Sêbetsu No Tigau Betsuno Sekai He

Sêbetsu No Tigau Betsuno Sekai He
Volume I【Chapter.06】


__ADS_3

Dia yang 'Kepalsuan', membuat semuanya tidak nyata di depan mata.


Saya menatapnya dengan gugup, pertemuan kami sekarang sebuah kebetualan yang sangat tepat disaat saya sedang dalam kondisi yang sulit, dengan perasaan yang tercampur aduk antara kesal dan menyesal terhadapat perbuatan pembina tadi. Saya tak tahu apa ini rencananya untuk membalasku, tapi rasa sangat senang bahwa dia yang muncul sekarang, perasaanku semakin bimbang dengan kenyataan jika dia tak bisa lepas dari keseharianku kedepannya, sebenarnya apa yang saya inginkan.


Saya sedang memikirkan kata yang tepat untuk membuka perbincangan diantara kami, sulit bagiku jika berakhir dengan kecanggungan, mukaku akan ditaruh kemana jika buka permintaan maaf yang dia dapat namun rasa malu dan lancang dariku yang bisa menghancurkan suasana hatinya kembali.... "Tak" Sebuah sentakan jari mendarat dikeningku, saya terkejut dia melakukan seperti ini, apa bedanya saya dengan seorang anak kecil sekarang. Dia merupakan seseorang yang bisa membuatku kesal setiap bertemu, tapi rasanya sangat tenang dihati.


「Saya tahu kamu bukan gadis yang pemalu. Jadi jangan tunjukan wajah seperti itu. Kamu akan sangat mudah ditindas.」


Apa dia mengetahui apa yang saya alami tadi, jadi hanya membiarkan dan menonton pembina itu melecehkanku, saya kesal dengan cara pembalasan yang sangat tak senonoh, saya menatap pembina Nero dengan tak percaya, telah percaya padanya tapi dia melakukan perbuatan seperti itu padaku.... Saya harap bahwa dia tak ada kaitannya dengan hal yang dilakukan pembina itu.


"Apa kamu berpikir yang buruk terhadap saya. Tadi tidak sengaja saya berjalan ditempat latihan dan melihatmu dilecehkan. Tapi mau gimana saya sedang sibuk dan mungkin... Kamu harus tahu bahwa dunia ini sangat jahat dari yang di duga.」


「... Hump. Jadi urusan itu lebih penting dariku.」


"Eh" Sepertinya ada yang salah dari ucapanku, saya mengeluarkannya tanpa kesengajaan sama sekali, ini keluar dengan begitu mudahnya, saya bigung bagiamana akan menjelaskan maksud perkataan yang satu ini, tak hanya lancang tapi juga sangat memalukan bagiku maupun baginya yang mendengar. Saya jadi tak berani menatapnya, rasanya ingin segera pergi dari sini dan menghilang dari hadapannya.... Sebuah tangan melintang ditanganku, menariku kedalam pelukan, melingkari tubuhku dengan erat, sekarang apa yang dilakukan oleh orang ini, apa dia tak puas melihatku mempermalukan diri.


「Dengarkan suara pada dadaku... Sekarang kamu tahu kan seberapa pentingnya dirimi untuku.」


Apa lagi yang dia katakan, semua hal ini membuatku tak bisa berpikir, kepalaku memanas mencerna semua kejadian yang dialami dengan begitu cepat, tanpa koma sedikitpun. Saya hanya bisa menenggelamkan wajah padanya, tak ada tenaga dan keinginan untuk menjauh dari pelukannya, dia selalu bisa membuatku tak berdaya dalam hitungan detik saja, memang seorang yang berpotensi bahaya tapi bagiki dia sangat aman untuk tempat berlindungku.... Dia melepaskan saya dari pelukannya yang erat, saya hampir pingsan karna dia memelukku terlalu lama dan intens sekali, membuatku sangat nyaman.


"Aw" Dia mencubit hidungku, sekarang saya tak ada niatan untuk merasa kesal padanya, dengan begini saya menerima kembali kesadaran yang hampir saja menghilang. Saya menatapnya denga tak percaya, apa dimatanya saya seperti seorang anak kecil, dengan perlakuan yang sangat kekanakan itu.

__ADS_1


「Sekarang lebih baik kita kembali kesana. Tenang selama ada saya tidak akan ada yang berani menyentuhmu. Aster.」


"Ah" Pertama kalinya dia memanggil nama panggilanku, saya tersenyum dengan hangat menanggapinya, selain teman dekatku dan Flare belum pernah ada yang memanggilku seperti dan seberani dia. Mungkin sikapnya yang terbuka dapat membuatku sangat senang dan tertarik dengannya, sangat ingin tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya, tak ada masalah jika saya akan memihak kedalam kerajaan jika berada disampingnya.


Dia memegang tanganku, menariku menuju arah dimana tempat perlatihan berada, sekarang saya akan berlatih dengan giat untuk bisa melindundi diri, orang disekitarku, Flare dan dapat setara dengannya, sangat sulit hidup tanpa tujuan yang pasti, walau mungkin jalan ini akan membawa banyak masalah.


_____________________________________________


Saya tak berpikir bahwa pria bernama Nero itu merupakan seorang yang baik, dia selalu selalu memanipulasi kakak untuk menjaga jarak dari kami, khususnya terhadap kak Flare. Kehadirannya dan tindakan selalu ditunjukkan saat kakak yang dalam keadaan yang sangat tepat, seperti niatnya untuk membuat kakak terus bergantung padanya.


Saya berjalan keluar dari sudut yang gelap, seharusnya saya ingin berbicara dengan kakak tentang masalah abnormal pada kak Flare, tapi tak sesuai prediksi jika orang itu sudah mempersiapkannya satu langkah lebih cepat dariku, sangat sulit keluar saat itu, tak ada yang boleh pihak kerajaan untuk tahu masalah ini, karna saya tak mempercayai mereka sama sekali. Dengan memasang wajah polos yang sering ceria, saya berhasil mengelabuhi para pengikut raja untuk sementara, dia mungkin akan mengetahui jika saya menjadi ancaman cepat atau lambat mungkin.


Saya berjalan untuk kembali ketempat mereka, sepertinya pembina Margaret mengetahui jika saya hanya berpura-pura mengenai stat, jadi dia sangat dengan bebas membiarkanku melakukan hal sesukannya, tapi saya tahu jika dia masih terus mengawasiku dan saya tak yakin apa dia pihak dari raja atau mungkin seorang anggota dari fraksi pangeran, si anak pemberontak.


... Mungkin saya bukan orang pertama yang bisa menggunakan skill, tapi saya yakin jika orang yang terpanggil dengan kealamian baru saya sendiri yang bisa menggunakan skill alami, saya terkejut jika skill ini mempunyai pengaruh yang besar pada dunia, hanya ada tiga puluh yang tersisa.... Sesuai yang tertulis dibuku perpustakaan, skill alami mempunyai tingkat kedua terkuat dibawah skill tabu. Jadi kemampuan semacam ini masih mempunyai yang lebih kuat lagi.


「Ternyata kamu berada disini ya nona pengguna skill alami 'Kepalsuan'」


Saya sepontan mengarahkan pandangan ketempat asal suara itu berada, seorang pria dengan pakaian serba hitam duduk desebuah jendela lorong, menatapku dengan senyuman yang aneh. Saya dengan bersiap, pastinya akan waspada kepada seseorang asing yang menyapamu dengan santai, apalagi dia bisa mengetahui rahasia yang kamu miliki itu sangat mengerikan, saya menatapnya dengan tajam, berpikir apa yang akan dilakukan nanti.


Dia menghilangkan senyumnya, dengan tenang menatapku dengan mengerti apa yang sedang saya pikirkan, dia bukan orang yang mudah diatasi. Saya tak mengerti apa yang akan dia lakukan, dia berdiri dari duduknya yang santai, bergerak berjalan mendekat kearah diriku dengan santai. Tapi dapat dirasakan tak ada perasaan permusuhan yang berasal dari dirinya, apa memang dia tak mempunyai tujuan untuk melawan denganku, tapi saya tak bisa menghilangkan kewaspadaan dengan begitu mudahnya, saya tak bisa percaya kepada orang-orang penghuni dunia ini, mereka mempunyai kepintaran yang tak ada bedanya dengan duniaku dulu, sangat penuh dengan siasat dan menggandalkan kelincikan untuk naik keposisi yang lebih tinggi, menggorbankan orang tak bersalah hingga orang yang paling dekat, mereka sangat buruk sebagai manusia tak pantas disebut seperti itu.

__ADS_1


Kami sekarang saling berhadapan, saya tak berpikir untuk menyerangnya, dengan tanpa pengetahuan bertarung saya pasti akan ditumbangkan dengan sangat begitu mudahnya tanpa usaha yang tinggi, mungkin masih bisa memberikan beberapa perlawanan walau percuma.


「Kamu memang perempuan yang sangat menarik. Selain seorang yang sangat cepat beradaptasi dengan dunia yang baru juga mempunyai pontensi untuk menjahtukan raja... Bagaimana dengan begini kamu sudah yakin denganku.」


Jadi dia memang merupakan musuh dari raja, saya mencoba untuk menjadi sekutu dengannya, sebuah keputusan yang sangat membimbangkan, dengan begini saya yakin bahwa tak seharusnya untuk melawan seorang raja, tapi juga saya harus memikirkan jika pihak mereka tak membutuhkan kami lagi suatu saat nanti, sekutu sangat dibutuhkan waktu yang sangat tepat itu, mungkin mengambil keputusan ini membuatku penuh dengan bahaya dan tak akan bisa lagi mempunyai waktu dengan mereka, tapi ini akan menjadi keputusan yang tepat.... Untuk kedepannya.


「Apa resiko yang saya dapat jika setuju dengan keinginan datangannya anda kesini.」


「... Seharusnya kamu sudah tahu resikonya. Kamu merupakan salah satu dari tiga orang dunia lain yang sangat pintar. Dan merupakan dari sekian sepuluh orang yang mempunyai kemampuan yang dapat meruntuhkan kekuasaan kerajaan loh.」


.... Dari perkataannya dia sangat tahu dengan semua potensi yang dimiliki oleh orang yang dipanggil, jika begitu apa pihak raja sudah mengetahui kekuatan kami, seharusnya dia sudah bertindak sejak lama, apalagi tak mungkin dia membiarkanku mengikuti pelatihan yang biasa. Sedangkan fraksi pangeran saya belum yakin jika mereka lebih baik, sayangnya kekuasaan pangeran tak bisa menyentuh kekuatan dalam istana.... Jadi dia berasal dari pihak mana, apakah kegerejaan yang dipimpin oleh uskup akan melakukan pemberontakan, dia orang yang punya potensi untuk mengetahui kekuatan kami, tapi apa untungnya. Siapa yang saya jadikan sekutu, saya terlalu terburu-buru sebelum memutuskan, tapi tak baik jika saya menolak tawarannya.


「Baiklah... Saya akan setuju dengan persekutuan ini. Karna mungkin kalian mempunyai hal yang membuat saya untuk percaya.」


Saya menjabat tangannya, dapat saya rasakan jika suhu tubuhnya sangat dingin, dia berasal dari tempat yang sepenuhnya dikelilingi udara dingin dan ada tiga tempat yang mungkin dapat cocok tempat asalnya, tapi saya berharap bahwa dia tak berhubungan dengan kegerejaan dan pihak yang sangat kental dengan keagamaannya, saya sangat percaya dengan apa yang dikatakan sains, sampai sekarang saya percaya jika ini hanya sebuah percobaan proyeksi yang dilakukan oleh para ilmuwan di 'dunia kami'.... Sangat beda sekali dengan kakaku yang menganut budhisme, saya merupakan seorang artheis.


Dia pergi meninggalkanku dengan cara menghilang begitu saja, saya tahu jika skill yang dia keluarkan bukan sesuatu yang biasa yang kami miliki, tapi saya yakin juga bukan ssbuah skill alami, setahuku jika skill alami merupakan skill yang tak hanya mempunyai satu fungsi saja dan tak akan bisa mempunyai fungsi yang banyak tapi berbeda kegunaannya. Memang sepertinya sangat sulit bagiku untuk mengerti maksud dari dari ini, tapi sedikit saya amsusikan jika skill alami mempunyai berbagai fungsi dengan kegunaan yang sama, garis besarnya begitu.


Jadi katakanlah bahwa skill alami saya 'kepalsuan' sangat berpengaruh dalam kegunaan yang berkaitan dengan ketidak nyataan dan hal sejenesinya, seperti saya membuat sendiri sebagai sebuah entitas yang tidak nyata untuk dilihat, apa mungkin seperti itu. Tapi saya yakin bahwa itu masih mempunyai sebuah celah dan ini belum sepenuhnya dapat berguna.


"Huh" Saya mencoba untuk tidak memikirkannya kembali, sekarang hanya berharap jika kakaku yang masih sangat polos itu dapat mengerti ketidak beresan pada orang di dekatnya.

__ADS_1


...ーAuthor Timeー...


X: X sadar jika para pembaca pasti semakin pusing, baru pertama sudah disuguhi kerumitan seperti ini, X ingin membuat kalian ingin ber-asumsi tentang siapa kah Nero, apa yang membuat Liona, adik dari Asterio sangat gusar.


__ADS_2