
Hanya hari biasa yang dijalani, tak ada hal baik yang terjadi.
Sangat melelahkan bahwa pembina Nero tak main dalam melatih, dia memang tak mempunyai hati nurani dalam mengajar, tapi dengan begitu hasil didikannya semua orang yang datang dapat belajar dengan sangat baik dan efisien, semuanya dengan mudah dicerna oleh pikiran kami dan lagi dia tak mengambil kesempatan padaku. Kemampuan memanah dan berpedangku dengan cepat sudah setara dengan prajurit senior setelah mencoba hasilnya dari pertarungan, sebuah perkembangan yang sangat banyak, mungkin dapat berguna sebagai pelindungan diri tapi tak ada gunanya jika hanya bisa begitu saja.
Saya yakin masih belum cukup untuk bernafas lega dengan kemampuanku sekarang, semakin hari orang yang memperhatikan kami semakin bertambah, mereka semakin mendekati kami dengan cara yang tak terpikirkan, dengan terus mencari persekutuan dari balik kegelapan. Saya bimbang, dua hari berada di dunia ini membuatku bigung ingin memilih untuk apa, menjadi sekutu kerajaan yang tak tahu akan menjadi alat seperti apa atau menjadi sekutu yang mengawasi untuk mencari jalan keluar tapi akan memiliki hutang budi yang harus dibalas suatu saat pasti.
Saya duduk berteduh dibawah pohon yang rindang, sulit bagiku yang merupakan seorang perempuan sendiri mendapat seorang teman bicara yang sepenuhnya diisi seorang pria. Saya menatap kedepan melihat mereka juga sepertinya menjaga jarak dariku, mungkin masih berkaitan dengan kejadian yang saya sebabkan saat menampar pembina Nero, mereka masih menyimpan rasa kesalnya di dalam hati, tapi sangat sulit untuk mengetahui prasangka saya benar, dengan cara menghindari mereka terhadapku juga merupakan sesuatu yang sulit mencurigakan.
"Huft" Saya menghela nafas panjang, sudah bukan hal yang mengejutkan pun bahwa saya selalu menyendiri, sebagai semi introvet saya memang lebih menyukai waktu kesendirian yang ada dan memanfaatkan waktu itu untuk mengeluarkan diri dari sulitnya dan kerasnya dunia bermasyarakat. Saya sangat menikmati saat seperti ini sebelumnya, tapi sekarang terasa sangat kosong dan kesepian yang dirasakan hatiku, apa ini mungkin keinginan untuk merasakan kenyamanan dan asiknya pertemanan.
"Em" Sebuah bayangan seseorang menutupi sinar matahari yang menerangiku, mengalihkan fokusku yang sedang melamun, saya memastikan pandangan dengan mendongakan kepala keatas, hanya dia seorang yang mungkin akan selalu berani hadir dan berada disampingku, memang dia yang dari awal selalu berinteraksi kepadaku.
「Kamu sangat suka sekali dalam kesendirian. Bukannya harus mencar teman dan berbicara. Walau mereka pria tapi masih bisa menjaga hasrat jika diharuskan benar.」
「... Saya ingin tanya sebenarnya sebab siapa mereka menjauhiku. Kak Nero.」
Panggilanku kepadanya sekarang mulai berbeda, atas permintaannya menyuruhku untuk memanggilnya dan menganggapnya sebagai kakak sendiri, tapi saya tak merasa jika itu merupakan suatu panggilan yang buruk apalagi dia selalu membantuku dan mungkin memang sudah menjadi saudaraku untuk di dunia ini. Panggilan ini juga lebih nyaman daripada kata tuan dan pembina yang sering dipakai, selain kami terlihat sangat dekat dimata orang lain.... "Em" Dia duduk disampingku, sangat canggung jika dia dengan biasa saja santai melakukan perilaku yang ambigu di depan banyak orang, saya tahu mereka tak akan memperdulikan kami tapi masih saja terasa malu.
"Em... Jadi apa yang kamu lakukan kepada kapten prajurit itu. Lebih baik jangan menghukumnya terlalu berat karna kemampuan dia masih diperlukan kerajaan.」
「Oh ternyata kamu mengerti cara kerja sistem kerajaan. Saya tidak terlalu menyukainya karna itu sangat mengurangi rasa kemanusiaan dan terjadi kesenjangan terhadap orang diatas dan dibawah... Bukti jelas tidak perlu saya beritahukan padamu.」
__ADS_1
Pembicaraan kami semakin sangat dekat, tapi saya tak yakin jika kak Nero memang sepenuhnya tak menyetujuinya, saya akan tetap percaya padanya dengan cara apapun. Dia tak memberiku begitu ancaman saat berada disampingku, tapi bagus saya tak ingin merasa dikhianati oleh orang yang saya anggap penting.... "Hm" Saya terkadang merasa senang dengan sesuatu yang tak jelas, tapi kali ini saya tahu pasti kebahagiaan ini berasal dari kehangatan yang persahabatan ya.
"Sudah hampir waktunya makan malam. Pasti kamu sudah lapar karna kita melewati makan siang.」
Saya menggelengkan kepala, tak perlu dijawab dia pasti tahu apa yang dimaksud dengan responku, sudah menjadi hal biasa untuk menahan lapar. Dia menanggapi dengan senyum, dengan langsung berdiri dari duduknya untuk berjalan mengarah ketempat latihan berada.... "Em" Pembicaraan yang kami lakukan merupakan pengalaman yang belum saya alami, sulit bagiku untuk mengikuti arah pembicaraannya dan menjaga ketenangan agar tak gugup, tapi menyenangkan bahwa itu berakhir dengan hangat.
Saya dapat mendengar jika dia membubarkan seluruh siswa untuk segera menuju ketempat ruang makan, dia bahkan menungguku untuk berjalan bersama dengan dirinya, saya pasti akan menghampirinya tanpa harus banyak berpikir.... Kami berjalan beriringan menuju keruangan yang dituju, dia terus mengajaku berbincang dan membuat perjalanan tak terasa membosankan dan lama.
.... Sekarang perutku ini telah terisi, saya akan istirahat untuk selanjutnya, tapi sebelum itu ada yang ingin saya cari tahu. Say melihat jika kak Nero berada ditempat duduk yang nampaknya sendirian, saya mencoba berjalan menghampirinya dan duduk berdampingan dengannya.
「Ada apa denganmu. Tidak seperti biasanya akan se-inisiatif begini.」
「Saya hanya ingin tahu apa boleh saya menggunakan perpustakan besok dan sekaligus izin untuk tidak mengikuti perlatihan sehari saja.」
「Kamu merupakan orang yang diwaspadai dari kemampuan maupun kepintaran. Saya tidak akan menolak permintaanmu hanya semoga kamu tidak berlebihan dalam menggali sesuatu. Sangat berbahaya jika melihat situasimu sekarang.」
Saya senang bahwa kak Nero menerima permintaanku ini, tak perlu takut lagi untuk besok, saya akan mencari sesuatu yang menurutku sangat perlu untuk diriku ketahui melihat situasi yang belum kami ketahui. Tapi yang kak Nero katakan memang bukan sesuatu yang salah, saya harus berhati-hati dalam bertindak, jika sesuatu yang tak layak saya ketahui lebih baik akan saya urungkan minat untuk mencari tahunya lebih dalam, karna itu lebih berpotensi bahaya salah satunya kondisi dua ini yang sedikit rumit untuk dipercaya hanya dari mulut sang raja.
Saya segera berjalan pergi dari ruangan makan, perasaanku saat ini masih sangat senang. Besok saya mendapat kesempatan membaca.
^^^[][][][]^^^
__ADS_1
Saya berada dilorong dimana diriku berada sebelumnya, saya juga berpapasan dengan siswa yang bergegas menuju ketempat latihan, mereka sepertinya sangat menghormatiku mungkin dengan statusku sekarang yang lebih tinggi, padahal kami merupakan orang yang seumuran beberapa hari yang lalu. Sayangnya saya tak bertemu satupun dari mereka lagi, jarak persahabatan kami makin rumit setelah tinggal di dunia ini, kabar satu orangpun tak saya ketahui.
Saya sangat cemas, sambil membuka pintu besar yang membatasi antara lorong ini dengan perpustakan yang saya nantikan, akan saya pastikan mendapatkan sesuatu yang diinginkan hari ini, sangat penting untuk tindakan yang harus dilakukan kemudian, berhati-hati lebih baik untuk sekarang, setahu saya dunia ini sangat keras untuk kami yang merupakan siswa dan guru yang dibesarkan di dunia dengan penuh kedamaian tanpa 'perang' untuk beberapa negara yang memilih menjalin demokrasi.
Kenapa malah membahas dunia yang belum tentu bisa kembali kesana, saya tak percaya jika raja memang bisa jadi harapanku untuk kembali sedikit demi sedikit menghilang, tak ada gunanya juga kembali jika saya hanya akan menjalani kehidupan yang sama dan berakhir mewarisi bisnis keluarga, merupakan sesuatu yang kurang menyenangkan.
Saya memilih beberapa buku, meletakkannya pada sebuah meja yang tersedia, saya duduk disana dan mulai membaca satu bukunya, tulisan huruf pada buku ini sangat asing, tapi saya bisa dengan mudah memahaminya tanpa harus berusaha payah untuk belajar dari awal.... "Ah" Ternyata kerjaan ini sebelumnya milik keluarga bernama Allure, dan raja pertama merupakan Arthur Allure I yang merupakan salah satu orang yang sangat berjaya pada masanya. Saya tak perlu mengatakan kenapa sekarang berubah nama raja, keluarga memberontak. Akibatnya membuat kerajaan membiarkan beberapa wilayah berdiri sendiri dan akhirnya menjadi kerajaan yang kuat dan berselisih dengan kerajaan ini.
Kemudian buku selanjutnya, membahas ras manusia mempunyai kontrak demokrasi dengan ras lain selain dengan para iblis, menyebabkan kehidupan para manusia harus berbagi dengan ras yang lainnya dan tak boleh saling menggangu, informasi tambahan membantu ketika pihak lainnya dibutuhkan.... "He" Saya sedikit tertawa, manusia sepertinya tak setuju dengan keputusan ini tapi perjanjian sudah diatas namakan para dewa dan disetujui pihak gereja, mereka harus menerimanya.
Dan terakhir yang membuatku tertarik, skill mempunyai berbagai macam jenis, yang paling sering dinumpai yang pastil basic skill dan pasif skill, dapat dikuasai oleh semua penghuni dunia, dan hanya mereka yang mendapat status yang diberikan sebagai berkah, dan dilanjutkan kepada skill alternatif yang mempunyai kegunaan yang lebih besar dari kedua skill sebelumnya disusul oleh skill khusus dan terakhir skill alami.... Ada tambahan kembali ada skill tabu yang sangat dilarang oleh gereja, mereka diburu karna dapat mengakses tanpa adanya status.
Serius, saya semakin merasa aneh dengan ini, ingin sekali mencari lebih dalam lagi tapi peringatan yang kak Nero berikan saya harus tetap mengingatnya, itu akan membantuku sekali karna telah kurasakan beberapa orang yang menunggu dibeberapa sudur yang gelap, sepertinya mereka bersiap menyerangku jika tetap berada disini semakin lama lagi.... "Eng" Badanku cepat sekali pegal, statku memang tinggi tapi sebagai tubuh wanita ini tetap membuatku cepat lelah.
Saya berjalan keluar berjalan menelusuri lorong, saya berniat ingin kearah lapangan pelatihan, dapat dilihat jika waktu mereka masih ada untuk melakukan latihan, saya juga ingin mengasah kemampuan lagi, apalagi tak lama kemudian kami akan menelusuri dugeon yang dimiliki dunia ini, tempat dimana monster berkumpul ya.... "Eh" Ada suara yang berasal dari arah pelatihan Flare dan lainnya, sepertinya ada keributan yang terjadi disana, saya mungkin akan mencoba untuk menghampirinya.
Saya melihat banyak orang sedang berkumpul, berjalan melewati sekumpulan orang, tubuhku sangat kecil jadi tak sulit bagiku untuk menyelinap dengan begitu banyak orang.
「Apa begini saja peningkatan kalian selama ini. Bahkan kemapuan dasar bertarung saja tak bisa. Dasar para pecundang.」
Suara yang sangat familiar sekali, sepertinya dia merupakan salah satu dari orang yang mempunyai stat yang tinggi sama denganki, apa dia datang kesini ingin menindas orang. Saya sampai di depan, mataku menatap tak percaya dengan apa yang dilihat, orang yang mereka tindas kenapa harus mereka.
__ADS_1
...ーAuthor Timeー...
X: Sayang sekali X tak konsisten nulisnya diakhir chapter, maaf jika ceritanya sedikit susah dibaca dan kaku kata-katanya.