
Marco dan Naya telah selesai dengan resepsi pernikahan mereka,Marco menatap cincin yang melingkar di jari manisnya saat ia berada di kamar.ingin melepaskan tapi ia tidak mau,Marco menarik napas panjang dan membuang nya,
" Rita kita berpisah dengan cara ini,aku minta maaf kalau keinginan mama tak bisa ku tolak" Marco memandang ke arah jendela,pekat malam begitu terasa, sementara Naya telah selesai mandi ia menatap Marco yang berdiri dengan ke 2 tangan di saku celananya.
" mau mandi?" Naya menanyakan kepada Marco
" ia" jawab Marco singkat
" mau ku siapkan air?"
" tidak biar aku sendiri" kata Marco sambil berjalan kearah koper dan mencari pakaiannya.setelah mendapatkannya Marco membawa pakaiannya kedalam kamar mandi,pintu kamar mandi ditutup Naya hanya terdiam saja.
" maaf Marco aku memaksakan kehendakku,aku ingin di sisa umurku aku memiliki mu sebagai suami"Naya bergumam
" Nona kanker anda sudah stadium akhir waktu anda tidak panjang" kata dokter Budi saat Naya memeriksa kesehatan nya
__ADS_1
" apakah tidak ada obat?"
" yang ada hanya obat pereda sakit"
"kira kira beapa sisa umurku?"
" kalau dilihat dari penyebaran nya sangat cepat paling lambat satu tahu tapi paling cepat 6 bulan,nona coba bilang dengan keluarga supaya saling mendukung"
" jangan dokter aku tidak mau mama pikiran dengan sakitku"
" apakah selama ini tidak pernah merasakannya?"
" cobalah bicara dengan keluarga supaya dicari jalan keluar?".
" biar saja dokter"
__ADS_1
" tapi nona?"
" tidak apa apa dokter saya tidak ingin kedua orang tuaku bersedih kasian mereka"
"belum tidur' tiba tiba Marco membuyarkan lamunan Naya.Naya mengangkat wajahnya dilihat Marco sudah selesai mandi dan telah berpakaian lengkap
" tidur sudah malam,wajahmu pucat kamu seperti capek sekali" ujar Marco sambil naik ke kasur,Naya mengikuti naik kekasur.
" sekarang kita suami istri nikmati semua peran yang ada dan satu yang ku pinta jangan pernah minta aku untuk melupakan Rita karena itu tidak bisa,apakah kamu bisa?"" tanya Marco sambil menaruh kedua tangannya di belakang kepala sambil tidur
" ia aku mengerti"
" baiklah nikmati peranmu dengan baik sebagai istri dan malam ini kita tidur saja,hak ku sebagai suami aku menagih setelah tiga hari kedepan,karena aku tahu kamu capek,aku tahu kita nikah karena orang tua,tapi aku juga butuh penerus aku tidak munafik,laki laki mana yang tidak akan bergairah bila ada seorang perempuan yang menemaninya disampingnya
" ia aku.mengerti" kata Naya
__ADS_1
" jangan merasa terbeban karena semua ini adalah maumu kamu ingin kita menikah sekarang kita sudah menikah sesuai keinginan mu aku tak mau kasar denganmu,aku tetap menjadi suami yang baik untukmu,hanya satu jangan pernah tanya bagaimana hatiku?,karena semua cintaku hanya untuk Rita,dan yang satu kita harus punya anak."jelas Marco " kita tetap tidur sekamar,tetap menjalani rumah tangga ini,aku tidak ingin jadi suami yang buruk dimatamu.ayo tidur aku juga mengantuk" Marco membelakangi Naya
" ayo tidur jangan bergadang ini sudah larut malam aku tahu kamu capek,aku juga,jangan menangis,aku tahu kamu tidak menginginkan pernikahan yang hambar tanpa cinta,tapi mau di bilang apa lagi semua sudah terjadi"Marco memejamkan matanya.