
Aku dan Alina telah sampai di Lombok,Alina tahu hatiku,maka dipercepat perjalanan kami,sehingga undangan pernikahan sampai juga Aku dan Alina tidak melihat karena kami sudah di lombok.kami menginap di villa milik Alina.Aku memandang kearah laut yang begitu biru ombak yang saling berkejaran,aku lelah dengan semua ini,sampai kapanpun aku tidak bisa bersanding dengan Marco.Aku mencoba perlahan untuk melupakan Marco walau banyak sakit hati.tapi takdir kami sampai disini.Tuhan bantu aku untuk melupakan cintaku, Kamu adalah Masalaluku Marco,kita tak bisa melangkah bersama,kamu adalah langit aku adalah bumi,itu yang membuat ku tidak mampu untuk mengapaimu.
" gimana? tanya Alina,kulihat Alina telah selesai mandi.
" Makasih Al kamu adalah yang terbaik,kamu membuat Aku terharu karena fasilitas yang kudapat,biar disini aku melupakan semuanya, meninggal kan semuanya,dan melangkah ke depan,masa lalu hanya untuk dikenang dan masa depan untuk di tatap"
" ya kita tidak bisa melawan takdir karena Tuhan pasti menyediakan yang terbaik bagi kita" Aku memeluk Alina, sahabat yang tak pernah memandang asalku dari mana
" Yuk kita makan di bawa,tadi aku sudah meminta Ibu Non untuk memasak kesukaan mu yaitu Ikan kuah asam kakap putih setelah itu kita melihat siapa tahu ada jodohmu disana"
" untuk sementara lupakan itu,aku ingin menata hatiku"
" ya itu lebih baik"
drttt
drtttt
bunyi ponsel,kulihat mama telepon ku geser tombol hijau
" Syalom Ma" sapaku
" Syalom sayang,sudah sampai?" tanya mama
__ADS_1
" sudah Ma" jawab ku
" Gimana bagus tidak?""
" bagus ma,aku suka dengan pemandangan dan udara yang indah"
" Sayang kamu kenapa tidak bilang dengan mama kalau Marco mau menikah?"" Aku kaget,aku tidak mau mengatakan kepada mama karena aku takut mama sakit.
" maksud mama?""
" kamu tidak bilang kalau besok Marco menikah?"
" mama tahu darimana?"
" maaf ma,aku takut ma"
" kamu bagaimana ini mama kamu kenapa hal sebesar ini kamu sembunyikan"
" aku nggak.mau pikiran"
" jadi kamu ke Lombok karena hal ini"
" ia ma, maafkan aku,aku sudah buat mama kecewa"
__ADS_1
" sayang kamu tidak apa apakan?""
" Aku baik baik saja,aku hanya ingin melupakan semua,mungkin takdirku dengan Marco sampai ditahap ini saja"
" sayang apapun keputusan yang diambil mama tetap menyayangi mu."
" makasih ma"
" tetaplah kuat,karena mama yakin kamu akan mendapat yang lebih dari Marco"
" ia ma"
" jaga dirimu baik baik,salam buat Alina"
" ia ma,syalom"
" Syalom sayang" Mama mengakhiri panggilan.Alina memanggil ku untuk makan,makanan telah tersedia di meja,air liurku hampir menetes melihat makanan kesukaan ku.
" Ayo Rit makan,karena saat menangis butuh tenaga"
" kamu ini,aku pingin menghabiskan makanan yang di sediakan,aku tak peduli dengan rasa sakit hatiku aku menikmati hidupku,karena waktu tidak berhenti disini.Aku dan Alina makan,di temani Ibu Non penjaga villa keluarga Alina.ikan kuah asam yang di sajikan terasa menggugah selera,aku bahkan sudah 2 kali menambah nasi putih.Alina hanya tertawa melihat tingkah ku.
" ternyata putus cinta bisa membuat mu makan banyak" ejek Alina
__ADS_1
" betul karena saat putus cinta banyak tenaga yang dikeluarkan jadi harus diisi kembali."