Rumah Tua Misteri(PROSES REVISI BERTAHAP)

Rumah Tua Misteri(PROSES REVISI BERTAHAP)
TINGWE!


__ADS_3

Aku berusaha untuk terlihat santai saja untuk meunggu ayah kembali.2 jam kemudian menjelang jam 12 pas ayah juga tidak kunjung kembali.


"Kenapa berbicara saja memerlukan waktu yang cukup lama? apa ayah meninggalkan ku?" gumam ku dalam hati,sambil menerka nerka perkataan ku tadi dalam pikiran ku.


Karena aku semangkin merasa ada yang aneh,kutinggalkan saja gubuk ini dan pergi berlari keluar untuk melihat ayah.sambil berteriak teriak memanggil nya,berharapa dia bisa datang melihat ku,agar aku tidak cemas.


"Tolong aku kak!" tutur seorang anak anak dibalik pohon,yang begitu tinggi dan besar serta memiliki daun yang sangat lebat.aku tidak tahu ini pohon apa.


"Kak tolong aku!" tutur nya lagi dengan nada sedih serta dengan suara nya yang serak dan terputus putus.


"Alangkah baik nya jika aku menolong anak itu,mungkin dia melihat ayah dan nenek tadi pergi kemana." gumam ku dengan senang dalam hati,dan berharap seperti itu.


Aku berjalan kearah pohon besar itu,untuk menolong anak kecil yang berteriak tadi.semoga dia hanya tersesat saja.


"Tolong aku kak! huhuhu.." kali ini dia berteriak sambil menangis,itu membuat ku semangkin cemas dengan keadaan nya ya g berada dibalik pohon besar itu.


"Apa kau baik baik saja dik?" tanya ku dengan melangkah pelan pelan,karena begitu banyak tanaman putri malu dibawa akar pohon besar yang aku jalani ini.

__ADS_1


Sebenarnya aku tidak tahu tujuan ku datang ketempat ini,tapi karena ada orang yang membutuhkan pertolongan,alangkah lebih baik nya jika aku menolong nya sekarang.


"Dik coba ulurkan tangan mu agar kakak bisa membantu mu,kakak tidak bisa jalan kearah mu lebih lagi karena begitu banyak tanaman berduri disekitar akar pohon ini." jelas ku dengan lembut.


"Apa kakak tidak takut dengan ku?" tanya anak itu dengan suara serak-serak yang hampir tidak bisa kudengar.


"Tidak,asalkan kau anak baik kakak tidak akan takut padamu." kata ku dengan lirih


"Bagaimana jika aku...." kalimatnya terputus sampai disitu,tapi dia mengulurkan tangan nya.seketika seluruh tubuhku mulai merinding,saat dia menunjukan tangan dan jari jarinya.


"Berpikirlah dewasa,tidak perlu takut itu hanya tangan anak kecil." seru ku dengan suara pelan.


Dia hanya mengulurkan tangan nya dari samping pohon,tapi tidak dengan menapakan wajah nya.aku semangkin heran dengan anak ini,seperti apa rupanya? bahkan suara nya saja terdengar sangat serak,itu sangar sulit membuatku menafsirkan dia laki-laki atau perempuan.


"Putri apa yang kau lakukan disitu!!!" teriak ayah dengan sangat keras dari belakang ku,sontak itu membuat ku terkaget.


Aku menoleh kebelakang untuk melihat apakah itu benar ayah? atau hanya suara halusinasi ku.ternyata memang benar ayah.

__ADS_1


"Ayah!" sahutku lagi,dengan langkah yang kesusahan untuk berjalan karena begitu banyak duri dijalan yang ingin ku lalui.


"Kau ini bocah cilik,kenapa bisa berada disitu?" ujar nenek tadi,dengan menyulut tingwe dan menikmati nya dengan kepulan asap tembakau itu.


"Aku ingin menolong adik yang ada dibelakang pohon ini." sahut ku dengan berusaha untuk melangkahkan kaki dengan perlahan.


Nenek itu tidak mengatakan apapun lagi,hanya ayah yang mengendong ku untuk keluar dari jalan yang berduri duri itu.


"Coba kamu lihat kesana lagi,apakah ada pohon besar dan anak kecil?" tutur nenek sambil menarik tingwe,agar bisa berbicara dengan jelas.


Aku melihat dengan seksama seperti apa yang dikatakan nenek itu.


"Astaga! ternyata kuburan!" teriak ku,dengan menutup mulut dengan kedua telapak tangan ku karena merasa kaget.


Aku mulai terbengong-bengong,dan merasa kelelahan disekujur tubuhku,bercampur takut dan ngeri.pikiranku yang kebocahan ini hampir tidak mampu memahami kejadian ini.


semua mulai terdengar samar samar,dan penglihatan ku mulai gelap,kepala ku terasa pusing bahkan kaki yang sedang berdiri ini terasa melemah sehingga membuat ku terjatuh ditanah.

__ADS_1


"Ada apa dengan ku?"


__ADS_2