenang karena melihat ada seseorang yang datang,dengan membawa lampu api di tangan nya.


"Emh...seperti seorang nenek-nenek,jika kulihat lebih teliti lagi sih." seru tania.


"Nenek nenek,datang kemari membawa lampu sentir? itu yang kamu lihat?"


"Iya,cuman wajah nya tidak terlihat jelas sih akibat tertutup kain penutu wajah nya."saat dia sudah mengatakan seperti itu,kaki ku mulai bisa digerakan kembali.


"Tania,kaki ku sudah bisa digerakan! ayo kita keluar sekarang!" desah ku menarik tangan nya dan berlari kearah gerbang.

__ADS_1


"Tunggu!" tahan nya yang memberhentikan langkahan jalan ku.


"Ada apa lagi?" tegas ku.


"Nenek,sedang apa disini? apa nenek salah masuk rumah? kalau begitu ayo kita keluar sama." ajak tania yang sekalian menarik tangan nenek itu juga.


"Tania,kamu ngapain sih?kamu kan gak kenal nenek itu...dan tangan nya dingin sekali seperti es" jelas ku yang menghempas tangan tania saat memegang tangan nenek itu.


"Heheheh,kamu kok takut? saya cuman ingin bermain lo." seru nenek itu yang tertawa menampakan gigi nya yang bertaring tajam.


"Bermain? maksud ucapan nenek?" sentak kami berdua yang keherenan dengan maksud dan ucapan nenek itu.


"Tunggu ya." sahut nenek itu,seketika gerbang yang tadi nya terbuka sedikit mulai tertutup hingga rapat.


"Putri gerbang nya tertutup!" ucap tania yang menunjuk kearah gerbang.


"Haa?" kaget ku.


"Kalian disini aja ya temanin nenek,atau kalau tidak jadi cucu nenek.!!!!!"

__ADS_1



__ADS_2