Sêbetsu No Tigau Betsuno Sekai He

Sêbetsu No Tigau Betsuno Sekai He
Volume I【Chapter.03】


__ADS_3

Bertemu dengab laki-laki yang 'baik', untuk pertama kali melihatnya.


Wajahnya mendekat didepan mataku, tubuhnya membungkuk untuk menyertarai tinggi badan antara kami, ini sangat menyakitkan. Dapat saya lihat senyumannya membuatku sedikit aneh, saya sekarang adalah perempuan jadi bukan suatu masalah mungkin jika mengalaminya. Dia sedang membuka mulutnya, saya siap untuk mendengar kata yang akan keluar dari mulutnya itu.


「Maaf jika itu menggangumu nona. Saya tak mempunyai maksud untuk menatapmu terus. Hanya saya ingin mengenal nona lebih dekat.」


Wajahku memerah, dia merupakan seorang yang sangat ramah untuk sekarang, saya akan menilainya seperti itu. Tak ada yang dapat saya pastikan jika dirinya mempunyai maksud tertentu, apalagi saya malah merasa dia merupakan pria sejati karna tanpa malu mengutarakan minatnya, saya terkesan dengan keberanian yang diperlihatkannya atau mungkin saya sedikit sebagai perempuan.


Saya mencoba menjaga jarak darinya, perasaanku malu ketika diperlakukan seperti itu. Tapi saya sekarang sedikit susah menatap matanya, sebagai perempuan tak sangka menjadi sangat malu dan lemah seperti ini. Dulu bahkan menatap lawan jenis sebagai laki-laki bukan sebuah masalah yang besar, tapi sebagai perempuan bukan sebuah masalah yang bisa dilakukan dengan mudah, sangat sulit jika dipikirkan dengan baik.


Saya sedikit melirik kearah dirinya, mataku melihatnya masih dalam tersenyum dan menatapku dengan ramah, itu membuatku sangat gelisah dan gugup. Saya lebih baik menjawab perkataannya tadi, tak baik membuat orang tersinggung sebelum saling kenal.


「Perkenalkan namaku Asterio Venalta. Sebenarnya saya tak tahu kenapa penampilanku berubah menjadi seperti ini.」


「... Namamu seperti seorang laki-laki. Apa mungkin dirimu berubah menjadi perempuan saat perbindahan dunia ini.」


Saya terkejut ketiak dia mengetahui permasalahanku, kepalaku mengganguk pelan, dengan mataku menatapnya khawatir jika saja dia merasa jijik dengan identitasku yang sebenarnya. Tapi mataku tak bisa menipu kali ini, apa reaksi yang diberikannya itu membuatku lebih terkejut. Tangannya diletakkan diatas kepalaku, mulai dengan pelan mengelus dan membelai rambutku hingga berantakan. Terasa memalukan tapi itu sangat membuatku menikmatinya.


「Itu sangat bagus. Bahkan lebih bagus.」


Saya tak mengerti apa maksud dari perkataannya itu, tapi ada yang tak beres dengannya, walau saya mengetahui itu tubuhku tak merespon pemikiranku dan masih menikmati elusan itu. Pikiranku menjadi kosong dan terhanyut dalam ketenangan ini, saya merasa tangannya mulai memegang pipihku, tak bisa saya tolak sentuhannya.


「Aster dimana kamu.」


Saya segera menjauh setelah mendengar suara itu, suara yang sangat familiar ditelingaku, tak bisa untuk saya lupakan. Saya menoleh kearah suara itu berasal, seorang laki-laki sedang berjalan kemari, saya segera melambaikan tangan sebagai petunjuk arah baginya. Perhatianki sekarang lebih terfokus kepada dirinya.


「Saya kira kamu menghilang. Sifat penasaranmu bisa lebih dikendalikan tidak... Ayolah kita harus segera menyusul mereka.」


「Flare...」


Tangannya menarikku untuk menyusul para kelompok yang lebih dahulu berjalan, perlakuannya ini terlalu sembrono, apa dia tak mengabaikan jika diriku saat ini merupakan seorang perempuan, dengan santainya menyentuhnya tanpa rasa malu.... Apa hampir semua perempuan baginya bukan masalah jika menyentuhnya, kenapa rasanya kesal ketika saya memikirkan kejadian semacam itu.... "Ah" Saya hampir lupa jika belum mengucapkan sepatah kata sebelum pergi, dan saya juga sepertinya lupa untuk menanyakan nama dari dirinya. Mungkin lain kesempatan dapat bertemu dengannya kembali.


Saya dan Flare berhasil menyusul rombongan yang berjalan lebih dulu, berkumpul dengan kelompok lainnya, sekarang jika dilihat lorong ini sangat panjang dan ada jendela besar yang ada disamping kiriku. Saya berjalan mengarah kesana, menatap kearah keluar jendela, saya terdiam tak percaya dengan yang dilihat mataku saat ini.


「Kak kenapa kamu seperti terkejut. Apa itu-... Pemamdangan yanga sangat indah.」

__ADS_1


Pemandangan yang sangat luar biasa bagi dunia yang sedang kacau, apa benar dunia lain tetap memancarkan keindahan seperti ini walau dalam keadaan berperang. Bahkan dapat terlihat dari sini kota disana dipenuhi dengan rumah-rumah yang megah, saya semakin bigung dengan semua ini. Selagi para siswa dan guru menikmati pemandangan yang berikan dunia ini, saya berjalan mendekati prajurit yang membawa kami kesini tadi.


「Tuan apakah kami diperbolehkan untuk membaca buku diistanah ini.」


Prajurit menatapku dengan serius, dia terlihat agak waspada dengan diriku, perilakunya semakin memperkuat rasa curigaku ini.


「... Perpustakaan berada dilorong kanan sebelah sana. Sedangkan ruang istirahat kalian berada dilorong kiri... Saya hanya ingatkan jika bahasa dunia ini lebih sulit dimengerti daripada dunia kalian. Saya tak berharap jika anda dapat membacanya.」


Mungkin hanya diriku dan beberapa anak saja yang mengerti maksud dari perkataan prajurit ini, jika tak boleh mencari tahu lebih banyak bahkan berharap mengetahui informasi dari dalam istana ini. Informasi penting mungkin ada diperpustakaan itu, tapi ada konsekuansi jika kami berani membacanya atau melanggar hanya bisa pasrah.... Dia pergi setelah mengatakan semua itu, apa dia ingin melaporkan ini kepada raja, tindakan kami benar-benar dalam pengawasan sang raja.


Beberapa orang memutuskan untuk mencari ruangan istirahat yang telah tertulis nama kami, saya terkejut bahwa mereka bisa dengan cepat mengetahui nama yang kami miliki, atau mungkin sedari awal nama kami sudah mereka ketahui, pihak istana memang bukan orang-orang yang sederhana, banyak tipu muslihat yang disembunyikan.... Apa pria itu juga sama dengan penghuni istana lainnya. Saya membaringkan badan pada tempat tidur yang sangat sederhana, bahkan dapat dilihat ini sangat buruk untuk ditiduri manusia. Kasur dan batalnya sangat keras, tubuhku akan sangat pegal saat bangu tadi.


Sebelum itu, status miliku sedikit kurang saya pahami lebih dalam, kecuali itu hampir sama dengan status pada game yang umumnya ada. Dengan stat yang sedikit kurang saya mengerti, berapa minimal bagi orang dunia ini, sekaligus banyak sekali kerimutan pada sistem status itu.


...'Status.'...


_____________________________________________


Nama: Asterio Venalta.


Ras: Humanoid.


Sta: 200, Mag: 500, Agi: 150, Acc: 300, Str: 100, Int: 250.


Skill:


-Basic Skill: Penilaian, Pemikiran, Deteksi.


-Pasif Skill: Pesona.


Alami Skill: Perubahan.


_____________________________________________


Dapat dilihat itu sangat rumit bagiku untuk berpikir, tanpa ada pengetahuan yang belum saya ketahui tentang dunia ini sangat sulit untuk mengerti, apalagi saya tak bisa bergerka sesuka hati atau sang raja yang melihat dari jauh akan bergerak cepat atau lambat untuk berurusan denganku. Mataku sangat berat, mungkin sudah waktu yang pas jika sekarang untuk istirahat.

__ADS_1


^^^[][][][]^^^


Mataku terbuka, membangungkan badan sambil merenggangkan tubuh dengan kepegalan akibat dari tidur pada tempat tidur yang kasar. Menatap sinar matahari yang masuk keruangan ini melalui jendela, sambil melihat sekeliling, semua yang terjadi kemarin merupakan kejadian nyata. Saya berharap mungkin terlalu jauh, melihat keluarga yang hangat milikku saat pertama kali saya bangun.


Saya berjalan keluar dari ruangan, belum tahu apa yang akan kami lakukan hari ini. Bukan diriku saja yang telah bangun, saya melihat telah ada beberapa siswa yang keluar dari ruangan masing-masing dan berjalan menuju kesatu arah secara beriringan. Karna saya belum tahu ingin apa, yang pasti akan saya ikuti mereka saja. Langkah ini terus berjalan hingga sampai pada ruangan yang besar, disana sudah ada siswa dan guru yang sedang menyantap makanan. Sepertinya ruangan ini tempat makan untuk kami, saya akan mencari tempat untuk duduk. Banyak tatapan yang diarahkan padaku ketika berjalan, saya tak berani menatap balik mereka karna sangat menyeramkan untuk dilihat. "Hm" Saya melihat orang yang dikenal, datang menghampirinya sambil melihat apa ada kursi kosong yang ada disekitarnya.


「Fera. Kau sendirian saja. Kemana yang lainnya. Belum ada disini.」


Saya duduk berhadapan dengannya, dia menatapku sedikit dingin seperti biasa. Dia merupakan Adik dari Flare, tapi entah kenapa sifatnya sangat beda dengan kakaknya yang sangat mudah diajak bicara, sedangkan ia sangat acuh pada sekitar.


「Kau mencari yang lainnya atau cuman Flare saja yang sedang dicarimu saat ini.」


Saya panik dan malu ketika mendengarnya, tapi apa benar saya sangat berharap melihatnya, sejak menjadi perempuan entah kenapa ada perasaan yang aneh setiap dekat denganya. Saya menundukkan kepala dengan menyantap makanan yang ada didepan mataku, karna malu tak saya pedulikan area sekitarku. Saya hanya merasakan jika ada seseorang yang duduk disampingku, tapi tak tahu siapa itu semoga bukan seorang laki-laki yang mesum karna diriku sekarang seorang perempuan.


「Aster apa kamu tak menungguku untuk makan bersama. Jahatnya.」


Saya mengetahuinya melalui suara yang telingaku dengar, sepertinya wajahku kembali memanas entah setiap kali kami berkontak, ada apa yang terjadi padaku, tak mungkin saya benar-benar menyukainya dari dalam hati.... Pintu gerbang terbuka, dengan menampilkan seorang pria tua berpakaian tosedo berjalan diiringi oleh banyak maid perempuan dengan tangannya yang membawa sepasang pakaian. Dia menatap kearah kami dengan serius, bahkan seorang yang tua itu sangat merendahkan kami.


「Para pahlawan yang terhomat. Mohon perhatian kalian untuk mendengarkan perkataan saya sebagai orang tua... Sebelum itu perkenalkan namaku adalah Carles. Kepala pelayan diistana yang mulia ini.」


Walau dia hanya mengatakan seorang kepala pelaya, namun aura intimidasinya bukannya terlalu mencolok dan percuma jika dikeluarkan hanya untuk kami yang hanya orang biasa, untuk saat ini. Akan saya pastikan apa yang terjadi ditempat ini, kenapa bisa mereka tak menghormati kami yang merupakan seorang pahlawan ini. Para maid berjalan menuju kesatu persatu orang, memberikan pakaian yang dibawa itu kepada kami.


「Setelah kalian berganti pakaian. Kalian akan diarahkan oleh para penjaga untuk menuju ketempat kalian akan belajar... Ingat bahwa negara ini tidak membutuhkan orang tidak berguna.」


Sekarang semua sudah dimulai, mungkin sudah waktu yang tepat untuk mengetahui apa fungsi pada status yang kami miliki. Saya melihat para pelayan itu pergi dan kami juga diarahkan kembali keruangan untuk berganti pakaian. Pakaian dengan bahan yang sangat memperlihatkan posisi kami, bahan sangat kasar dan sudah kusut, apa raja memperlihatkan jika kami seorang budak yah. Saya tak terlalu memikirkannya namun tak tahu apa itu akan nyaman bagi tubuhku yang sekarang.... Pakaian ini lumayan pas buatku, apalagi saya tak membutuhkan banyak pakaian lagi karna tubuhku sedikit kecil, lumayan kecewa melihatnya. Saya berpikir bagaiamana dengan orang yang lainnya.


Saya keluar dari ruangan dan telah berkumpul semua orang diluar sini, kami segera berangkat mengikuti prajurit yang ada didepan itu. Menuntun pada sebuah lapangan luas, dilihat dengan baik mungkin halaman latihan yang diperuntukkan bagi para prajurit yang belum terlatih. Ada orang yang sudah menunggu kami disana, dua orang pria yang rupawan dan seorang gadis yang cantik, dengan satunya orang yang saya kenal tadi malam. Dia sepertinya menyadari tatapanku lagi, kenapa dia sangat peka sekali, dan lagi mata kami terus saja bertemu dan saling bertatapan. Sekarang dia melambaikan tangan kepadaku, yang sepertinya disadari oleh rekannya. Kumohon jangan melihatku.


「Chought... Baiklah. Ini mungkin pertama kalinya bagi kalian untuk bertemu dengan kami. Perkenalkan diriku sebagai kapten ksatria Albert dan pria disampingku adalah penasihatku Nero. Dan perempuan yang dingin ini adalah wakil komandan Margaret.」


Jadi pria itu adalah seorang penasihat ksatria, dan saya sekarang tahu namanya, mungkin tak perlu lagi untuk menanyakannya lagi nanti.


「Sekarang saya akan jelaskan apa itu status kalian. Status itu hanya bisa dilihat kalian sendiri. Jadi tak perlu takut dengan musuh yang akan mengetahui kekuatanmu... Bagi manusia biasa hanya mempunyai stat yang tak lebih dari 50. Itu mungkin adalah standar yang kalian miliki sekarang. Jadi sekarang kita akan melatih kemampuan bertarung kalian sebelum melanjutkan tahap selanjutnya.」


Apa yang dikatannya tadi, tak mungkin bukan jika stat manusia hanya segitu saja, bagaimana jika jumlah itu dengan miliku-.... Saya penasaran kenapa saat itu dapat saya lihat jika diriku merupakan humanoid, apa maksud dari tulisan itu. Wajahku terlihat sedikit cemas memikirkannya, itu mungkin bisa membuatku dapat masalah jika tanpa sengaja ada orang yang tahu akan hal itu. Saya takutnya akan membuat seluruh orang disekitarku nanti terbawa masalah karnaku.

__ADS_1


...ーAuthor Timeー...


X: Saya bukan seorang yang pintar dalam membuat sebuah judul, hancur ditanganku pastinya.


__ADS_2