Sêbetsu No Tigau Betsuno Sekai He

Sêbetsu No Tigau Betsuno Sekai He
Volume I【Chapter.05】


__ADS_3

Flare, ada apa yang terjadi sebenarnya dengan dia.


Saya berjalan hingga berhadapan satu sama lain, dengan serius saya menatapnya untuk mencoba dia memberiku jawaban, saya ingin agar dirinya terbuka dan tak menggangapku orang asing. Dia menghindari bertatapan denganku, wajahnya berpaling kearah kanan darinya, badannya mulai berbalik pergi.... "Grab" Sebelum dia mulai melangkah jauh saya mencoba menangkap tangannya menghentikan langkahnya, rasanya sangat sakit melihatnya tak menanggapiku seperti itu.


「Flare apa kamu tidak mempercayaiku sama sekali. Kita teman bukan...」


Dulu saya tak peduli dengan yang namanya teman, tapi siapa sangka jika itu membuatku merasa sangat penting lagi, walau saya tak tahu sepenting apakah itu buatku. Dia tetap tak bergeming, apa masih kurang bagiku untuk membuatnya terbuka, tanganku memegang erat lengannya, tak ingin melepaskannya sebelum sepatah kata keluar dari mulutnya.


Saya menatapnya dari belakang, dengan perlahan membalikan badannya memandang kearahku, dengan tangan satunya memegang tanganku balik. Dia dengan perlahan melepaskan tanganku, sebuah perilaku yang lembut dia perlihatkan tapi sangat menyakitkan ketika mengalaminya.


「Maaf tapi tidak seharusnya kamu mengurusi kehidupan pribadi seseorang. Sangat menggangu sekali... Kamu paham.」


Perkataannya membuatku terdiam dengan rasa tak jelas dihatiku ini, pergi tanpa memalingkan badannya lagi padaku, saya tak mempunyai tenaga atau keinginan untuk mengejarnya, memandanginya yang ingin meninggalkanku dilorong ini sendirian.


『APA kAU SEORANG PECUNDANG.!』


"Saya hanya ingin kamu mempercayaiku seperti orang yang dekat. Apa itu sulit bagimu Flare.」


Saya mengatakan itu dengan nada yang sedih, kepalaku menunduk dengan mataku yang berlinang air mata. Rasa sedih menyerang, saya tak terlalu mengerti apa itu perasaan yang ada pada manusia, saya hanya seperti robot yang ada untuk mengerti pengetahuan yanh ada. Saya tak tahu apa perkataan ini dapat membuatnya berubah pikiran dan cara pandang terhadapku, keinginan kecilku hanya agar pembicaraan yang kami jalin tak ada yang membatasinya, jarak yang ada tak jauh. Rasanya saya ingin menangis, terlalu berat membendung air mataku, belum saya pahami mengenai perasaan ini. Saya ingin kembali jika tak ada respon apapun yang akan Flare berikan, tak ada gunanya bagiku hanya menunggu sesuatu yang sudah tak pasti.


Saat keputusasaan muncul dan harapan yang pupus, sebuah setuhan lembut membelai rambut bagian atas pada diriku, mengelusnya secara pelahan membuatku merasa tenang. Sentuhan yang diberikan sangat berbeda dari orang itu berikan, perasaan yang diberikan oleh Flare seperti terasa sangat alami dan muncul secara tak di duga. Saya melihat keatas dengan tinggi kami yang tak setara, dia menatapku dengan senyum yang hangat, sangat berbeda dari yang dilakukan orang itu.


「Aster kamu salah satu teman yang sangat saya percayai. Karna itu saya tak ingin kamu masuk kedalam masalah rumit keluarga saya. Apalagi saya tahu jika kamu sedang menghadapi masalah dengan pembina... Saya berharap untuk kamu mengkhawatirkan diri sendiri. Dunia ini sangat tidak baik bagi kita.」


Saya paham apa yang dikatakan oleh Flare, dia mungkin mengetahui seberapa bahayanya kondisiku saat ini sebagai salah satu orang yang 'besar' sekaligus perselisihan yang terjadi antara saya dan pembina dengan membawa perasaan egoisku. Kemungkinan masalahku jika tak segera diselesaikan akan merambat kepada orang disekitarku khawatirnya, saya bagaimana caranya akan mengatasinya sedangkan situasinya masih belum dipelajari.

__ADS_1


Walau begitu pemikiran semacam itu masih dapat saya perhitungkan nanti, tapi saya tak bisa membiarkan jika Flare melewati kesulitannya dengan sendirinya.... Tapi saya tak melihat yang lainnya sekarang, sedang apa mereka.


「Ta-tapi... Saya tak masalahkan khawatir padamu.」


「... Apa yang terjadi padamu. Tidak hanya penampilanmu saja ternyata yang berubah. Tapi sepertinya sifat dan karaktermu juga sudah mulai memperlihatkan perubahan menjadi perempuan.」


.... "Eh" Apa yang Flare katakan itu memang benar, tapi saya juga merasa selalu aneh jika memang ini terjadi padaku, perubahan yang saya alami mungkin tak terlalu buruk, sedikit mengganguku saja pada awalnya. Saya rasa dia tak mencoba untuk memuji, dari nadanya dia menggejekku. "Humph" Pipiku menggembung, memalingkang wajahku menjauh dari tatapan, saya merasa kesal karna dia malah mempermainkanku kali ini, saya tak bisa membalasnya.


「Sudahlah saya pergi terlebih dahulu.」


Saya melihatnya pergi menjauh, sosoknya mulai tak terlihat kembali oleh mataku, tak saya pedulikan dengan kerpergiannya itu, perasaan kesal masih dapat saya rasakan.... "Em" Sepertinya Flare melupakan sesuatu yang penting, saya menahannya berusaha untuk agar dirinya membuka mulut, tapi dia pergi dengan tanpa memberikan sebuah kata yang membuat saya merasa puas, jadi tujuan melakukan hal itu.


『FLARE SAYA MEMBENCIMU.!』


.... Saya sudah berada di dalam ruang untuk tidur, berbaring di ranjang yang besar sekaligus halus dan lembut, sangat nyaman daripada diriku tempati kemarin. Sayangnya mereka tak bisa merasakan kenyamanan yang kami miliki sekarang, saya menyesal bahwa meninggalkan orang yang dekat denganku, saya tak tahu apa bisa memanggil mereka sebagai teman.... Kecuali Flare yang memang dia temanku dari sebelumnya.


^^^[][][][]^^^


Mataku terbuka, silau sinar matahari pagi ini terasa silau atau tempat ini yang membuat sinar matahari masuk dengan terang. Namun perasaan ini sangat bagus, sinar matahari dapat membuatku mendapatkan kembali kesadaraan dengan mudah, rasa kantuk juga menghilang dengan sendirnya. Apalagi matahari pagi sangat bagus untuk merawat kulit, dengan segera membasuhnya dengan air akan menghilangkan kulit yang mati. Saya menggambil baju yang telah disiapkan oleh para pelayan. Saya berjalan keluar, sebelumnya telah diberitahukan oleh para pelayan jika pemandian berada dibagian kiri kamar.


.... Saya melepas seluruh pakaian yang menyelimuti seluruh tubuh, sedikit kasar karna kemarin saya tak membersihkan diri, lebih tepatnya orang yang dibawah kami tak diperbolehkan menggunakan fasilitas semacam pemandian istana, mereka hanya bisa melakukannya ketika berada di danau atau sungai saat berada tugas diluar istana. Saya mulai berendam, akan menunggu waktu lama, tubuhku harus benar-benar bersih dan halus untuk keluar nanti.... "Ah" Saya telah paham kenapa wanita membutuhkan waktu yang lama dikamar mandi, mungkin mereka sedang membersihkan diri dengan sangat teliti, mungkin. Saya dulunya laki-laki, yang penting menggosok gigi memakai sabun dan shampo itu sudah selesai, saya tak peduli dengan banyak hal.


Saya mulai memakai kembali, sekarang pakaian ini lebih baik dari sebelumnya, bahannya lebih nyaman dan halus, dengan armor yang telah diganti menjadi berbahan besi, sepertinya sudah waktunya untuk kami memulai pelatihan dengan serius, semoga saya menemukan waktu yang pas untuk mengucapkan sebuah kata maaf nanti pada tuan Nero.


.... Saya akan menyelesaikan makanan yang disediakan, mereka mengatakan jika tempat yang menjadi latihan kami telah disediakan dengan sangat khusus oleh raja, orang berposisi tinggi ini telah memberikan rencana spesial untukku. Sekarang kami sedang diarahkan kepada seorang prajurit kepada lapangan yang arahnya berbeda dari yang kemarin, mataku dapat melihat beberapa alat pelatihan yang komplit, seperti target panah dan manusia kayu.

__ADS_1


Kami kembali diarahkan untuk berbaris sesuai intruksi dari prajurit yang mendampingi tadi, berdiri dengan tenang sedang menunggu pembina. Saya melihat seseorang yang berjalan mendekat, dia merupakan seorang pria paruh baya berbaju besi lengkap, berdiri dengan angkuhnya dihadapan kami semua, dia akan menjadi pembina sekarang.... Saya bertanya-tanya dimana pembina Nero sekarang berada, apa bukan dia yang akan mengajari kami sekrang, mungkin masih kesal dengan yang saya perbuat kemarin. Saya sedikit muncul rasa kecewa dengan ada kelegaan yang mengikuti muncul.


「Saya adalah Lori. Kapten Prajurit yang akan menggantikan tuan Nero memberikan kalian pelatihan seorang prajurit yang keras.」


Dia tak mencoba menyembunyikan hal itu, seorang yang memang sangat terang-terangan dan terbuka. Sesuai yang saya prediksikan, ingin bertanya apa yang terjadi dengan pembina Nero tapi itu tak bagus jika menanyakan sekarang, saya dapat melihat semua orang yang disini menghela nafas dengan tenang mungkin terlepas dari trauma penyiksaan yang mereka dapatkan kemarin, masih bersalah dengan yang dialami mereka sih.


Pelatihan kami dimulai, dengan percaya diri kami memilih keahlian yang dimiliki masing-masing, saya akan berlatih dengan memanah dan berpedang untuk saya jadikan sebagai modal untuk melindungi diri suatu hari nanti. Saya akan melatih cara memanah sebagai yang pertama, menggambil ditempat yang sudah disediakan dan memilih salah satu. Saya akan mengambil satu, semuanya adalah panah latihan belum waktunya saya untuk memilih panah yang harus saya jadikan senjata nantinya. Berjalan menuju ketempat dimana area targetnya, bukan saya sendiri yang ingin menjadi pemanah, bisa dikatakan pemanah akan menjadi pilihan penting untuk sekarang, kami tak menginginkan serangan jarak dekat sebagai pemula di dunia ini, sangat berbahaya menyerang secara terbuka.


Saya menarik tali busur, pertama percobaan sangat sulit bagiku, siapa yang menyangka jika menariknya sangat berat tak seperti yang dibayangkan, walau pegangan busurnya hanya terbuat dari kayu. Saya sesaat berpikir bagaimana jika saja bahan yang dipakai terbuat dari bahan yang lebih kuat dari ini, bukannya perlu tenaga lebih untuk digunakan, saya perlu memikirkan kembali lagi sekarang.


Seseorang mendekatiku, telingaku dapat mendengar suara dentingan baju besinya, dia merupakan seorang yang berasal dari pasukan prajurit kerajaan. Tanpa ada pembincangan yang berarti dia menyentuh tanganku, itu membuatku sangat tak nyaman akan sentuhannya, apalagi gerakan yang keterlaluan dibawah olehnya terhadapku, dia melecehkan diriku dengan sangat terang-terangan, siapa yang menyangka dia melakukannya secara terbuka, dilihat oleh semua orang yang ada disini. Dia sangat cabul, tapi saya tak bisa melakukan kesalahan yang sama sekarang, khawatir imbas yang diterima nanti akan sangat buruk. Terpenting saya akan menahan rasa kesal ini, kesalahanku juga yang membuat pembina seperti ini muncul dihadapanku.


Saya akan fokuskan diri kepada target yang ada di depan sana.


「Saya akan melepaskan anak panahnya ketika kamu sudah siap.」


Dia sengaja ya, saya telah siap dari tapi dia masih tetap tak ingin melepaskannya, apalagi sebenarnya tak perlu arahan dari kapten prajurit ini saya sudah bisa melatih ketrampilan memanah ini, sayangnya dia datang menggangu dengan cara yang sangat mesum untuk dilihat. Apapun jawaban yang saya keluarkan paati sama di depannya, dia hanya ingin menyentuhku hingga puas baru akan melepaskan anak panah ini, saya dapat merasakan jika kekuatan yang dikeluarkan olehnya besar untuk menahanku, tak bisa untuk menemukan cara melepas dari ini.


.... "Eh" Ada rasa basah yang dirasakan, itu berasal dari tempat bagian bawah yang disentuhnya, dia menjadikan saya menjadi bahan untuk melakukan hal menjijikan itu, saya kesal tapi apa yang harus dilakukan. Tangannya terlepas, saya menembakkan anak panah tepat ditengah sasaran, tapi tak ada rasa senang dipencapaian yang baik pada percobaan pertamaku. Saya meletakkan panah itu kembali ketempatnya semula, dengan tanpa ada kata lagi saya berjalan keluar dari lapangan, tak ada yang menghalangiku ternyata, rasanya saya tak mempunyai harga diri dan merasa kotor hanya diam diperlakukan semacam itu.


Saya berjalan cepat dilorong, saya akan langsung kembali keruangan istarahatku, tak ingin melihat mereka diruang makan nanti. Saya akan ke kantin para prajurit biasa jika diperlukan nanti, walau tak tahu apa akan diterima kehadiranku disana.... "Brak" Saat tak fokus dalam berjalan tanpa sengaja saya seperti menabrak sesuatu dengan keras, saya tahu jika itu seorang perempuan saya segera berdiri ingin meminta maaf padanya.


「Maaf jika sudah melukai anda.」


Saya sangat tak beruntung untuk hari ini.

__ADS_1


「Apa kamu hanya akan meminta maaf sekali saja padaku nona Aster.」


Saya mendongakan kepala keatas, melihat jika dia orang yang sangat saya kenal, segera berdiri dengan benar dengan perasaan yang sangat gugup, saya sulit untuk keluar dari situasi ini kembali jika bertemu dengan dirinya.


__ADS_2