
Tepat pukul 05:00 subuh aku berdiri didepan pohon yang kemarin saat dimana aku ingin menolong seorang anak kecil,dengan keadaan tercengang dan binggung akan semua ini.
"Bukankah tadi aku berada dikegelapan?kenapa sekarang berdiri tepat didepan pohon ini!"teriak ku sambil memperhatikan sekeliling ku
Mengiang dalam telinga ku,kata kata makhluk aneh yang mengancam ku dan sampai aku tak habis pikir lagi kalau aku sedang berdiri di hadapan pohon besar ini.
"Itu rumah nenek tua,akhirnya aku bisa pulang" seru ku dengan suara kegirangan karena bahagia,ketika menoleh kebelakang melihat rumah gubuk reot.
Aku berlari dengan kencang,karena kegirangan bisa pulang setelah melewati begitu banyak halangan yang membuat ku terasa begitu letih untuk menghadapi nya lagi.
"Ayah!" sapa ku saat memasuki rumah yang hampir rubuh itu,suara ku terdengar begitu bergema gema saat mengucapkan nya,seperti rumah itu kosong tidak ada seorang pun.
"Ayah! nenek! dimana kalian?" lirih ku dengan keadaan yang mondar mandir,yang kulihat saat itu hanya ada sebuah semprong lampu yang menyala dengan sangat terang didalam kamar yang begitu kumuh.
Tanpa berpikir panjang aku langsung masuk dan mengambil semprong itu,dan tetap terus berusaha untuk mencari Ayah.namun aku merasa kalau rumah ini semangkin lebih panjang jalur nya ketika aku masuk kedalam nya untuk melihat lebih lagi.
__ADS_1
Saat aku sudah berada diambang ambang pintu dapur,semua nya mulai terasa sangat gelap,hening,dan mulai tercium bau kemenyan yang menyengat.
"Kenapa jalan ini semangkin panjang?" gumam ku dengan suara pelan,tapi tetap dengan keadaan waspada dengan sekeliling ku.Aku hanya berharap bisa segera pagi,agar bisa mencari ayah dan pergi meninggalkan tempat ini.
"Heu-euh." seru seseorang dibalik redup nya cahaya dari semprong lampu yang kubawa,dalam bahasa Sunda amikal.
Aku tercengang karena mendengar ada suara sesorang dibalik redup nya lampu ku ini,semangkin dia mendekat kearah ku bau kemenyan itu semangkin menyengat di sekeliling ku.
"Siapa di sana?" sergah ku dengan suara nyaring.
"Tidak perlu takut!" jawab nya dengan muncul di hadapan ku,pakaian merah yang ia kenakan dan rambut nya yang terurai panjang sampai kelantai.itu membuat jantung ku berdegub dengan kencang.
"Ka..kakak siapa?" tanya ku lagi dengan suara yang terbata-bata,karena takut saat melihat nya.
Dia terdiam dan tersenyum pahit kepada ku,mulai terasa bahwa ada sesuatu yang mencurigakan dari senyuman pahitnya ini.seperti ingin melakukan sesuatu.
__ADS_1
"Jika kau ingin pulang,maka berjalan lah terus ke lorong itu." ucapnya yang berusaha untuk menyakinkan diri ku,agar menuruti perkataan nya itu.
"Ah,benarkah aku akan bisa pulang jika berjalan terus kearah lorong panjang itu kak?" kata ku dengan sedikit memelas.
Kakak itu tidak menjawab,dia malah terus berjalan pergi meninggalkan ku dengan rambut yang terseret seret dilantai.benarkah jika aku berjalan terus ke lorong yang panjang ini akan bisa kembali pulang?
"Hihihihi...!" tawa seseorang dibelakang ku,ini membuat bulu kuduk ku berdiri.
"Ahhhh! siapapun tolong aku!" teriak ku dengan berlari ketakutan,itu hampir membuat minyak yang ada disemprong lampu ku tumpah.
Semangkin aku berlari,semangkin panjang juga lorong yang begitu gelap ini.
"Sebenarnya aku berada dimana?"
**BERSAMBUNG😊**Jangan lupa vote,like,dan koment kalau masih ada yang kurang.terimakasih buat yang baca ataupun mampir dan bagi yang mau difeedback harap bersabar ya.
__ADS_1