
Marco masih terdiam dalam mobil sedangkan Naya sudah turun karena sudah sampai rumahnya,Marco mencoba menahan semuanya.setelah menghela napas panjang ia turun masuk ke dalam rumah Naya,ada mama Naya
" Sore ma"
" sore sayang,ayo masuk duduj" mama Naya mempersilakqn Marco duduk di sofa
" gimana sudah fiting baju pengantin"
" sudah Ma"
" tunggu sebentar Naya masih dikamar palingan ada mandi"
" ia ma", seorang art membawa minuman.
" diminum Marco"
" ia ma"
" Marco mama minta maaf kalau memaksa kehendak sehingga kamu dan pacarmu putus,ini kesalahan mama yang tidak bisa membuat Naya untuk mengerti,Maaf Marco" Mama Naya terisak,Marco terdiam tidak mampu berkata kata,ini permintaan tulus dari seorang mama untuk anaknya.Marco tak mampu menolak
" sudah Ma,Marco sudah memutuskan semuanya? toh semua tidak bisa dirubah,kalau pun suatu saat aku tak bisa mencintai Naya,aku minta maaf"
__ADS_1
¹" Mama percaya suatu saat cinta akan ada di antara kalian,sekarang ini kamu masih mengingat akan pacarmu,tapi suatu saat kalian pasti saling melupakan"
" semoga saja"
" mama berdoa yang terbaik untuk rumah tangga kalian berdua."
" maaf ya aku masih mandi" Naya datang menghentikan pembicaraan Mama dan Marco
" Naya,kamu itu sudah tahu Marco ada tapi kamu masih lama lama dikamar"
" Naya masih mandi Ma" ujar sambil duduk disebelah Marco
" ia ma, Ayo kita makan" ajak Naya,Marco sebenarnya malas tapi mau dibilang apa ia tak bisa berbuat apa apa.Marvo mengikuti langkah Naya dan Mama, setelah duduk di meja makan,
" Ma,Papa mana?""
" papa dalam perjalanan pulang"kata mama sambil membalikkan piring untuk menaruh makanan
" kita tidak menunggu papa?" Tanya Marco
" Kata Papa kita makan saja tidak apa apa?,silakan makan " mama mulai makan,akhirnya Marco dan Naya juga makan,tak ada yang bersuara.hanya bunyi dentingan sendok dan piring.
__ADS_1
selesai makan Marco pamit pulang karena besok adalah acara.
" Ma,Naya aku tidak bisa lama lama aku harus pulang besok kita ketemu di gereja" Marco mengambil kunci di atas meja dan melangkah keluar di ikuti Naya.
" Marco?" panggil Naya lembut" maafkan aku?
" semua sudah terjadi, persiapan kan dirimu kita bertemu di gereja selamat malam",Marco melangkah pergi meninggalkan Naya.Naya menekan dadanya,ia merasa bersalah,tapi egonya menutup segalanya,ambisi untuk memiliki Marco dengan cara yang salah,Tuhan maafkan aku,ini yang bisa ku perbuat disisa umurku" tak ada yang pernah tahu kalau Naya memiliki penyakit mematikan yaitu Kanker darah,ia tak pernah memberitahukan orang tuanya,Naya takut umur nya tidak lama,ia tak bisa mendapat Marco yqng telah ia cintai.akhirnya jalan ini yang dia tempuh.Bunyi klakson mobil terdengar di pintu gerbang membuyarkan lamunan Naya.Naya tersenyum begitu melihat Papanya pulang.
" Lho sayang ko di luar?" tanya papa
" tadi mengantarkan Marco"
" Marco sudah pulang?
" sudah pa mau siap siap untuk besok"
" ayo kita kedalam" Papa meraih bahu Naya dan mereka masuk ke dalam.
Sementara Marco melajukan mobilnya perlahan,ia menepikan mobilnya ditepi jalan yang sepi.Marco memejamkan matanya.
" Tuhan bantu aku" tak sadar air mata jatuh di pipi Marco,dengan kasar Marco menyekanya.
__ADS_1