Sêbetsu No Tigau Betsuno Sekai He

Sêbetsu No Tigau Betsuno Sekai He
Volume I【Chapter.04】


__ADS_3

Masalah yang diperbuat ketika pelatihan ksatria sedang berlangsung.


Saya masih ingin bertanya sesuatu dengan mereka, tapi akan membuat kehebohan jika saya tak melihat situasinya sekarang, mungkin lebih baik mencari waktu untuk berbicara dengannya menanyakaan beberapa keraguan mengenai fungsi status kami dan mungkin alasan pengusiran mereka. Saya juga sekaligus untuk menghindari kecurigaan para siswa lainnya, saya takut mereka akan menggangapku sebagai seorang penghianat. Yang terpenting masih banyak orang yang tak saya kenal di dalam lingkungan sekolah.


Saya masih kebigungan, mataku belum melihat ada yang terjadi, tapi mataku terlalu sensintif untuk menatap area sekitar, saya yakin jika ada beberapa orang yang mengawasi dan mematai kami. Mungkin tak hanya diriku, tapi saya rasa mereka bukan hanya orang dari kerajaan kami, ada beberapa yang saya ketahui hari ini, mereka melihat secara sembunyi dalam kegelapan yang tak mungkin bawahan raja yang melakukannya, apa gunanya jika penghuni kerajaan ini semua adalah matanya maupun telinganya. Tapi jika dilihat pergerakan yang raja lakukan, dia membiarkan mereka bebas menggali informasinya, apa yang sebenarnya diinginkan raja ini.


.... "Em" Apa yang membuatku terasa mengganjal, bukannya kerajaan musuh akan mengetahui setiap kekuatan para pahlawan dan sebagai potensi yang akan membahayakan-.... Apa raja berniat menyingkirkan orang yang mempunyai kemampuan, dia berniat ingin melawan pasukan iblis atau mencari alat perang. Saya tak percaya harus berpura-pura mengikuti orang yang sangat berbahaya ini, lebih dari yang dipikirkan sebelumnya.


「Saya tak ingin lama. Bagi orang yang stat fisik dibawah 50 segera kearah kiri dipandu oleh Margaret dan sebelah kanan untuk diatasnya akan dipandu Nero... Semoga hari kalian akan menyenangkan.」


Saya melihatnya tersenyum kepada kami, tak ada niat jahat tapi sangat menakutkan saat dilihat. Dia pergi meninggalkan kami dengan dua pembuna yang menatap kami dengan tegas, sangat menakutkan jika orang yang saya baru kenal ternyata seorang pembina kami, saya takut melihatnya tapi kenapa sedikit terasa keren dimataku.... Saya sering merasa aneh ketika bertemu atau saling bertatapan dari saat bertemu pertama kalinya kemarin. Saya sempat curiga tentang hal ini, tapi karna rasanya nyaman bagiku bukan sebuah masalah.


Saat fokus terlalu lama mengamatinya hingga tak sadar bahwa barisan telah mulai terpisah, saat saya mulai memasuki barisan kanan, saya menyadari jika Flare dan lainnya tak ada pada barisan ini dan penglihatanku terarah pada barisan kiri. Bagaimana mungkin saya sendiri yang dikanan, padahal diriku pada dunia sebelumnya merupakan seseorang dengan kekuatan tubuh yang lemah daripada umumnya. Sepertinya mereka juga menatapku dengan rasa tak percaya, tapi baguslah jika mereka berada diposisi kiri. Para pengawas itu akan lebih berfokus pada kami, jadi nyawa pada barisan kami lebih mudah terancam dan mungkin raja akan segera bertindak pada kami secepat mungkin.... "Em" Hanya ada 10 orang yang ada disini, jadi memang tak terlalu berbahaya untuk memberikan tekanan sekarang.


Saya mulai mengamati pria pembina di depanku, karna kebanyakan disini adalah pria, banyak tatapan kebigungan terpaku kepadaku dan saya juga tahu ada yang menatapku dengan kemesuman yang penuh pemikiran perbuatan pencabulan.


「Hanya ada seorang perempuan disini. Dimohon agar kalian tidak melakukan perbuatan yang melewati batas. Saya akan mengawasi kalian setiap saat. Mata ini tidak akan melewati sedikitpun kesalahan yang kecil... Mengerti kalian semua.!」


Apa dia mencoba melindungiku, selain saudariku belum pernah ada yang mau untuk berdiri di depanku sebelumnya yang mempunyai tubuh lemah. Sekarang saya sudah mempunyai kemampuan melindungi diri sendiri, sayangnya kenapa harus berubah menjadi perempuan yang di abad semacam ini yang belum ada hukum kesetaraan gender, laki-laki masih memegang kuasa yang tinggi.... "Hm" Saya menundukan kepala dengan rasa malu, perasaan senang dilindungi memang sangat mengesalkan.


「He... Kalian telah berada ditingkat kekuatan yang sama seorang prajurit atau... mungkin seorang ksatria. Sayangnya kalian masihlah belum mempunyai dasar yang bagus dalam bertarung menggunakan pedang sepertinya-. Hm... Apa kalian mendengarkan apa yang saya bicarakan.」


Semua orang pada barisan merasakan tekana, tubuh kami terjatuh tertunduk dengan intimidasi yang dikeluarkannya, semakin dirasakan tubuhku mulai bergetar ketakutan. Saya melihat dengan sangat lelah, orang disekitarku mulai banyak yang kehabisan tenaga, mungkin saja saya tak lama lagi akan pingsan jika diteruskan... "Em" Sebelum kesadaranku menghilang, tubuh merasakan terpopang dengan sesuatu.


^^^[][][][]^^^

__ADS_1


Suara angin bertiup, sangat nyaman ketika angin tersebut menerpa tubuhku. Mataku mulai terbuka perlahan, suara yang ribut mulai banyak terdengar, dengan diiringi banyak teriakan yang sangat keras. "Em" Rasanya sangat nyaman sekali, saya tak tahu dimana diriku tidur, pandanganku masihlah sedikit kabur, tapi terasa bahwa mata ini terasa berat.


「Hai nona... Apa kamu benar ingin tetap tidur di pangkuanku.」


"Eh" Saya segera membuka mata dan mendorong tubuhnya untuk menjauh, apa dari tadi saya tidur dipangkuan pria ini, kenapa terus saja saya harus tanpa sengaja terus berhubungan dengannya. Saya tak berani untuk menatap wajahny, ini merupakan kejadian yang memalukan, Apalagi saya teriak dengan kondisi tempat ini yang sedang ramai. Saya tak memperdulikan suasana yang ada disekitar, terasa bahwa hanya kami berdua disini sekarang, aneh rasanya bahkan kepalaku sering sulit berpikir begitu pun saat ini.


「Ma-af telah menyusahkanmu.」


「... Kalau begitu nona hanya harus berlatih lebih keras. Tunjukkan jika dirimu tidak bisa diremehkan. Baru akan saya maafkan.」


Rambutku digosok kembali oleh orang ini, kenapa saya tak bisa menolak dengan apa yang sering dia lakukan padaku sedikitpun. Saya memejamkan mata untuk menikmatinya sebentar, terasa kembali pada masa saat diriku waktu kecil, momen yang sulit untukku dapatkan kembali.


「Aster. Apa kau tidak apa-apa.」


Suara ini berasal dari Flare, sepertinya dia datang kemari sambil berlari, apa mungkin dia sangat khawatir terhadap diriku. "Eh" Tunggu dulu perasaan ini nantinya-.... "Plak" Kenapa tanganku bisa bergerak sendiri, dan kenapa tangan ini menampar wajahnya, ada apa dengan diriku sebenarnya. Saya memalingkan pandangan kepasa Flare dan yang lainnya, mereka terkejut dengan apa yang saya perbuat kali ini. Padahal tak terjadi apa-apa sebelum ini, kenapa saya malah menamparnya, tapi perasaan kesal yang kesal tadi itu apa, kenapa tiba-tiba muncul begitu saja.


Saya berdiri dari tempat itu, diputuskan jika untuk hari ini akan mengikuti pelatihan yang diajarkan oleh wakil komandan Margaret, walau itu hanya pelatihan fisik biasa bukan berarti tak ada manfaat bagi tubuh, banyak yang lebih baik untuk melatih fisik daripada harus berlatih dasar yang mungkin akan membuat tubuh mengalami kerugian yang berat.... Saya menjalani latihan yang pembina Silvia berikan dengan baik, dia memberikan perhatian yang bagus padaku, mungkin dia merasa yang saya lakukan suatu yang benar atau mungkin mencoba melindungiku.


Kami melewati waktu latihan pertama dengan mudah tanpa halangan, saya mencari tempat untuk berisitrahat, tapi banyak tatapan yang aneh diarahkan padaku setelah tamparanku, sekarang tampaknya disini saya merasa dikucilkan dengan orang lainnya, saya juga menolak untuk berkumpul bersama mereka, demi kebaikan bersama.... Saya menatap ke pihak yang lain, sepertinya pembina Nero dalam mood yang buruk hingga menyiksa para siswa disana, kesalahanku membuat mereka harus menderita, saya harus mencari waktu untuk meminta maaf kepada pembina Nero setelah perasaan aneh yang ada dipikiranku menghilang. Karna mulai besok saya tetap harus mengikuti pelatihan yang dia berikan, tak akan ada peningkatan pada statku jika saya hanya harus mengikuti pelatihan semacam ini, saya kali ini cuma ingin mengecek batasan yang dimiliki tubuhku sekarang.


Ada orang yang menghampiriku, saya mencoba untuk menatap dan melihatnya, ternyata dia wakil komandan yang menjadi pembina baris kiri Margaret. Dia duduk disampingku tanpa bertanya, suasana sedikit canggung karna ini pertama kalinya kami berintraksi, saya juga tak mengenal dirinya sedikitpun. Jika saya lihat lebih baik, umur kami berdua tak terpaut jauh, mungkin selisih dua atau tiga angka tahun saja, dia gadis yang manis dengan rambut blonde pendeknya.


「... Kamu gadis yang menarik ya. Pada hari pertama sudah berani menampar pembina... Tapi saya kagum dengan cara kamu terlepas dari lingkarannya.」


「Eh... Apa yang anda maksud nona Margaret.」

__ADS_1


Dia cuma tersenyum meninggalkanku dengan rasa bigung, sebenarnya ada yang aneh pada diriku saat dekat dengan pembina Nero tapi ada penjelasan yang lebih logis pada keadaanku tersebut, kenapa dia tak menyebutkannya langsung. Saya memang harus sedikit waspada untuk kedepannya, semoga saya bisa melakukannya saat itu terjadi.


.... Waktu untuk istirahat sudah habis, masih membutuhkan sedikit lebih lama untuk makan malam, saya ketahui jika telah melalui makan siang dan untungnya perutku telah terbiasa untuk menahan lapar dan tenggorokanku yang haus. Saya mengikuti barisan kiri untuk mengikuti pelatihan bersama yang lain, waktu saya habiskan untuk ini.


^^^[][][][]^^^


"Aish" Saya makan sedikit berbeda dengan yang lainnya, sekaligus meminta maaf kepada orang-orang baris kanan yang sama denganku, sangat bagus bahwa mereka dengan mudahnya memaafkanku. Sayangnya saya tak dapat melihat keberadaan pembina Nero, tak melihatnya berada diruangan makan tadi. Sebenarnya kami yang bersepuluh telah masuk tingkat diatas yang lainnya, tempat makan kami setara dengan orang papan atas, dengan perhatian raja mereka sedikit sungkan terhadap kami, mereka tak lagi menatap kami dengan rendah dan memanfaatkan kesempatan dari kami.... Sekarang saya akan menuju keruangan yang baru disediakan oleh raja itu, seperti apa perbedaan yang akan kami bersepuluh terima dari sebelumnya, seharusnya mereka akan bersikap lebih baik membuat kami nyaman terlebih dahulu, dapat saya ketahui jika baris kiri merupakan rencana b yang disiapkan oleh raja.


『DIAM KAU KAK.!』


Suara teriakan dari arah depan, saya sepertinya mengenal pemilik suara ini, dengan pelan saya berjalan mendekati asal suara, terdengar jelas bertengkaran laki-laki dan perempuan disana. Walau tak baik melakukannya, saya akan mencoba untuk terlebih dahulu mengamati dan mengguping pembicaraan mereka. Sebelum tahu permasalahannya saya tak bisa mencampuri urusan pribadi sebuah keluarga. Tak baik bagiku muncul sekarang, saya akan bersembunyi disini sebentar.


「Fera apa maksudmu itu. Tidak baik pergi meninggalkan semuanya-.」


「Jangan memakai omong kosong lagi kak. Kamu tidak perlu melindungiku dan mempermalukan dirimu saat makan tadi. Apa kamu kira saya tidak bisa melawan mereka bertarung. Dan jelas sekali bahwa kamu sangat lemah diantara kami semua. Bahkan kamu sepertinya tak mempunyai kekuatan untuk mengalahkan mereka... Dan kita tak mempunyai ikatan darah jadi tolong jaga jarak sebagai seorang pria dan wanita yang masih masa pubertas.」


Apa yang saya dengar ini, apa benar yang dikatan Fera itu. Saya yakin bahwa Fera bukan orang yang selalu berbohong, tapi kenyataan ini mungkin sulit untuk diterima oleh Flare, sebuah takdir yang sangat menyakitkan untuknya. Saya melihat bahwa Fera pergi menjauh dari tempat ini, apa mungkin bagus jika saya menghampir dia sekarang dan menghiburnya. Tapi saya takut itu akan membuatnya sangat terhina karna mencampuri urusan keluargannya, rasanya sakit hanya melihatnya bersedih begitu, sudahlah lebih baik mengikuti kata hatiku saja, terkadang dapat membawa sebuah kebaikan.


「Maaf karna mendengar pembicaraan kalian... Tapi apa itu benar begitu.」


『ASTER.!』


Dia terlihat terkejut dengan kehadiranku, saya berhenti berhadapan dengan dirinya, sekarang situasi sangat sunyi disini. Kenapa saya tak menyadarinya sejak lama, walau sempat curiga. Keadaan semakin sulit d berada di dunia ini baginya, tapi saya senang jika dia bisa menggandalkan diriku dikemudian hari.


...ーAuthor Timeー...

__ADS_1


X: Jangan banyak tanya apa yang terjadi dengan Asterio, nanti akan dijelaskan di volume ini juga.


__ADS_2