Sêbetsu No Tigau Betsuno Sekai He

Sêbetsu No Tigau Betsuno Sekai He
Volume I【Chapter.11】


__ADS_3

Rasanya memang menyakitkan.


Saya berjalan cepat mencari keberadaan kak Nero berada, saya juga mulai bertanya kepada para penjaga dan maid yang berada di area sekitar, hampir semua orang memilih untuk mengabaikan dan tidak menanggapiku, mulut mereka sangat tertutup erat mengenai ini seperti sebuah rahasia yang besar, saya tidak akan berhenti mencari sebelum bertemu kepada orangnya secara langsung, rasanya diriku diliputi sebuah perasaan yang cemas.


Mereka memang banyak mengabaikan saya tapi tidak ada yang mungkin semuanya hanya diam, ada beberapa orang yang memang baik untuk memberitahuku, mungkin mereka bukan berada dipihak sang raja, saya sangat cemas jika yang dikatakan mereka memang sebuah kebenaran yang mungkin akan membuatku sangat menyesal telah percaya, tapi itu sudah menjadi sebuah pilihan untuk percaya dengannya. Sekarang saya berada di sebuah pintu besar yang memisahkan mungkin antara diriku dengan kak Nero berada, semoga dirinya berada di dalam sana.


Saya mendorong pintu tersebut hingga terbuka, saya melihat sebuah ruangan yang sangat megah dan penuh dengan kilauan, ruangan ini sangat berlebihan hanya untuk sebuah ruangan kerja, mungkin kak Nero mempunyai posisi yang lebih tinggi dari penasihat komandan.


「Kamu sudah datang Aster.」


Dia telah duduk menungguku, dengan tatapan yang sangat tenang, dia sudah tahu saya akan datang tapi tidak memperlihatkan kepanikan dan ketegangan, saya tidak sanggup untuk menanyakan pertanyaan yang harus saya katakan, dia sangat penting bagiku sekarang, apa yang akan saya rasakan jika mengetahui jika benar ada campur tangannya dengan penyerangan pada Flare dan yang lainnya.


Dia sudah mempersiapkan segalanya, saya duduk ditempat yang memang dia sediakan, dia menyuruh beberapa orang yang berada di dalam untuk keluar dari ruangan ini, jika saya harus bertanya kenapa saya dapat mencium bau yang sangat menyengat yang begitu familiar bagi hidungku, bau yang juga tidak lama saya cium, tapi tidak mungkin bukan untuk kak Nero melakukannya.


「Saya ingin kamu untuk segera memberitahukan alasan kedatanganmu ketempat pribadiku... Auh.」


.... Ada apa dengan dirinya, dia sedang menyembunyikan sesuatu dibalik meja tersebut, saat saya ingin mencoba untuk melihatnya, dia membatukan diri untuk membuyarkan kefokusanku pada satu tempat, saya juga tidak terlalu mementingkan untuk itu sekarang yang terbaik adalah untuk mengetahui jawaban langsung dari orang yang bersangkutan.


「... Kumohon untukmu berkata jujur dengan yang dikatakan oleh teman-temanku suatu kebenaran. Saya tahu kamu sudah mengerti maksudku... Kak Nero.」


Saya mengatakan hal tersebut dengan sedikit rasa sakit yang berasa, air mata hampir saja jatuh dari mataku, menatapnya dengan penuh dengan harapan untuk sebuah jawaban yang dapat memuaskanku dan sedikit mengurangi rasa sakit ini mungkin. Dia menatapku masih dengan tenang, kenapa rasanya dia sangat berbeda dari orang yang pernah saya kenal, dia menghela nafas yang panjang dan sepertinya akan segera menjawab pertanyaan kecilku.


Mata kami saling bertemu, saya mencoba untuk mempersiapkan segala kemungkikan yang dapat dia katakan, saya tahu bahwa rasa yang akan saya rasakan mungkin akan sangat membuatku sangat sangat jatuh hingga kebawah, tapi itu mungkin sudah bagus bahwa saya tidak akan pernah merasakan yang namanya penyesalan nantinya.


「Sesuai yang mereka katakan. Apa itu cukup untukmu.」


Tidak ada jawaban yang lebih baik lagi, berusahalah untuk menyangkal bahwa perkataanku itu tidak pernah benar-benar dia lakukan, tapi dengan singkatan dia menjawab itu sangat menyakitkan bahkan saya tidak siap menerima hal ini, air mata mulai menetes dari mataku, kenapa dia berubah menjadi seperti ini, tidak mungkin mengrtahui hubunganku dengan Tiago.


Saya menyeka air mataku, berdiri dari duduku dan akan berjalan menuju kepintu keluar, rasanya sangat menyakitkan jika terus berada disini, saya menyentuh gagang pintu dan bersiap untuk menariknya, setelah ini saya akan menjaga jarak kepada kak Nero.


「Berhenti.」


Kenapa dengan tubuhku, saya kehilanganan kontrol untuk mengendalikan tubuhku ini, semakin keras saya berusaha rasanya sangat melelahkan, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhku, bahkan menggerakan sebuah jaripun saya tidak bisa, hanya bisa melihat dan mendengar.


"Apa saya sudah menyuruhmu untuk pergi. Kamu masih perlu menjelaskan hubungan antara kamu dan seseorang bernama Tiago... Dia tidak hanya sebatas orang yang menyelamatkanmu bukan.」


「Ya ampun kamu benar-benar jahat Aster.」


Tunggu dulu, sangat familiar sekali dengan suara perempuan yang pelan ini, saya ingin melihat untuk memastikan orang tersebut, tapi sulit untuk sekarang dengan kondisi tubuhku yang sedang membeku, semoga pemikiranku salah dengan orang tersebut, dia mungkin saja orang yang mempunyai suara yang sama tapi bukan satu orang, saya hanya berharap sekali tidak ada lagi hal yang membuatku kecewa kembali.


「Duduklah pada pangkuanku... Dan berbaliklah Aster.」


Dadaku berdebar dengan cepat, tubuhku mengikuti intruksi yang diberikan oleh kak Nero, mataku tertutup dengan perasaan yang belum siap untuk menerima yang saya lihat, tapi perlahan mataku terbuka lebar, bertapa terkejutnya denga apa yang dilihat olehku, seorang perempuan yang saya kenal duduk dipangkuan kak Nero dengan telanjang, dia berperilaku manja dan terus bergerak menggoda kak Nero, Rasanya lumayan sakit melihat kejadian semua itu di depan mata.... Saya bisa mengendalikan tubuh dengan bebas kembali, tubuhku gemetaran tak bergerak, terjatuh dengan tidak percaya dengan yang saya lihat, air mata juga mengalir dengan sangat deras.

__ADS_1


「Aster ada apa denganmu. Bukannya kamu juga pernah melakukan hal seperti ini. Menggodannya agar bisa membuatmu puas. Apakah tidak boleh jika saya juga menginginkan hal yang sama.」


Yah saya tidak bisa mengelak dari pernyataan yang dikatakannya, disini saya yang sangat jahat dibagai sisi, saya yang memulai terlebih dahulu pastinya berakhir tidak baik padaku, apa yang saya harapkan bahwa dia akan menerimaku yang sudah mengkhianatinya. Tapi kenapa harus Fera, teman yang juga saya percayai ikut mengkianati, saya sekarang tidak berdaya.


Saya melihat Fera turun dari pangkuannya berjalan mengarah padaku, tubuhnya memang lebih baik dariku bahkan wajahnya sanggat anggun, dia menatapku dengan begitu dingin, berjongkok di hadapanku dan sepertinya ada yang ingin dia katakan.


「Bagaimana jika kami lanjutkan lebih jauh lagi. Apa kamu mau melihatnya.」


「Jangan...」


Saya berbicara pelan, tapi seharusnya masih dapat dia dengar, tenagaku tidak ada untuk berbicara lebih keras lagi, dia hanya tersenyum membalas perkataanku, dia berjalan kearah yang berbeda dari tempat kak Nero berada, dia mengarah kepada sebuah ranjang yang ada diruangan ini, dia merangkak pada ranjang tersebut seperti sedang menggoda, membaringkan tubuhnya dengan sangat vulgar, dia juga memberikan isyarat mendekat. Saya paham apa maksudnya, saya melihat kearah kak Nero, saya berharap bahwa dia tidak benar-benar tergoda.


Dia berdiri dan berjalan kearah ranjang dimana Fera berada, saya semakin lemas melihat respon darinya, saya ingin maju kedepan menghentikannya bergerak tapi sepertinya diriku sangat sulit untuk memenuhi kehendak tersebut, saya hanya pasrah melihat dia mulai menaiki ranjang menghampiri Fera, tangannya mulai menyentuh dan bibir mereka saling menyatu.


"Ah" ******* Fera mengema diseluruh ruangan, suara yang terus muncul dengan diiringi perasaan yang sakit ketika mendengarnya, mataku ingin berhenti melihat tapi sabgat sulit untuk memalingkan orang yang sangat penting bagimu melakukan hal yang telarang kepada seseorang yang juga kamu percayai, tapi kenapa tubuhku terus memanas, jantungku terpacu berdetak dengan cepat.


「Sudah waktunya kehidangan utama.」


"Eh" Maksud dari perkataannya itu apa, jangan katakan padaku jika dia masih belum cukup puas menghancurkanku semacam ini, saya mohon untuk tidak bertindak lebih jauh lagi, saya akan benar-benar hancur jika melihatnya.... "Ngh" Tidak mungkin, seharusnya bukan ini yang saya inginkan, kenapa mereka terhubung harus di depanku, saya tidak bisa menerima ini begitu saja.


.... "Argh" Tubuhku sakit sekali, jatungku berdetak dengan tidak beraturan, rasanya sangat ingin menjatuhkan diri dari sebuah gedung untuk mengalihkan rasa sakit ini, sangat keterlaluan bahwa ini tidak bisa dihentikan, sekarang kesadaranku mulai menghilang.


「Oh sepertinya kita sudah berhasil membuatnya untuk mengatifkannya.」


「Kita lebih baik selesaikan terlebih dulu Nero.」


^^^[][][][]^^^


Saya kembali tersadar, mataku mulai dapat melihat sekitar, samar-samar saya melihat tubuhku tergantung, dengan kondisi tanpa busana sekalipun, saat seluruh kesadaran saya dapatkan tubuhku terjatuh kebawah, ada perubahan yang sangat besar pada tubuhku, kekuatan besar dapat dirasakan mengalir, saya akan mencobanya. Status.


...<=>...


Nama: Asterio Varne


Ras: Arcdemon


level: 1


Kondisi tubuh: abnormal


Sta: 1200, Mag: 2500, Agi: 1150, Acc: 2300, Str: 700, Int: 400.


Skill:

__ADS_1


Basic skil: penilaian, pemikiran, deteksi, memanah, berpedang, menghindar, pelayan.


Pasif skill: pesona, drama, penggiring opini.


Skill khusus: rantai mendominasi.


Skill alami: kebangkitan dari perubahan.


Skill Tabu: kemarahan dan kekecewaan.


...<=>...


Sepertinya saya telah menjadi sesuatu yang telah berbahaya, tapi siapa yang menyangka bahwa saya tidak lagi menjadi manusia dan malah mendapatkan skill tabu, pasahal saya bisa menggunakan status, sangat menarik bagi sistem dunia ini dan serius bahwa saya terkejut dengan perkembanganku.... Saya tidak bisa memberitahukan ini kepada siapapun.


「Kamu sudah tersadar... Sekarang lebih baik kamu berganti pakaian.」


Saya menghadap kearah dimana suara itu berasal, melihat dua orang berbeda kelamin sedang menatapku dengan serius, saya sangat kenal dengan mereka dan masih menatapku dengan tenang setelah melakukan sesuatu yang sangat mengesalkan waktu tadi. "Hump" Saya memalingkan pandangan dari mereka, sangat tidak mengerti perasaan sebelum melakukan perbuatan yang tercela, seharusnya sedikit berikan rasa bersalah yang terlihat walau itu hanya sedikit saja.


「... Nero bagaimana kalau kita melanjutkannya.」


"Ah" Saya bergegas berlari kearah kak Nero, dengan seketika memeluknya dan membenamkan wajahku kedalam pelukannya tersebut, sedikit mataku menatap tajam kearah Fera yang mengamati kami dengan sangat canggung. "Em" Saya tidak akan membiarkan dia mengambil kak Nero, walaupun berteman tidak akan pernah maupun itu dalam mimpi.


「Kamu memang sangat posesif terhadap orang yang dianggap penting. Jika Tiago tidak mementingkan masalah pribadinya dan serius menjalin hubungan padamu itu bagus. Sayang sekali dia hanya bajingan bernafau saja... Dan juga jika saja Flare bisa peka terhadap perasaannya padamu juga tidak akan membuatmu berakhir ditangan orang ini.」


Apa yang dia katakan, Flare menyukaiku apakah itu benar adanya, tapi memang itu sedikit telambat untuk saya mengetahuinya, sudah sampai ketahap seperti ini saya tidak ingin kehilangan segalanya, apalagi saya tidak ingin mengkhianati kak Nero lagi, sangat menyakitkan menerima balasannya yang tanpa ampun tersebut.


「... Saya merasa senang. Tapi kak Nero lebih penting bagiku sekarang.」


「Uo... Kau memang sudah lupa bahwa dirimu laki-laki sebelumnya. Tapi sepertinya itu yang menarik.」


"Hump" Sepertinya masih ada yang mengungkit masalah semacam ini, saya hanya ingin melupakan jati diri yang sebelumnya dan mulai menjalani kehidupan baruku, mengenai masalah sebelumnya saya jadi ingat ada yang sangat aneh.


「Saat pertama kali saya datang kedunia ini. Orang yang bertatapan langsung padaku adalah kamu. Saat itu kamu melakukan sebuah trik yang membuatku tidak bisa mengendalikan tubuhku tadi bukan.」


「... Tidak bisa saya sangkal soal masalah ini. Skill alamiku adalah Kepatuhan. Saya bisa membuat siapapun yang bertatapan dengan mematuhi perintahku... Ingat berbeda dengan skill alami milik Tiago yang memaksakan kehendak. Skill saya masih dapat membuat kalian tetap tersadar.」


"Jadi intinya seperti kalian sendiri yang mau melakukannya. Sedangkan saya hanya berbicara yang berarti hanya meminta.」


Saya tahu bahwa dia memang bukan orang baik, tapi dia telah mengekangku hingga tidak bisa melepaskan diri lagi tanpa batuan dari skill tersebut, jadi hanya bisa memaafkannya tanpa berpikir panjang, walau saya tahu sebuah keputusan yang sangat salah.... "Ah" Dia tiba-tiba mengangkatku, mengendongku hingga keatas ranjang, saya tahu apa yang sebenarnya dia inginkan, ini pertama kalinya untuk kami berdua.


「... Apa kita akan melakukan ini di depan Fera... Bagaimana kalau kita mengajaknya juga.」


"Huh" Saya jelas kesal dengan perkataannya, saya tahu sekarang jika kak Nero adalah seorang bajingan juga, apa pilihanku memang benar, tapi ya sudahlah saya juga bukan wanita yang masih suci dan saya pernah melakukannya dengan tiga orang sekaligus dan itu tidak masalah lagi buatku, dia juga mungkin ingin melakukan pembalasan jika memang sudah tahu dari awal. Saya hanya mengganguk, dan dibalas dengan senyuman diantara keduanya, sepertinya saya dipermainkan oleh kedua pasangan tidak tahu malu ini.

__ADS_1


...ーAuthor Timeー...


X: Satu kata, masih belum tiga hari jadi masih ramai orang, tidak ada ketenangan untuk X, jadi maaf sekali jika ceritannya sedikit melenceng. Ini merupakan scene khusus yang hanya akan ada di volume I saja, untuk kedepannya agar lebih aman saya mungkin akan menghilangkannya.... Karna akan ada alasan semuanya.


__ADS_2