
"kata mama Marco aku tak pantas untuk anak mereka karena statusku kami beda kasta" kataku sambil menyusut air mata di ujung mataku,"barangkali sampai disini jodohku dan Marco,aku tak mau memaksa untuk tetap berada disampingnya walau masa pacaran begitu lama,ada doa orang tua itu yang penting"
" bagaimana dengan Marco"
" Marco menerima ia tak bisa melawan kehendak mamanya,aku bisa apa? aku hanya anak petani yang dipandang tidak punya apa apa,walau masa pacaran begitu lama tapi itu menjamin kami sampai di finish" aku menghela napas panjangku
"kenapa sekian lama mamanya tak.melarang saat kalian pacaran?
" entahlah aku tidak tahu,aku tak bisa melawan takdir"
" Rit?" panggil Alina lirih,aku memalingkan wajahku." aku tahu kamu gadis yang kuat,tidak seperti diriku yang suka cengeng,aku yakin kamu bisa melewati semua ini"
" bantu aku Alina,untuk bisa menyembuhkan luka hatiku"
__ADS_1
" aku tetap ada untukmu" Alina memeluk diriku begitu erat sambil mengusap bahuku,Alina adalah sahabat terbaikku
" Aku tak.menyangka kalau akhir cintaku begini,ditentang oleh mama Mario,dan lamanya waktu pacaran tidak bisa menjamin kami sampai pelaminan,seperti katamu kalau kredit rumah sudah lunas" aku tersenyum di sela airmataku yang mengalir.
" tak usah bersedih,aku yakin Tuhan menyediakan pengganti Marco lebih baik"
" setelah mengambil ijasah aku ingin mengikuti test guru untuk desa tertinggal dengan begitu aku bisa melupakan Marco dan aku menata hatiku"
" aku dukung akan keinginan mu,tetap optimis karena setelah hujan lebat ada pelangi yang begitu indah saat menampakan wajahnya dibalik awan gelap,aku percaya badai itu kamu akan lewati"
" kemana aku temani tenang aku bilang kemami untuk menemanimu,gimana ke Lombok aku yang tanggung semuanya disana ada villa papa kita menginap disana sambil melupakan semua permasalahan yang terjadi" Alina menawarkan liburan ke Lombok
" Aku nggak enak"
__ADS_1
" buat enak aja"
" tapi aku malu sama Mami"
" jangan ngomong begitu nanti Mami dengar dia marah, sejarah kamu kan anak perempuan pertamanya,terkadang aku iri" Alina memasang wajah sendu
" lebay deh" aku menipuk bahu Alina.Alina dan kedua orangtuanya tak pernah memandang rendah kami,kami tertawa bersama sesaat aku melupakan sakit hatiku,aku tidak mau larut dalam kesedihan,bagiku roda terus berputar,aku harus kuat bisa tunjukkan pada dunia kalau aku mampu berdiri sendiri.dan untuk tunjukan pada mama Mario bahwa aku yang biasa biasa bisa lebih.aku menarik napasku
"Rit,gimana perasaan kamu saat ini?""
" Aku sakit bohong kalau aku bilang baik baik saja,sedangkan hatiku berdarah darah,aku harus kuat menapaki masa depanku,,apapun yang terjadi aku tetap maju,kata kata mama Marco adalah cambuk untukku maju lebih jauh menunjukan kepada mereka bahwa aku akan berdiri sekalipun badai itu datang"
" itu yang ku suka darimu Rit,kamu mampu melewati semuanya,kamu tidak akan menangis karena cinta,aku selalu mendukung apapun keputusan mu untuk maju,kejar semua impianmu karena jalan di depan masih terbuka,suara saat Tuhan akan mengirimkan yang terbaik,rumah untuk kamu pulang"
__ADS_1
" makasih Al kamu adalah teman,saudara terbaik yang kupunya"
jangan lupa like dan komen